MOMSMONEY.ID - Simak cara cerdas mendekorasi rumah dengan melanggar aturan lama agar hunian Anda terasa lebih nyaman, personal, dan relevan ke depan.
Pindah ke rumah atau apartemen baru sering jadi momen yang menyenangkan sekaligus bikin pusing. Banyak orang akhirnya memilih jalan aman dengan mengikuti aturan dekorasi yang sudah lama dipercaya.
Padahal, kebutuhan hunian saat ini jauh lebih beragam dan personal. Melansir dari Real Simple, para desainer interior justru menilai beberapa aturan klasik sebaiknya ditinggalkan.
Rumah yang baik bukan hanya enak dilihat, tetapi juga mendukung emosi dan aktivitas penghuninya.
“Desain yang berhasil adalah desain yang terasa tepat untuk penghuninya, bukan sekadar mengikuti teori,” ujar Isabella Patrick, pendiri Isabella Patrick Interiors.
Baca Juga: Tren Ruang Tamu 2026 Terbaru yang Lebih Personal, Nyaman dan Cocok untuk Hunian
Mengapa aturan dekorasi lama sudah tidak selalu relevan?
Aturan dekorasi lahir dari kebiasaan dan kondisi zaman tertentu. Kini, ukuran rumah lebih beragam, gaya hidup lebih fleksibel, dan kebutuhan tiap penghuni berbeda.
Desainer interior berpengalaman sepakat bahwa fungsi dan rasa nyaman jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti pakem visual yang kaku.
Simetri tidak wajib untuk menciptakan keseimbangan
Banyak orang menganggap ruangan harus simetris agar terlihat rapi. Faktanya, keseimbangan bisa dibangun lewat alur ruang, pencahayaan, dan komposisi furnitur yang terasa natural.
Penataan asimetris sering kali justru membuat ruangan terasa lebih hidup dan tidak kaku.
Logam berbeda dalam satu ruang bukan masalah
Anggapan bahwa semua logam harus serasi sudah mulai ditinggalkan. Menggabungkan stainless steel, hitam doff, hingga aksen kuningan bisa menciptakan karakter yang kuat. Kuncinya ada pada penataan yang disengaja agar tetap terlihat selaras.
Warna gelap justru bisa menghidupkan ruang kecil
Banyak orang menghindari warna gelap di ruangan sempit karena takut terasa sesak. Padahal, warna gelap dapat menciptakan kedalaman dan suasana yang intim. Dengan pencahayaan yang tepat, ruang kecil bisa terasa lebih hangat dan berkelas.
Mencampur gaya membuat rumah terasa lebih personal
Menggabungkan furnitur dari berbagai era atau gaya tidak akan merusak tampilan rumah. Justru, kombinasi ini menciptakan cerita dan identitas yang unik. Rumah pun terasa lebih berlapis dan mencerminkan kepribadian pemiliknya.
Baca Juga: Inspirasi Menata Garasi Rumah biar Lebih Rapi, Fungsional dan Mudah Dirawat
Penempatan karya seni tidak harus sejajar mata
Aturan menggantung seni setinggi mata sering membuat ruangan terasa formal. Memvariasikan ketinggian karya seni dapat menciptakan ritme visual yang menarik. Mata akan bergerak mengikuti alur ruang, membuat rumah terasa lebih dinamis.
Kamar anak bukan alasan memilih furnitur asal
Menganggap kamar anak hanya butuh furnitur murah sering berakhir dengan pemborosan. Furnitur berkualitas yang fleksibel justru bisa digunakan lebih lama seiring pertumbuhan anak. Pendekatan ini lebih hemat dan ramah lingkungan.
Furnitur tidak harus menempel dinding
Menempelkan semua furnitur ke dinding sering dilakukan agar ruangan terasa luas. Namun, menata sofa atau kursi sedikit ke tengah bisa menciptakan area interaksi yang lebih hangat. Ruangan pun terasa lebih mengundang dan nyaman.
Karpet di ruang makan bisa jadi nilai tambah
Tak sedikit orang menghindari karpet di ruang makan karena takut kotor. Padahal, karpet bermotif mampu menyamarkan noda dan memberi kehangatan visual. Tanpa karpet, ruang makan sering terasa dingin dan kurang menyatu.
Sofa besar bukan solusi tunggal untuk keluarga
Sofa besar sering dianggap paling cocok untuk keluarga. Kenyataannya, kombinasi beberapa kursi dengan ukuran berbeda memberi kebebasan bergerak dan kenyamanan personal. Setiap orang tetap bisa merasa terhubung tanpa merasa sesak.
Baca Juga: Tren Desain Ruang Tamu yang Hangat, Santai, dan Nyaman untuk Hunian di 2026
Berani melanggar aturan demi rumah yang lebih bermakna
Bermain aman dalam dekorasi sering membuat rumah kehilangan karakter. Keberanian memilih elemen yang memicu emosi justru membuat hunian terasa istimewa.
Jika suatu elemen membuat Anda merasa senang atau terkejut, besar kemungkinan itulah yang dibutuhkan rumah Anda.
Dekorasi rumah tidak harus terikat aturan lama. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan berani, hunian bisa menjadi ruang yang nyaman, fungsional, dan mencerminkan kepribadian penghuninya.
Melanggar aturan dengan pertimbangan matang justru membuka peluang menciptakan rumah yang benar-benar terasa hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.
Selanjutnya: Saham Bank Lesu di Perdagangan Perdana 2026, Begini Rekomendasi Analis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News