M O M S M O N E Y I D
Bugar

6 Makanan Pemicu Stres yang Sering Dikonsumsi Sehari-hari

6 Makanan Pemicu Stres yang Sering Dikonsumsi Sehari-hari
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ini dia beberapa makanan pemicu stres yang sering dikonsumsi sehari-hari. Kira-kira apa sajakah itu?

Stres tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau kurang tidur. Pola makan juga memiliki hubungan yang cukup erat dengan kesehatan mental. Makanan yang dikonsumsi setiap hari dapat memengaruhi kadar gula darah, keseimbangan hormon, hingga produksi zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati.

Beberapa jenis makanan memang terasa nikmat dan praktis, tetapi jika terlalu sering dikonsumsi dapat memicu lonjakan energi yang hanya berlangsung sesaat, kemudian diikuti rasa lelah, mudah marah, atau sulit berkonsentrasi. Oleh karena itu, memilih makanan yang lebih bergizi menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan fisik sekaligus mental.

Baca Juga: 7 Makanan yang Bisa Menurunkan Stres untuk Dikonsumsi Sebelum Tidur

Makanan Pemicu Stres yang Sering Dikonsumsi Sehari-hari

Melansir dari laman Health, berikut ini beberapa makanan pemicu stres yang sering dikonsumsi sehari-hari:

1. Alkohol

Minuman beralkohol dapat memengaruhi sistem saraf pusat, yaitu sistem yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem ini berperan dalam mengatur pikiran, emosi, gerakan, serta berbagai fungsi organ tubuh.

Konsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh untuk sementara waktu. Minum dalam jumlah kecil atau sesekali biasanya tidak menimbulkan masalah besar. Namun, konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon stres yang lebih serius.

Sebuah penelitian pada tahun 2021 yang melibatkan sekitar 9.000 orang menemukan adanya hubungan antara konsumsi alkohol dan kadar kortisol yang lebih tinggi. Meski demikian, beberapa penelitian lain menunjukkan hasil yang berbeda sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Selain alkohol, faktor gaya hidup lain seperti merokok, pola makan yang kurang sehat, dan kurang tidur juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat serta meningkatkan kadar kortisol.

2. Makanan Ultra Olahan

Banyak makanan yang kita konsumsi sebenarnya telah melalui proses pengolahan. Namun, ada perbedaan besar antara makanan yang diproses secara sederhana dan makanan yang mengalami pengolahan sangat intensif.

Contohnya, kacang almond yang digiling menjadi tepung almond masih tergolong makanan olahan sederhana. Sebaliknya, makanan seperti permen batangan termasuk dalam kategori makanan ultra olahan.

Makanan ultra olahan biasanya dibuat dari gula, pati, dan lemak yang telah dimurnikan. Proses pemurnian ini sering kali mengurangi nutrisi penting seperti serat. Selain itu, makanan tersebut juga sering ditambahkan perasa buatan dan berbagai bahan tambahan yang nilai gizinya rendah.

Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan ultra olahan dapat meningkatkan kadar kortisol dan memberi tekanan tambahan pada tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

3. Makanan Tinggi Gula dan Lemak

Makanan manis sering dianggap sebagai “comfort food” karena dapat memberikan rasa nyaman untuk sementara waktu. Hal ini terjadi karena makanan manis dapat menurunkan respons stres tubuh dalam jangka pendek.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang tinggi gula tambahan dan lemak justru dapat meningkatkan kadar kortisol dan memperburuk stres dalam jangka panjang.

Selain itu, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak secara terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental.

Baca Juga: 12 Makanan untuk Dikonsumsi Malam Hari agar Stres Berkurang

4. Makanan Gorengan

Makanan yang digoreng biasanya mengandung lebih banyak lemak jenuh, terutama jika dimasak menggunakan lemak babi atau minyak kelapa.

Bahkan ketika menggunakan minyak yang dianggap lebih sehat, seperti minyak alpukat, proses menggoreng dengan suhu tinggi tetap dapat mengubah sebagian lemak menjadi lemak trans. Lemak trans diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Jumlah lemak trans yang terbentuk dapat berbeda-beda tergantung jenis minyak, suhu penggorengan, serta lamanya proses memasak. Semakin tinggi suhu dan semakin lama makanan digoreng, kemungkinan terbentuknya lemak trans juga bisa meningkat.

Penelitian menunjukkan bahwa lemak trans dapat memicu peradangan tingkat rendah dalam tubuh. Peradangan jenis ini sering kali tidak terlihat, tetapi dapat merusak kesehatan secara perlahan dalam jangka panjang.

5. Makanan Tinggi Natrium

Makanan yang mengandung natrium tinggi juga dapat memengaruhi cara tubuh merespons stres. Sama seperti gula tambahan, konsumsi natrium yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

Dalam kondisi normal, peningkatan kadar kortisol dapat membantu memperlambat aktivitas hormon stres lainnya. Namun, sistem ini dapat terganggu jika asupan natrium terlalu tinggi secara terus-menerus.

Akibatnya, tubuh bisa mengalami kesulitan dalam mengatur respons stres dengan baik.

6. Makanan dengan Pemanis Buatan

Pemanis buatan sering digunakan sebagai pengganti gula dalam berbagai produk makanan dan minuman. Meskipun rendah kalori, konsumsi pemanis buatan secara berlebihan dapat memengaruhi kesehatan usus.

Kesehatan usus memiliki hubungan yang sangat erat dengan sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh. Ketika keseimbangan bakteri baik dalam usus terganggu, kondisi ini dapat memicu peradangan dalam tubuh.

Peradangan tersebut juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan suasana hati, termasuk depresi. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan mikrobiota usus menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kesehatan mental dan kemampuan tubuh dalam menghadapi stres.

Baca Juga: 9 Minuman untuk Mengurangi Stres dan Kecemasan secara Alami

Nah, itu tadi beberapa makanan pemicu stres yang sering dikonsumsi sehari-hari. Semoga bermanfaat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

6 Cara Menghilangkan Double Chin Ampuh untuk Wajah Lebih Tirus dan Kencang, Coba yuk

Kembalikan rasa percaya diri Anda dengan mempraktikkan cara menghilangkan double chin terbaik. Bikin otot wajah lebih kencang dan tampak tirus.  

Rayakan Hari Kemerdekaan, Polytron Tawarkan Subsidi Motor Listrik Hingga Rp 6,5 Juta

Polytron memberikan subsidi mandiri​ untuk produk motor listrik Polytron FOX 200, FOX 350 dan FOX 500.  

Promo Alfamart Serba Gratis Weekend 7-9 Agustus 2026, Ultra Milk Beli 3 Gratis 1

Manfaatkan Promo Alfamart Serba Gratis Weekend Periode 7-9 Agustus 2026 untuk belanja produk favorit lebih hemat.

Samsung Rilis Tiga HP Lipat Berbeda, Kenali Fungsi Galaxy Z Series

Samsung membagikan panduan memilih Galaxy Z Series sesuai kebutuhan, mulai dari pengguna yang aktif, produktif, hingga pencinta hiburan.

Promo Richeese Factory 8.8, Serba Rp 88 Ribu Paket Ayam Utuh Lengkap buat Mabar

Dapatkan diskon paket Mabar Whole Complete 1 ekor ayam utuh lengkap dengan nasi, minum, dan side dish serba Rp 88.000 saja.

Ingin Punya Rumah Premium dengan Desain Berkelas? Cek Signature Residence Ini

​Signature Residence di Tower 2 Savyavasa punya desain yang memadukan perspektif internasional dan sentuhan kriya Indonesia.

Ramalan Zodiak Besok Sabtu 8 Agustus 2026: Cinta, Karier dan Keuangan

Simak ramalan zodiak Sabtu 8 Agustus 2026 untuk Aries hingga Pisces, lengkap dengan prediksi cinta, karier, keuangan dan kesehatan.

Promo Indomaret Ice Cream Fair 6-19 Agustus 2026, Aice Cup-Concerto Beli 2 Gratis 1

Promo Indomaret Ice Cream Fair Periode 6-19 Agustus 2026. Cek dan manfaatkan untuk belanja hemat es krim favorit.

Cerah hingga Berawan, Cek Prakiraan Cuaca Banten di Akhir Pekan Ini

​BMKG memperkirakan cuaca besok, Sabtu (8/8) dan lusa, Minggu (9/8) di wilayah Banten akan cerah dan berawan.

Promo Indomaret Weekend Treats 7-9 Agustus 2026, Frost Bite Cup Beli 3 Diskon 30%

Promo Indomaret Weekend Treats Periode 7-9 Agustus 2026. Cek dan manfaatkan untuk belanja hemat di akhir pekan.