M O M S M O N E Y I D
Santai

Wapada! Penipuan Digital Melonjak Menjelang THR Cair

Wapada! Penipuan Digital Melonjak Menjelang THR Cair
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Berdasarkan data internal VIDA, perusahaan cyber security, sepanjang 2025 lalu, lonjakan kasus penipuan digital paling banyak terjadi menjelang dan saat pencairan tunjangan hari raya alias THR lo.

Momentum ini ditandai dengan peningkatan aktivitas transaksi dan mobilitas masyarakat, yang secara tidak langsung membuka lebih banyak celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya.

Terdapat 2 modus penipuan digital yang marak terjadi di Indonesia saat ini:

Phishing atau smishing

Metode ini melibatkan berbagai cara untuk memancing korban mengklik tautan dan memasukkan data pribadi seperti username, password, dan one-time password (OTP) via SMS.

Contohnya, pelaku bisa menyamar sebagai instansi logistik ataupun ada nomor tidak diketahui memberikan tawaran promo Ramadan palsu.

Modus ini juga berkembang melalui metode fake base transceiver station (BTS) yang memungkinkan pesan palsu terkirim secara massal dan tampak seolah berasal dari institusi resmi sehingga terlihat meyakinkan bagi penerima.

Baca Juga: Jelang Libur Lebaran, Maybank Indonesia Imbau Waspada Penipuan Digital

Malware

Metode ini memancing korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya dalam bentuk file APK. Modus yang digunakan beragam, mulai dari dokumen status pengiriman paket, undangan pernikahan, hingga dokumen lain yang tampak relevan bagi korban.

Setelah terunduh, aplikasi tersebut memungkinkan pelaku memantau perangkat dari jarak jauh, termasuk mengakses password serta berbagai informasi sensitif yang tersimpan maupun digunakan di dalam perangkat.

Kedua modus ini memiliki pola yang serupa, yaitu berupaya memperoleh akses terhadap password atau kredensial pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa password semata tidak lagi cukup menjadi benteng keamanan di era digital yang semakin kompleks.

Penipuan THR VIDA

Niki Luhur, Founder & Group CEO VIDA, mengatakan, identitas digital pada dasarnya terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu what you know (apa yang diketahui), what you have (apa yang dimiliki), dan who you are (apa yang menjadi keunikan diri). 

What you know, merujuk pada informasi yang diketahui pengguna seperti password, nama ibu kandung, atau pertanyaan keamanan yang lazim digunakan dalam proses verifikasi akun.

What you have, mengacu pada perangkat yang dimiliki pengguna, seperti telepon genggam, token, atau perangkat yang menyimpan akses terhadap identitas digital. 

Sementara who you are, berkaitan dengan karakteristik biometrik yang melekat pada individu, seperti wajah, suara, dan sidik jari, yang bersifat unik dan semakin banyak digunakan sebagai metode autentikasi.

"Password dan OTP tidak lagi dapat menjadi satu-satunya cara verifikasi yang aman, mengingat maraknya kebocoran data serta berbagai teknik penipuan yang terus berkembang," kata Niki. 

Karena itu, perangkat yang masyarakat miliki (what you have) serta identitas biometrik (who you are) perlu dilindungi dan dimanfaatkan sebagai lapisan keamanan tambahan. 

Baca Juga: Simak 4 Tips Menginvestasikan THR dengan Emas di DANA

VIDA menerapkan pendekatan layered defense yang memperkuat perlindungan perangkat sekaligus menghadirkan verifikasi berbasis biometrik untuk membangun rasa aman dan meningkatkan kepercayaan konsumen. 

Selain menghadirkan solusi teknologi, VIDA juga berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat akan bahaya penipuan digital. VIDA menekankan, kesadaran masyarakat tetap menjadi garis pertahanan pertama.

Melalui kampanye #JanganAsalKlik, VIDA mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap setiap pesan digital yang meminta mereka mengklik tautan, mengunduh aplikasi, atau membagikan informasi pribadi.

Modus penipuan digital memang terus berevolusi dengan cara yang semakin canggih. Mulai dari deepfake AI yang memalsukan wajah dan suara, fake BTS  yang mengirimkan pesan palsu secara massal dan tampak seolah berasal dari institusi resmi, hingga malware berbahaya yang mampu menyusup dan menyadap perangkat pengguna.

VIDA sebagai penyedia solusi digital identity dan fraud prevention terdepan di Indonesia menegaskan bahwa penipuan digital kini tidak lagi bersifat sporadis, melainkan semakin terorganisir dan terindustrialisasi.

“Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis. Mereka memanfaatkan celah keamanan, kelemahan literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu untuk melancarkan aksinya,” ungkap Niki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Berkedok Lauk Gurih yang Nikmat, Ungkap Fakta Apakah Kol Goreng Berbahaya Bagi Tubuh

Ketahui alasan apakah kol goreng berbahaya karena kandungan senyawa karsinogenik yang terbentuk saat digoreng dalam suhu tinggi.  

Ampuh Turunkan Berat Badan! 6 Manfaat Dada Ayam untuk Tubuh Ideal & Sehat, Coba yuk

Mengandung vitamin B dan selenium, manfaat dada ayam sangat efektif menjaga massa otot serta menghasilkan energi harian. Cocok buat asupan diet.  

7 Olahraga Ringan di Rumah yang Enggak Bikin Cepat Capek, Cocok Buat Kaum Mager

Tetap bugar tanpa harus ke gym dengan beragam pilihan olahraga ringan di rumah yang santai dan tanpa alat. Cocok untuk Anda yang mageran.

Pelatihan Bisnis dan Jaringan Masih Diperlukan Bagi Pelaku Usaha Wisata

Kementerian Pariwisata meningkatkan daya saing pelaku usaha wisata lewat program yang berlabel Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH).

Cara Jitu Untuk Mengistirahatkan Mata Setelah Lelah Nonton Gadget

Setiap masyarakat perlu membiasakan perilaku sederhana untuk menjaga kesehatan mata, terutama saat menggunakan perangkat digital.

Prudential dan Siloam Tawarkan Paket MCU Rp 350.000 hingga Akhir Oktober 2026

Prudential Indonesia berkolaborasi dengan Siloam International Hospitals meluncurkan program MCU seharga Rp 350.000 hingga 31 Oktober 2026. 

Rilis Menu Terbatas Overload Smoky Cheese, Subway Beri Diskon Hingga 105%

Overload smoky cheese ini hadir dalam ukuran footlong (30 cm), 6-inch (15 cm), salad, maupun varian wrap.

Ragu Jual Beli Jam Tangan Mewah Online? Kenali Layanan Flecto.id

​Flecto.id menerapkan proses autentikasi dan sistem escrow untuk transaksi jam tangan yang dibeli melalui platform.

Ingin Tahu Merek Anda Banyak Dibicarakan Positif atau Negatif? AI Bisa Membantu

​Media Info Grup Indonesia (MIGI) menyediakan layanan media monitoring berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memahami sentimen publik dan merek.

Promo Alfamart Carnaval Ice Cream 16-31 Oktober 2026, Magnum Beli 2 Diskon!

Cek promo es krim Alfamart Carnaval Ice Cream periode 16-31 Oktober 2026 untuk borong es krim favorit Anda.