M O M S M O N E Y I D
Santai

5 Tips Meregulasi Emosi Agar Tidak Cepat Stress

Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.ID – Perubahan pasti akan terjadi dalam pekerjaan maupun pada kehidupan, baik itu perubahan yang memberikan dampak positif ataupun tidak. Sering kali, perubahan yang tidak menyenangkan membuat kita cemas dan stress, karena perubahan bisa merombak hidup kedepan.

Dalam dunia pekerjaan, perubahan merupakan hal yang biasa terjadi seperti perubahan kepemimpinan atau kebijakan perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bisa menavigasi perubahan tersebut agar bisa melewatinya dengan baik. Lalu bagaimana cara menavigasi perubahan?

Menurut Analisa Widyaningrum, seorang Psikolog Klinis, perubahan dapat dinavigasi dengan cerdas secara emosi. Nah, kemampuan untuk mengolah emosi inilah yang dapat membantu kita melewati segala tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan.

Kecerdasan emosi sangat penting dalam dunia kerja karena dapat meningkatkan kolaborasi/teamwork. Karyawan juga mampu mengelola stress, tangguh menghadapi tantangan dan mengatasi ketidakpastian secara efisien, sehingga kinerja menjadi lebih produktif, pencapaian target meningkat, dan bisa berkontribusi positif terhadap budaya perusahaan.

Baca Juga: Sambut Tahun 2024, THYS Tawarkan Berbagai Promo Menarik

Level kecerdasan emosi seseorang dapat terasa saat bekerja bersama orang tersebut. Bekerja dengan orang yang level kecerdasan emosinya tinggi, kita akan merasa lebih nyaman, tenang dan percaya diri. Hal ini dikarenakan orang tersebut memiliki kompetensi personal dan sosial yang baik.

Kompetensi personal yaitu mampu memahami emosi yang dimiliki (self-awareness) dan mampu mengendalikannya dalam situasi sulit serta tetap profesional saat bekerja (self-management). Orang yang memiliki self management yang baik, dapat mengelola perasaannya untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan kekhawatiran. Justru ia bisa menerima perubahan dengan cepat dan memikirkan langkah kedepan.

Lalu ia juga memiliki kompetensi sosial yaitu mampu memahami perasaan orang lain (Empathy) dan memiliki keterampilan mengelola hubungan dan membangun dinamika tim yang efektif (social skills). Sebaliknya jika kita bekerja dengan orang yang level kecerdasan emosinya rendah, kita juga akan ikut terbawa merasakan sesuatu yang tidak nyaman, malas, bahkan cemas karena orang tersebut memancarkan aura serta  emosi yang negatif.

Psikolog muda yang akrab disapa Ana ini juga mengatakan bahwa kecerdasan emosi adalah sesuatu yang bisa dilatih dan distimulus dengan self-regulation. Ana pun membeberkan tips untuk meregulasi perasaan sehari-hari supaya kita dapat menerima dan merangkul perubahan dengan baik:

Baca Juga: 25 Ucapan Hari Tuli Nasional 2024 yang Diperingati Setiap 11 Januari

  1. Setiap menghadapi sesuatu, amati dulu apa yang terjadi.
  2. Kenali emosi kita yang hadir, apakah marah, sedih, atau kecewa. Asah diri kita untuk melakukan rutinitas sederhana supaya kita bisa terkoneksi dengan emosi tersebut, misalnya tulis segala perasaan di notes atau cerita ke orang yang tepat. Hal ini dapat membuat kita sadar emosi apa yang sedang hadir dalam diri kita.
  3. Setelah itu kita bisa menerima dan mengelola emosi tersebut dengan menerapkan mindfulness dan melakukan respon delay. Sebelum meluapkannya, hitung mundur 10 detik untuk memikirkan dengan matang apakah respon yang akan kita berikan itu benar. Perlukah kita marah-marah? Menangis dan lainnya.
  4. Cobalah untuk membuka pandangan lebih jauh lagi dan lakukan reframe. Pahami bahwa ini adalah tantangan yang harus dihadapi. Semua orang bisa mengalami hal yang sama. Kita bisa memposisikan diri kita sebagai orang lain yang juga ikut merasakan perubahan. Inilah yang dapat membangun bonding dalam pekerjaan.
  5. Ambil nafas, step back, ingat kembali long term goals kita sehingga apapun yang kita hadapi, kita bisa mengatasinya dengan baik.

Baca Juga: Pelan-Pelan IHSG Mulai Merangkak Naik di Sesi Satu Perdagangan 10 Januari 2024

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Grab Perluas Akses Ekonomi bagi Penyandang Disabilitas, Libatkan Mitra dan UMKM

Grab Indonesia edukasi bahasa isyarat bagi mitra pengemudi dan mitra merchant dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026.

4 Kandungan Skincare yang Harus Dihindari oleh Remaja, Jangan Asal Pakai!

Penggunaan bahan skincare yang terlalu keras pada kulit remaja justru berisiko. Berikut 4 kandungan skincare yang harus dihindari oleh remaja.

Indonesia Vs Bangladesh 9-2: Drama Gol Antar Garuda ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah unggul produktivitas gol atas Malaysia.

4 Cara Memilih Bra untuk Remaja yang Nyaman dan Pas di Tubuh, Jangan Salah!

Sebagai panduan, berikut MomsMoney bagikan 4 cara memilih bra untuk remaja yang nyaman digunakan sehari-hari.

Denah Rumah 6×12 Meter Open Plan, Trik Bikin Hunian Kecil Terasa Lebih Lega

Denah rumah 6×12 meter open plan bisa terasa lebih lega dengan penataan ruang, furnitur, cahaya, dan sirkulasi yang tepat.

Panduan Diet Golongan Darah O: Apa Saja Makanan yang Disarankan dan Harus Dihindari?

Simak daftar makanan yang dianjurkan untuk golongan darah O, serta berbagai jenis makanan yang wajib dibatasi agar tubuh tetap sehat.

Money Dysmorphia: Saldo Ratusan Juta Tapi Tetap Merasa Miskin, Ini Faktanya

Punya saldo ratusan juta tapi Anda tetap merasa miskin? Kenali money dysmorphia, penyebab, tanda, dan cara mengatasinya.​

Jangan Terlambat! Kenali 6 Cara Merawat Jantung agar Tetap Sehat di Usia 30-an, yuk

Ketahui berbagai cara merawat jantung yang tepat di usia 30-an melalui pola hidup sehat, olahraga rutin, hingga manajemen stres.

7 Rumus Dekorasi Rumah Sederhana biar Ruangan Kecil Terlihat Berkelas

Ruangan kecil terasa membosankan? Coba 7 rumus dekorasi sederhana ini agar rumah lebih rapi, nyaman, dan punya karakter.

5 Bahaya Makan Sehari Sekali bagi Kesehatan, Benar Bisa Turunkan Berat Badan?

Waspadai berbagai risiko kesehatan dari pola makan sehari sekali, mulai dari lonjakan asam lambung hingga penurunan energi tubuh secara drastis.