M O M S M O N E Y I D
AturUang

5 Kesalahan Down Payment yang Bikin Rugi dan Harus Moms Pahami Sejak Awal

5 Kesalahan Down Payment yang Bikin Rugi dan Harus Moms Pahami Sejak Awal
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Simak panduan memahami kesalahan umum down payment yang bisa Moms mulai sejak awa sebelum menandatangani suatu perjanjian bersama.

Down payment atau uang muka sering kali dianggap hal sepele saat membeli rumah, kendaraan, maupun barang bernilai tinggi, padahal keputusan ini bisa berdampak besar pada kondisi keuangan jangka panjang. 

Banyak orang tergoda memilih DP sekecil mungkin agar terasa ringan di awal, tetapi akhirnya terjebak cicilan dan bunga yang justru lebih besar. 

Menyadur dari laman OCBC, tidak sedikit juga yang nekat membayar DP dengan utang baru hingga membuat cash flow semakin berantakan. 

Agar tidak merugi, penting bagi setiap calon pembeli memahami kesalahan umum soal down payment sejak awal sebelum menandatangani perjanjian.

Baca Juga: Manajemen Keuangan Sederhana untuk Ibu Agar Hidup Lebih Tenang dan Teratur

Pengertian down payment dalam transaksi besar

Down payment (DP) adalah pembayaran sebagian dari harga barang atau jasa sebelum pelunasan penuh, biasanya berkisar 20 hingga 50 persen dari total harga yang disepakati antara penjual dan pembeli.

DP berfungsi sebagai tanda jadi bahwa pembeli serius untuk melanjutkan transaksi, baik dalam pembelian rumah, kendaraan, maupun produk lain dengan nilai besar.

Besarnya DP akan berpengaruh langsung pada jumlah cicilan dan lamanya tenor pembayaran, sehingga keputusan awal dalam menentukan DP tidak bisa dianggap sepele.

Tergiur dengan DP kecil

Kesalahan paling umum adalah memilih DP yang terlalu kecil demi meringankan biaya awal, padahal beban cicilan dan bunga ke depan justru menjadi lebih besar.

Misalnya, membeli mobil dengan DP hanya 10 persen memang terasa ringan di awal, tetapi bunga pinjaman selama 5 hingga 7 tahun membuat total pembayaran jauh lebih mahal daripada harga aslinya.

Semakin kecil DP, semakin panjang tenor dan semakin tinggi akumulasi bunga yang harus ditanggung.

Membayar DP dengan utang baru

Banyak orang memaksakan diri membayar DP menggunakan kartu kredit, paylater, atau pinjaman online tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.

Langkah ini memang terlihat bisa menyelesaikan kewajiban awal, tetapi justru menimbulkan beban baru yang membuat kondisi keuangan semakin tertekan.

Apalagi jika bunga pinjaman tambahan cukup tinggi, risiko gagal bayar hingga terjebak utang konsumtif semakin besar.

Baca Juga: Simak Ramalan Zodiak Keuangan & Karier Besok Sabtu 23 Agustus 2025

Tidak menyesuaikan DP dengan kemampuan keuangan

Kesalahan lainnya adalah terlalu ambisi membeli rumah atau kendaraan di luar kemampuan finansial, sehingga DP yang dibayarkan menguras seluruh tabungan.

Akibatnya, tidak ada dana darurat tersisa dan penghasilan bulanan habis hanya untuk menutup cicilan, yang pada akhirnya menimbulkan stres keuangan.

DP seharusnya disesuaikan dengan kondisi keuangan pribadi agar tetap ada ruang untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Mengabaikan promo atau potongan DP

Sering kali pembeli terburu-buru membayar DP tanpa mencari tahu apakah ada promo, diskon, atau subsidi yang bisa dimanfaatkan.

Padahal pengembang properti maupun dealer kendaraan kerap memberikan potongan harga, cashback, atau program khusus yang dapat meringankan beban awal.

Tanpa riset lebih dulu, peluang mendapatkan DP lebih murah bisa terlewat begitu saja dan membuat pembeli rugi.

Tidak meminta bukti resmi pembayaran

Kesalahan fatal berikutnya adalah tidak meminta kwitansi resmi atau bukti transfer ketika membayar DP, bahkan ada yang nekat transfer ke rekening pribadi tanpa memastikan nama penerimanya.

Jika terjadi penipuan atau sengketa, pembeli akan kesulitan membuktikan bahwa uang muka benar-benar sudah diserahkan.

DP yang seharusnya menjadi tanda jadi justru bisa hilang tanpa jejak karena tidak ada dokumen yang sah.

Setelah memahami kesalahan soal down payment sejak awal, akan membantu Moms lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan agar tidak merugi di kemudian hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tagihan Listrik Bisa Aman! Ini 9 Cara Hangatkan Kamar Tidur Anda Tanpa Boros

Simak cara menghangatkan kamar tidur tanpa boros listrik, solusi praktis agar tidur tetap hangat dan nyaman saat cuaca dingin.  

Kestabilan Finansial: Ini 10 Kunci Sukses Jutawan yang Jarang Terungkap

Ingin tahu cara jutawan membangun kekayaan? Kuncinya bukan pamer harta, tapi hidup sederhana dan fokus pada aset produktif. Pelajari rahasianya!  

20 Makanan Penurun Tekanan Darah Tinggi Alami yang Dapat Anda Coba Konsumsi

Ini dia beberapa makanan penurun tekanan darah tinggi alami yang dapat Anda coba konsumsi. Intip daftarnya di sini!  

7 Daftar Herbal dan Rempah-Rempah Alami untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Yuk, intip daftar herbal dan rempah-rempah alami untuk menurunkan tekanan darah tinggi berikut ini! 

14 Cara Alami Menurunkan Gula Darah yang Tinggi, Mau Coba?

Mari intip beberapa cara alami menurunkan gula darah yang tinggi berikut ini. Mau coba terapkan?       

Desain Interior 2026: 4 Gaya Ini Justru Bikin Hunian Anda Cepat Usang

Membeli furnitur pekan lalu ternyata belum tentu relevan di 2026. Ada 4 tren desain interior yang diprediksi ditinggalkan agar rumah tak usang.

11 Khasiat Konsumsi Biji Bunga Matahari bagi Kesehatan Tubuh

Intip beberapa khasiat konsumsi biji bunga matahari bagi kesehatan tubuh berikut ini, yuk! Kira-kira apa saja?

8 Khasiat Rutin Konsumsi Jamur untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Intip sejumlah khasiat rutin konsumsi jamur untuk kesehatan tubuh yang jarang diketahui berikut ini. Apa saja, ya?

Laba Bisnis Anda Bohong? EBITDA Ungkap Kekuatan Asli Operasional

Banyak pebisnis mengira laba bersih adalah uang tunai. Waspada, beban non-operasional bisa menekan kas. Kalkulasi EBITDA Anda sangat berpengaruh.

Bukan 50%, Ternyata Ini Batas Aman Cicilan Ideal dari Total Gaji Anda

Punya cicilan tapi gaji pas-pasan? Ketahui batas aman 30% dari total penghasilan Anda agar keuangan tetap sehat. Cek kalkulasi dan strateginya.