MOMSMONEY.ID - Ini dia beberapa tanda kekurangan konsumsi serat pada tubuh. Apa sajakah itu? Mari intip di sini!
Serat sering dianggap sepele karena tidak memberikan energi seperti karbohidrat atau protein. Padahal, perannya sangat besar dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh, terutama sistem pencernaan.
Pola makan modern yang minim sayur, buah, dan biji-bijian membuat asupan serat harian sering kali jauh dari kebutuhan ideal. Akibatnya, tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda tertentu yang kerap tidak disadari.
Kekurangan serat tidak selalu langsung terasa parah. Gejalanya muncul perlahan dan sering dianggap masalah ringan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Baca Juga: 13 Rekomendasi Makanan Tinggi Serat untuk Mencukupi Kebutuhan Serat Harian
Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa tanda kekurangan konsumsi serat pada tubuh:
1. Sering Mengalami Sembelit
Serat terbagi menjadi dua jenis, yaitu serat larut dan serat tidak larut. Keduanya penting untuk pencernaan, tetapi serat tidak larut berperan besar dalam melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit. Serat ini bisa ditemukan pada biji-bijian utuh, dedak gandum, dan sayuran.
Jika asupan serat kurang, sembelit bisa muncul sesekali. Saat ingin meningkatkan konsumsi serat, sebaiknya dilakukan secara bertahap agar pencernaan tidak kaget dan menimbulkan keluhan lain. Selain itu, pastikan juga minum air yang cukup karena cairan membantu serat bekerja lebih efektif dalam melancarkan pencernaan.
2. Pola Makan Didominasi Makanan Olahan
Sebagian besar pola makan modern dipenuhi oleh makanan olahan, padahal jenis makanan ini umumnya rendah serat. Buah dan sayuran utuh justru menjadi pilihan yang lebih baik karena mudah dikonsumsi dan kaya serat.
Serat pada buah dan sayur paling banyak terdapat di bagian kulitnya. Sayangnya, bagian ini sering hilang saat makanan diproses. Contohnya, kentang panggang dengan kulit mengandung serat lebih tinggi dibandingkan keripik kentang. Begitu juga apel utuh yang jauh lebih kaya serat dibandingkan saus apel kemasan.
Baca Juga: 8 Makanan yang Mengandung Banyak Serat untuk Stabilkan Gula Darah
3. Kadar Gula Darah dan Kolesterol Tinggi
Serat memiliki peran penting dalam membantu mengontrol gula darah dan menurunkan risiko diabetes. Makanan tinggi serat dicerna lebih lambat, sehingga gula tidak langsung masuk ke aliran darah dalam jumlah besar. Hal ini membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan.
Serat larut yang terdapat dalam kacang-kacangan, polong-polongan, serta beberapa jenis buah dan sayur juga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Serat ini bekerja dengan cara mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan membuangnya sebelum diserap oleh tubuh.
4. Mudah Kembung Saat Makan Makanan Berserat
Orang yang jarang mengonsumsi serat biasanya akan merasa kembung, bergas, atau mengalami kram perut saat mulai makan makanan berserat tinggi. Ini terjadi karena sistem pencernaan belum terbiasa mengolah serat dalam jumlah cukup.
Agar lebih nyaman, tambahkan serat secara perlahan, misalnya sekitar 5 g per hari, hingga mencapai kebutuhan harian. Seiring waktu, tubuh akan beradaptasi dan keluhan pencernaan tersebut biasanya akan berkurang atau hilang dengan sendirinya.
Baca Juga: 7 Pilihan Buah Tinggi Serat untuk Pasien Asam Urat
Itulah beberapa tanda kekurangan konsumsi serat pada tubuh. Semoga bermanfaat.
Selanjutnya: Perkuat Customer Centricity, Begini Agenda Transformasi Bisnis IFG pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News