M O M S M O N E Y I D
Bugar

7 Daftar Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Teh

 7 Daftar Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Teh
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Inilah daftar obat yang tidak boleh dikonsumsi dengan teh yang perlu Anda ahu. Cek selengkapnya di sini, yuk!

Teh menjadi salah satu minuman favorit yang sering dinikmati saat pagi, sore, bahkan setelah makan. Rasanya menenangkan dan cocok diminum dalam berbagai suasana. Namun, kebiasaan minum obat bersama teh ternyata tidak selalu aman untuk kesehatan.

Kandungan kafein, tanin, dan senyawa tertentu dalam teh dapat memengaruhi cara kerja obat di dalam tubuh. Pada beberapa kasus, teh dapat menghambat penyerapan obat, mengurangi efektivitasnya, atau justru meningkatkan risiko efek samping.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Teh untuk Meredakan Gejala Pilek secara Alami

Karena itu, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk mengonsumsi obat. Menurut laman Health, berikut daftar obat yang tidak boleh dikonsumsi dengan teh:

1. Aspirin

Beberapa teh seperti teh cranberry, jahe, dan ginkgo biloba dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikonsumsi bersamaan dengan aspirin, terutama dalam jumlah besar.

Aspirin sendiri dapat memperlambat proses pembekuan darah. Jika dipadukan dengan teh tertentu, risiko perdarahan pada lambung atau bagian tubuh lain bisa meningkat.

2. Suplemen zat besi

Teh hijau dan teh hitam mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.

Kondisi ini perlu diperhatikan terutama bagi wanita yang sedang menstruasi, ibu hamil, ibu setelah melahirkan, atau orang yang rutin mengonsumsi suplemen zat besi.

Agar penyerapan zat besi tetap optimal, sebaiknya beri jarak sekitar 1 jam sebelum atau sesudah minum teh.

3. Asam folat

Konsumsi teh hijau berlebihan dapat menurunkan kadar folat dalam tubuh.

Selain itu, kandungan katekin dalam teh hijau dan teh oolong juga dapat mengurangi penyerapan asam folat. Kondisi ini penting diperhatikan oleh ibu hamil karena kekurangan asam folat dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan tulang belakang pada bayi.

Karena itu, ibu hamil disarankan membatasi konsumsi teh tertentu selama masa kehamilan.

Baca Juga: 9 Teh Terbaik yang Bantu Menurunkan Berat Badan Anda, Coba yuk

4. Asetaminofen atau paracetamol

Beberapa jenis teh seperti teh kava dan teh hibiscus dapat memengaruhi cara kerja paracetamol.

Teh kava dapat meningkatkan risiko gangguan hati jika dikonsumsi bersama paracetamol, terutama dalam dosis tinggi.

Sementara itu, teh hibiscus dapat membuat paracetamol lebih cepat keluar dari tubuh sehingga efek pereda nyerinya menjadi lebih singkat.

Beberapa ahli menyarankan memberi jarak sekitar 3 sampai 4 jam antara konsumsi paracetamol dan teh hibiscus.

5. Omeprazole

Teh yang mengandung ginkgo biloba, goldenseal, dan jahe dapat memengaruhi efektivitas omeprazole.

Omeprazole digunakan untuk membantu mengatasi asam lambung dan GERD. Namun, beberapa jenis teh herbal dapat meningkatkan asam lambung atau meningkatkan risiko perdarahan sehingga kerja obat menjadi kurang optimal.

Karena itu, konsumsi teh herbal tertentu sebaiknya diperhatikan jika Anda rutin menggunakan obat lambung.

6. Pil KB

Chamomile dan St. John’s wort diketahui dapat mengurangi efektivitas pil KB pada beberapa orang.

Jika dikonsumsi bersamaan, risiko menurunnya efektivitas kontrasepsi dapat meningkat. Karena itu, penting untuk memperhatikan konsumsi teh herbal tertentu saat menggunakan pil KB.

Jika perlu, pilih jenis teh lain yang lebih aman.

Baca Juga: 8 Pilihan Teh Terbaik untuk Dikonsumsi Sebelum Tidur, Bikin Tidur Nyenyak

7. Obat alergi

Beberapa teh herbal seperti St. John’s wort dan black cohosh dapat mengurangi efektivitas obat alergi seperti fexofenadine.

Akibatnya, gejala alergi mungkin menjadi lebih sulit dikontrol selama pengobatan.

Jika Anda rutin minum obat alergi, sebaiknya batasi konsumsi teh herbal tertentu atau konsultasikan dengan dokter mengenai keamanan penggunaannya.

Itulah daftar obat yang tidak boleh dikonsumsi dengan teh. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.