M O M S M O N E Y I D
Bugar

5 Rekomendasi Makanan Tinggi Probiotik untuk Menjaga Kesehatan Usus

 5 Rekomendasi Makanan Tinggi Probiotik untuk Menjaga Kesehatan Usus
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Intip beberapa rekomendasi makanan tinggi probiotik untuk menjaga kesehatan usus berikut ini, yuk! Mau coba?

Kesehatan usus berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh secara menyeluruh. Tidak hanya membantu proses pencernaan, usus juga berhubungan dengan daya tahan tubuh, penyerapan nutrisi, hingga keseimbangan suasana hati.

Karena itu, menjaga populasi bakteri baik di dalam usus menjadi salah satu langkah yang patut diperhatikan.

Salah satu cara sederhana yang dapat Anda lakukan adalah mengonsumsi makanan tinggi probiotik. Probiotik merupakan mikroorganisme baik yang membantu menjaga keseimbangan bakteri di saluran pencernaan.

Saat jumlah bakteri baik tetap terjaga, sistem pencernaan dapat bekerja lebih optimal dan risiko gangguan pencernaan pun dapat berkurang.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Buah yang Paling Bagus untuk Menjaga Kesehatan Usus

Rekomendasi makanan tinggi probiotik untuk menjaga kesehatan usus

Melansir dari Health, di bawah ini beberapa rekomendasi makanan tinggi probiotik untuk menjaga kesehatan usus:

1. Kefir

Kefir adalah minuman susu fermentasi yang kaya probiotik. Minuman ini dibuat dari susu yang dicampur dengan kultur bakteri dan ragi baik, lalu difermentasi hingga menghasilkan rasa sedikit asam dan segar.

Kefir sering disebut mirip yogurt cair dan bisa diminum langsung atau dicampurkan ke smoothie. Selain mengandung probiotik, kefir juga kaya protein, kalsium, dan vitamin D. Kandungan laktosanya cenderung lebih rendah dibanding susu biasa sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh orang dengan intoleransi laktosa ringan.

2. Kimchi

Kimchi merupakan makanan fermentasi khas Korea yang dibuat dari sayuran seperti kubis, lobak, mentimun, dan bawang. Makanan ini kaya bakteri asam laktat yang baik untuk kesehatan usus.

Kimchi memiliki rasa asam dan bisa terasa pedas tergantung bumbunya. Penelitian menunjukkan bahwa kimchi fermentasi dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri usus sekaligus mendukung kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol tetap sehat.

Selain probiotik, kimchi juga mengandung serat yang baik untuk pencernaan dan membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Baca Juga: 9 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Kesehatan Usus Terganggu

3. Kombucha

Kombucha adalah minuman fermentasi berbahan dasar teh, gula, bakteri, dan ragi. Minuman ini memiliki rasa segar dan sedikit berkarbonasi. Beberapa jenis kombucha juga ditambahkan buah agar rasanya lebih nikmat.

Selama proses fermentasi, gula diubah oleh ragi sehingga menghasilkan sedikit kandungan alkohol alami. Kombucha mengandung probiotik, vitamin, dan antioksidan yang dapat membantu mendukung kesehatan tubuh.

Namun, konsumsi kombucha sebaiknya tetap diperhatikan, terutama bagi ibu hamil atau orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.

4. Sauerkraut

Sauerkraut adalah makanan fermentasi dari kubis yang cukup populer di Eropa dan Amerika. Proses fermentasi menggunakan bakteri asam laktat membantu menghasilkan probiotik yang baik untuk usus.

Makanan ini memiliki rasa asam segar dan sering digunakan sebagai pelengkap burger, sandwich, salad, atau kentang tumbuk. Sauerkraut tetap mempertahankan bakteri baik selama proses fermentasi sehingga cocok dijadikan salah satu sumber probiotik alami.

Baca Juga: 7 Minuman Fermentasi untuk Dikonsumsi agar Usus Tetap Sehat

5. Yogurt

Yogurt menjadi salah satu makanan probiotik yang paling mudah ditemukan. Produk susu fermentasi ini dibuat dengan menambahkan bakteri baik ke dalam susu, lalu didiamkan hingga mengental.

Sebagian besar yogurt mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium yang membantu menjaga kesehatan pencernaan. Selain probiotik, yogurt juga kaya protein, kalsium, dan vitamin D.

Anda bisa menikmati yogurt secara langsung, mencampurkannya ke smoothie, atau menjadikannya parfait bersama buah dan granola agar lebih mengenyangkan dan sehat.

Nah, itu tadi beberapa rekomendasi makanan tinggi probiotik untuk menjaga kesehatan usus. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hujan Lebat Turun di Provinsi Mana? Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/7)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Jumat 3 Juli 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Anak Takut Terapi Uap, Kenyamanan Jadi Kunci Keberhasilan Pengobatan

​Omron Healthcare Indonesia meluncurkan nebulizer portabel terbaru untuk membantu terapi inhalasi yang lebih nyaman bagi anak dan keluarga.  

Cara Atur Pengiriman OTP Lewat Aplikasi haloBCA, Begini Langkahnya

Ketahui cara mengatur pengiriman kode OTP melalui aplikasi haloBCA biar transaksi online terlindungi dari risiko kejahatan siber.  

Goresan di Lantai Laminasi Tak Harus Diganti, Begini Cara Memperbaikinya

Goresan pada lantai laminasi tak selalu harus diganti. Simak cara mudah memperbaikinya agar lantai kembali rapi dan tahan lama.

Prediksi Portugal vs Kroasia: Siapa Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026?

Prediksi Portugal vs Kroasia di 32 besar Piala Dunia 2026. Simak jadwal dan peluang skor dari duel panas yang penuh gengsi ini.

Spanyol vs Austria: Ujian Mental La Roja di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Jadwal Spanyol vs Austria Piala Dunia 2026 lengkap dengan prediksi skor, analisis laga, dan susunan pemain kedua tim.

8 Buah Penurun Tekanan Darah secara Alami yang Layak Dicoba

Mari intip buah penurun tekanan darah secara alami yang layak dicoba berikut ini! Ada apa saja?      

5 Manfaat Kesehatan Konsumsi Kombucha bagi Tubuh yang Tak Banyak Diketahui

Ternyata ada beberapa manfaat kesehatan konsumsi kombucha bagi tubuh yang tak banyak diketahui. Apa saja kira-kira?

6 Buah yang Paling Bagus untuk Kesehatan Usus dan Pencernaan

Adakah buah yang paling bagus untuk kesehatan usus dan pencernaan sebenarnya? Cari tahu di sini, yuk!

Waspada Inflamasi Pembuluh Darah, Risikonya Tak Sekadar Penyakit Jantung

​Peradangan pada pembuluh darah dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, bahkan pada pasien yang telah menjalani terapi