M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

6 Saham Pilihan Ini Direkomendasikan Beli oleh BNI Sekuritas, Cek Lengkapnya di Sini

Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Setelah melemah tiga hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang berbalik menguat alias rebound. Cek di sini, jika Moms ingin tahun saham-saham yang direkomendasikan oleh BNI Sekuritas hari ini, Kamis (18/7). 

Sekadar mengingatkan, Rabu kemarin (17/7), IHSG ditutup di kisaran flat cenderung melemah di level 7.224,22. Investor asing masih gencar menjual, dengan net sell Rp 457,78 miliar. 

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI,BBCA, BREN, GOTO dan BMRI.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, hari ini IHSG berpotensi teknikal rebound seiring dengan penguatan Rupiah setelah BI hold rate kemarin. 

Level support IHSG di 7.170-7.200, sedangkan level resist berada di 7.260-7.300.

Berikut saham pilihan dari BNI Sekuritas untuk Kamis (18/7):

1. BBRI: Buy on Weakness
Beli di 4.700, cutloss jika break di bawah 4.600.
Jika tidak break di bawah 4.700, potensi naik ke 4.870-4.980 short term.

2. SSIA: Spec Buy
Beli di 1.050, cutloss jika break di bawah 1.010.
Jika tidak break di bawah 1.050, potensi naik ke 1.100-1.120 short term.

3. ELSA: Spec Buy
Beli di 505, cutloss jika break di bawah 500.
Jika tidak break di bawah 500, potensi naik ke 515-525 short term.

4. AKRA: Spec Buy
Beli di 1.500, cutloss jika break di bawah 1.470.
Jika tidak break di bawah 1.500, potensi naik ke 1.520-1.535 short term.

5. SMGR: Spec Buy
Beli di 4.000-4.050, cutloss jika break di bawah 3.960.
Jika tidak break di bawah 4.000, potensi naik ke 4.150-4.250 short term.

6. KLBF: Spec Buy
Beli di 1.560, cutloss jika break di bawah 1.530.
Jika tidak break di bawah 1.560, potensi naik ke 1.590-1.610 short term.

Tapi, Moms perlu ingat, investasi mengandung risiko. Saham pilihan ini bukan perintah atau ajakan untuk mengambil keputusan investasi. Sesuaikan keputusan untuk membeli atau menjual saham dengan profil risko Moms masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​