MOMSMONEY.ID - BRI Danareksa Sekuritas membagikan ide trading saham untuk perdagangan Kamis (7/5/2026).
Sejumlah saham yang menjadi perhatian hari ini antara lain ESSA, ENRG, KOTA, dan HEAL.
Namun perlu dicatat, rekomendasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan tujuan serta profil risiko masing-masing investor.
Berikut rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini.
Baca Juga: Simak 4 Rekomendasi Saham dari Kiwoom Sekuritas untuk Hari Ini (7/5)
1. ESSA — Buy (Swing Trade
Pergerakan saham ESSA sedang mengalami pullback dengan level support pada area 825–865. Selama masih berada di atas level tersebut, saham ini berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di 955–995.
- Buy: 865–905
- R1: 955
- R2: 995
- SL: <825
2. ENRG — Buy (Day Trade)
Secara teknikal, saham ENRG berhasil memantul dari level support fibonacci pada area 1.610–1.710 dan berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance terdekat di 1.895–2.120.
- Buy: 1.750–1.820
- R1: 1.895
- R2: 2.120
- SL: <1.650
Baca Juga: IHSG Masih Rawan Koreksi, Cek 4 Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (7/5)
3. KOTA — Buy (Day Trade)
Pergerakan saham KOTA dalam jangka pendek membentuk pola bullish continuation. Selama berada di atas neckline 151, terdapat peluang penguatan lanjutan menuju resistance 167–176.
- Buy: 155–160
- R1: 167
- R2: 176
- SL: <150
4. HEAL — Sell
Pergerakan saham HEAL masih berada dalam tren bearish dengan peningkatan volume jual yang signifikan. Investor diimbau mewaspadai potensi pelemahan lanjutan menuju support berikutnya di level 985.
- Last Price: 1.025
- Next Support: 985
Baca Juga: Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Hari Ini (7/5)
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memproyeksikan pergerakan IHSG cenderung terbatas karena sudah mendekati area resistance pasca rebound. Support berada di kisaran 6.920–7.000, sementara resistance berada di area 7.100–7.160.
Selain itu, pasar juga akan mencermati perkembangan geopolitik serta pergerakan rupiah menjelang rilis data cadangan devisa akhir pekan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News