MOMSMONEY.ID - Sepuluh siswa dari Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ) membawa pulang penghargaan International Young Inventor Award setelah mempresentasikan Traffigo, sistem manajemen lalu lintas dan koordinasi penjemputan siswa berbasis aplikasi mobile di Bangkok, Thailand.
Penghargaan tersebut diserahkan di acara inovasi internasional Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 yang berlangsung pada 5-9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC).
Tim dari MISJ tersebut meraih penghargaan di acara yang juga diikuti oleh 883 tim dari 24 negara. Tak hanya inovator muda dari Indonesia atau Asia, tetapi juga diikuti oleh innovator muda dari berbagai belahan dunia.
Penghargaan untuk platform Trafigo dilakukan karena aplikasi ini memanfaatkan pelacakan GPS dan notifikasi real-time untuk mengurangi kemacetan di sekitar sekolah. Solusi ini telah diuji coba di tiga sekolah swasta dan negeri di Jakarta Selatan yang dikenal memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi pada jam penjemputan siswa.
Baca Juga: Promo Hypermart Weekday Periode 13-15 Januari 2026, Baby Pakchoy Beli 1 Gratis 1
Inovator mudah yang tergabung dalam Traffiqo itu antara lain; Zihny Amartya Equinarru, Arga Aryasena Wiradisuria, Tala Razzaq Nugroho, Erlangga Widyadhana, Jason Hamoraon Raharja, Affan Zalman Madjid, and Muhammad Fathir Iksya.
Tim ini tidak hanya meraih medali emas, tetapi juga memperoleh Special Award dari Nizhny Novgorod State Technical University, serta dianugerahi International Young Inventor Award, yaitu penghargaan tertinggi kategori youth pada IPITEx 2026.
“Sangat menyenangkan bisa mempresentasikan proyek kami dan melihat berbagai inovasi dari booth-booth lain. Dengan bimbingan para mentor, kami belajar bagaimana menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan mengajak orang berdiskusi. Tanpa mereka, kami tidak mungkin bisa meraih pencapaian ini,” kata salah satu anggota tim, Zihny Amartya Equinarru dalam siaran persnya Selasa (13/1).
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Selasa (13/1)
Selain Traffigo, sekolah MISJ juga meraih medali emas melalui beberapa tim lain dengan inovasi berbasis teknologi dan berdampak nyata. Seperti inovasi Dermatect sistem skrining kanker kulit (melanoma) non-invasif berbasis automated machine learning (AML) yang telah diuji di RS Kanker Dharmais, Jakarta, serta meraih Special Award dari Hongkong Dream Technology.
Kemudian penghargaan juga dibawa pulang oleh tim CritterCoach, aplikasi self-care berbasis AI untuk membangun disiplin dan konsistensi pada atlet remaja, yang telah diuji di Jakarta Selatan.
Kemudian tim TempGo dengan sistem pengantaran makanan pintar berbasis IoT dengan mekanisme pemanas dan pendingin terintegrasi untuk menjaga kualitas makanan selama distribusi, yang telah diuji di Jakarta Selatan.
“Prestasi ini membuktikan siswa MISJ mampu bersaing di panggung internasional melalui inovasi yang berdampak nyata. Kami sangat bangga melihat keberanian, kreativitas, dan kerja keras mereka. Ini bukan semata tentang medali, tetapi tentang membangun karakter pembelajar global yang mampu berpikir kritis dan solutif,” kata Kepala Sekolah MISJ, Aloysius Songky Widya Ananta.
Capaian MISJ di IPITEx 2026 menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis inovasi, kolaborasi lintas disiplin, dan pemecahan masalah nyata mampu melahirkan generasi muda Indonesia yang kompetitif secara global. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta inovasi internasional, melalui karya dan gagasan para inovator mudanya.
Selanjutnya: 25 Ucapan Isra Miraj 2026: Doa Terbaik Penguat Iman dan Penenang Hati
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News