M O M S M O N E Y I D
Santai

7 Modus Penipuan di Aplikasi Telegram, Ini Dia Tips untuk Menghindari Penipuan

7 Modus Penipuan di Aplikasi Telegram, Ini Dia Tips untuk Menghindari Penipuan
Reporter: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Ada beberapa jenis penipuan di aplikasi Telegram yang harus dihindari pengguna aplikasi chatting ini. Pengguna Telegram dapat mengirim pesan, berkas, panggilan suara dan video, serta bergabung dengan grup dan kanal hanya dengan nama pengguna.

Popularitas dan fitur anonimitas tersebut memberikan keuntungan bagi penipu. Jory MacKay, seorang pengamat media sosial dari Aura.com menjelaskan bahwa ada beberapa alasan kenapa penipu menggunakan Telegram.

Grup Telegram dapat menampung hingga 200.000 orang. Dengan begitu, penipu bisa menargetkan banyak orang dengan skema investasi mata uang kripto.

Baca Juga: Cara Membuat Tulisan WhatsApp Makin Menarik, Cocok untuk Pemasaran Produk

Maka dari itu, ikuti tips mengenali jenis penipuan di aplikasi Telegram yang harus dihindari berikut ini:

1.Saluran dan grup palsu

Penipu membuat grup dan saluran Telegram untuk menambahkan ribuan pengguna. Penipu akan mengumpulkan data atau mengelabui pengguna agar mau mengakses tautan berbahaya. 

Obrolan grup Telegram dapat berupa siaran saja atau komunikasi terbuka, tergantung pada izin posting. Penipu akan membuat kanal Telegram dan meniru perusahaan resmi atau menjanjikan informasi mengenai investasi dan kripto. 

Admin kanal kemudian akan mengirimkan pesan langsung (DM) kepada pengguna untuk mencoba mencuri informasi penting atau mengelabui mereka agar mau mengakses tautan berbahaya.

Cara mengenali penipuan salah satunya adalah jangan mau ditambahkan ke grup atau saluran yang tidak dikenal. Selain itu, laporkan penipu atau kanal Telegram berbahaya. 

Ubah pengaturan “hanya kontak” yang dapat menambahkan Anda ke grup dan kanal baru. Pilih menu privasi dan keamanan, klik grup & kanal untuk mengubah siapa saja yang dapat menambahkan ke grup di “kontak Saya”.

2.Penipuan mata uang kripto

Penipu menjalankan berbagai penipuan mata uang kripto di Telegram, termasuk kanal grup investasi palsu, hadiah, skema pump and dump. Meskipun pendekatannya mungkin berbeda, tujuannya sama yaitu membuat korban berinvestasi kripto.

Saran investasi apa pun harus ditanggapi dengan hati-hati. Kanal Telegram yang tidak diverifikasi patut diwaspadai, lakukan riset sebelum berinvestasi.

3.Penipuan tugas berbayar

Penipu Telegram menyamar sebagai akun bisnis resmi dan menawarkan bayaran untuk berbagai tugas, seperti mengunjungi situs web. Namun untuk mulai bekerja, Anda perlu membuat akun di situs web ini dan menyetor sejumlah uang.

Setelah "tugas" pertama selesai, Anda akan dibayar sedikit fee agar semakin tertarik. Selanjutnya, Anda akan ditawari "tugas premium" yang membutuhkan investasi awal lebih besar. 

Namun, setelah membayar dan menyelesaikan pekerjaan, Anda tidak akan bisa menarik uang dan akan dipaksa untuk menambah saldo akun.

Solusinya, jangan pernah membayar atau melakukan transfer ke orang dan akun yang tidak dikenal.

4.Iklan lowongan kerja palsu dan penipuan rekrutmen

Telegram juga digunakan oleh penipu untuk menawarkan lowongan kerja yang meminta Anda membuat akun palsu untuk melakukan wawancara. Selama wawancara, Anda akan diminta untuk memberikan informasi pribadi seperti nomor KTP.

Waspadai tanda-tanda penipuan lowongan kerja ini. Jangan mudah percaya dengan wawancara kerja apa pun yang dilakukan melalui Telegram.

5.Tautan ke malware dan scareware

Peretas akan menyebarkan malware di grup, saluran Telegram populer atau menggunakan bot untuk mengelabui pengguna agar mengunduh versi palsu aplikasi.

Anda akan menerima pesan yang mengarahkan untuk mengklik tautan atau mengunduh aplikasi. Cara termudah untuk mencegah serangan phishing yang mengandung malware adalah dengan tidak mengakses tautan dari pengirim atau bot yang tidak dikenal. 

Untuk perlindungan tambahan, pertimbangkan untuk mengunduh program antivirus yang tepercaya.

6.Penipuan asmara

Penipu membuat profil palsu yang menyamar sebagai individu dengan look yang menarik di Telegram. Akhirnya, mereka menciptakan skenario darurat dan meminta Anda mengirimkan sejumlah uang.

Dalam kasus lain, penipu ini juga memeras korban dengan ancaman akan membagikan foto atau video intim mereka. Waspadai tanda-tanda penipuan asmara dan jauhi akun yang tidak Anda kenal sejak awal, jangan tertipu visual yang tidak meyakinkan.

Cara melindungi diri dari penipuan telegram

Langkah-langkah yang diperlukan agar tetap aman di Telegram pada dasarnya sama dengan platform daring lainnya. Berikut adalah beberapa cara untuk menjaga diri saat menggunakan Telegram:

1.Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) di akun telegram

Langkah ini menciptakan lapisan keamanan ekstra pada akun Telegram, bahkan jika peretas berhasil mengakses kata sandi. Anda juga dapat mengaktifkan kode sandi atau kunci ID sidik jari untuk menjaga keamanan akun.

2.Sembunyikan nomor telepon 

Tips ini adalah pengaturan privasi yang membatasi siapa saja yang dapat melihat nomor telepon yang terhubung dengan nama pengguna Telegram Anda. Pengguna dapat memilih untuk menampilkannya kepada semua orang, hanya kontak Anda, atau tidak kepada siapa pun.

Ubah pengaturan "terakhir terlihat" dan nonaktifkan menu ini untuk mencegah orang asing melihat kapan terakhir kali Anda online.

3.Gunakan perangkat keamanan siber 

Sebagian besar perangkat bisa memanfaatkan perangkat lunak antivirus dan VPN untuk mengenkripsi data saat menjelajahi web di tempat umum. Selain itu, jangan klik tautan yang mencurigakan. 

4.Laporkan ke pihak yang berwenang

Melaporkan penipuan kepada pihak berwenang dapat membantu Anda pulih dari pencurian identitas dan melindungi orang lain agar tidak menjadi korban. Jika Anda memberikan informasi pribadi  kepada penipu, isi surat pernyataan pencurian identitas resmi, lalu ajukan laporan ke polisi setempat.

Baca Juga: Ingat HP Cepat Habis Karena Foto & Video WhatsApp? Nonaktifkan Fitur Ini Ya!

Itulah panduan langkah demi langkah yang memuat tentang cara mengatasi berbagai jenis  jenis penipuan di aplikasi Telegram.

 

Selanjutnya: Saham Semen di Tengah Lesunya Permintaan: Mana yang Layak Lirik?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Sambut Imlek, Genki Sushi Hadirkan 3 Menu dengan Harga Spesial

Ada 3 menu khusus yang dipersiapkan Genki Sushi untuk menyambut datangnya Tahun Kuda Api nanti.       

Bayi Sering Gumoh, Dokter Jelaskan Bedanya Regurgitasi dan GERD

​Gumoh kerap membuat orang tua khawatir. Padahal banyak kasus merupakan kondisi normal dan hanya sebagian kecil yang berkaitan dengan GERD

Sambil Salurkan Bantuan, Enervon Nusantara Run 2026 Digelar Minggu (8/2) di TMII

​Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan menjadi lokasi penyelenggaraan Enervon Nusantara Run 2026 akhir pekan ini, Minggu (8/2).

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (7/2), Hujan Amat Deras Guyur Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Sabtu 7 Februari 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat juga Waspada hujan lebat.

10 Minuman Sehat yang Bagus Dikonsumsi untuk Kesehatan Jantung

Intip beberapa minuman sehat yang bagus dikonsumsi untuk kesehatan jantung berikut ini, yuk!            

8 Rebusan Daun Alami untuk Menurunkan Tekanan Darah yang Tinggi

Yuk, ketahui beberapa rebusan daun alami untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi berikut ini!          

13 Kebiasaan yang Bikin Lebih Cepat Tua Tanpa Disadari, Cek di Sini!

Ini beberapa kebiasaan yang bikin lebih cepat tua tanpa disadari. Cek ada apa saja!                 

7 Manfaat Konsumsi Jus Jambu Biji secara Rutin bagi Kesehatan Tubuh

Ternyata ini, lho, beberapa manfaat konsumsi jus jambu biji secara rutin bagi kesehatan tubuh. Apa saja?  

8 Kebiasaan Tidak Sehat yang Berbahaya untuk Jantung

Ternyata ada beberapa kebiasaan tidak sehat yang berbahaya untuk jantung, lho. Apa sajakah itu?            

8 Tanda Terlalu Banyak Konsumsi Kafein pada Tubuh, Apa Saja?

Apa saja tanda terlalu banyak konsumsi kafein pada tubuh, ya? Mari intip pembahasannya di sini!