MOMSMONEY.ID - Pasangan meninggal? Kenali 10 langkah penting yang perlu dilakukan, mulai dari dokumen kematian, warisan, rekening, hingga perlindungan diri.
Kehilangan pasangan bukan hanya menghadirkan duka, tetapi juga membuat banyak urusan penting harus tetap berjalan. Pada masa seperti ini, mengambil keputusan besar tentu terasa jauh lebih berat karena pikiran masih dipenuhi kesedihan.
Karena itu, tidak semua hal perlu diselesaikan sekaligus dan Anda berhak meminta bantuan keluarga atau orang yang dipercaya.
Melansir dari Sun Life, sejumlah urusan administratif, keuangan, hingga dokumen legal memang perlu diperhatikan setelah pasangan meninggal dunia.
Baca Juga: 7 Prinsip Charlie Munger yang Bisa Mengubah Cara Berpikir dan Meraih Sukses
10 hal yang perlu dilakukan setelah pasangan meninggal dunia
Berikut beberapa langkah yang dapat dijadikan panduan agar urusan penting tidak terlewat. Urutan pelaksanaannya bisa berbeda sesuai kondisi keluarga, dokumen yang tersedia, serta aturan yang berlaku di Indonesia.
Minta bantuan untuk urusan hukum dan keuangan
Mengurus harta peninggalan ketika sedang berduka bukan pekerjaan ringan. Jika terdapat wasiat, aset, utang, rekening, maupun persoalan kepemilikan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan pihak profesional yang kompeten.
Anda juga tidak harus mengerjakan semuanya sendirian. Mintalah anggota keluarga atau teman tepercaya untuk menemani ketika menghadiri pertemuan penting, mencatat informasi, atau membantu mengumpulkan dokumen.
Urus pemakaman dan dokumen kematian
Jika pasangan belum memiliki rencana pemakaman, keluarga perlu menentukan pengaturan yang sesuai dengan kondisi dan kesepakatan bersama.
Selain memastikan proses pemakaman berjalan, perhatikan pula dokumen kematian. Simpan beberapa salinan dokumen tersebut karena kemungkinan diperlukan untuk berbagai urusan administratif, termasuk pengurusan aset dan klaim yang menjadi hak ahli waris.
Periksa hak atau bantuan yang mungkin diterima keluarga
Setelah pasangan meninggal, periksa apakah ada hak finansial, santunan, manfaat pekerjaan, atau fasilitas lain yang dapat diterima keluarga.
Untuk pembaca di Indonesia, sumber dan jenis manfaat tentu berbeda dengan sistem di Kanada yang menjadi konteks artikel Sun Life. Karena itu, jangan langsung menerapkan ketentuan CPP, QPP, atau program pemerintah Kanada ke Indonesia.
Pastikan informasi mengenai hak ahli waris dikonfirmasi melalui lembaga resmi yang berkaitan dengan status pekerjaan, kepesertaan, atau program yang dimiliki pasangan.
Hubungi perusahaan tempat pasangan bekerja
Jika pasangan masih bekerja ketika meninggal dunia, keluarga sebaiknya menghubungi bagian personalia atau pihak perusahaan.
Tanyakan mengenai hak yang masih harus diselesaikan, seperti gaji yang belum dibayarkan, dana pensiun, manfaat karyawan, jaminan tertentu, atau dokumen administrasi yang perlu diproses.
Mantan tempat kerja juga dapat dihubungi apabila pasangan pernah memiliki program pensiun atau manfaat lain yang masih berjalan.
Baca Juga: Waspada Phishing Link dan Telepon Asing, Begini Tips Melindungi Data Pribadimu
Periksa dan ajukan klaim dari polis yang dimiliki
Cari tahu apakah pasangan mempunyai polis perlindungan jiwa atau produk perlindungan lain yang memberikan manfaat kepada penerima yang ditunjuk.
Jika Anda tercatat sebagai penerima manfaat, siapkan dokumen yang diminta oleh perusahaan terkait. Umumnya, dokumen kematian dan identitas menjadi bagian dari proses verifikasi, tetapi persyaratan dapat berbeda pada setiap polis.
Jangan lupa memeriksa dokumen lama, arsip digital, surat elektronik, atau catatan keuangan untuk menemukan informasi mengenai polis yang mungkin belum diketahui keluarga.
Beri tahu bank dan lembaga keuangan
Inventarisasi rekening dan produk keuangan yang dimiliki pasangan. Bedakan antara rekening bersama dan rekening yang hanya menggunakan nama pasangan.
Jangan mengambil keputusan terhadap aset atau rekening milik pasangan tanpa memahami status hukumnya. Jika diperlukan, tanyakan kepada bank mengenai prosedur yang harus ditempuh oleh ahli waris atau pihak yang berwenang.
Pada tahap ini, dokumen seperti identitas, dokumen kematian, dan dokumen waris dapat menjadi penting.
Tutup akun dan langganan yang tidak lagi diperlukan
Setelah urusan utama mulai tertata, buat daftar akun yang menggunakan nama pasangan. Beberapa di antaranya dapat berupa:
- Kartu kredit dan rekening tertentu.
- Layanan telepon dan internet.
- Keanggotaan atau layanan berbayar.
- Langganan aplikasi digital.
- Penyimpanan cloud.
- Akun belanja dengan pembayaran otomatis.
- Akun media sosial dan layanan digital lainnya.
Selain mengurangi tagihan yang tidak diperlukan, penataan akun juga membantu mengurangi risiko penyalahgunaan identitas atau akun setelah seseorang meninggal.
Tinjau kembali wasiat dan surat kuasa
Kematian pasangan dapat mengubah kondisi keluarga secara signifikan. Karena itu, dokumen hukum milik Anda sendiri sebaiknya ditinjau kembali.
Perhatikan siapa yang tercantum sebagai penerima manfaat, pihak yang diberi kuasa, serta pengaturan untuk anak jika ada. Jika isi dokumen sudah tidak sesuai dengan kondisi terbaru, konsultasikan perubahan tersebut dengan profesional hukum.
Jangan mengubah dokumen penting hanya berdasarkan informasi dari internet. Pastikan prosedurnya sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
Baca Juga: 10 Solusi Keuangan Mendadak Tanpa Pinjol, Bisa Dicoba Saat Butuh Dana
Evaluasi kepemilikan rumah dan aset lainnya
Aset yang sebelumnya dimiliki bersama pasangan perlu diperiksa status kepemilikannya. Hal ini dapat mencakup rumah, tanah, kendaraan, rekening, investasi, hingga aset bernilai lainnya.
Jangan terburu-buru menjual rumah atau memindahkan aset hanya karena sedang berada dalam tekanan emosional. Keputusan besar akan lebih baik dilakukan setelah kondisi mulai stabil dan status hukum aset sudah jelas.
Jika perlu, buat terlebih dahulu daftar seluruh aset dan dokumen pendukungnya.
Waspadai penipuan saat kondisi sedang berduka
Orang yang baru kehilangan pasangan dapat menjadi sasaran pihak yang memanfaatkan kondisi emosional atau ketidaktahuan mengenai harta peninggalan.
Karena itu, berhati-hatilah terhadap orang yang tiba-tiba menawarkan jasa, meminta uang, meminta data pribadi, atau mendesak Anda mengambil keputusan finansial.
Sebelum menyetujui transaksi atau memberikan informasi sensitif, lakukan verifikasi dan bila perlu mintalah pendapat orang yang dipercaya.
Jangan terburu-buru mengambil keputusan besar
Tidak semua urusan harus selesai dalam beberapa hari. Sebagian administrasi memang perlu segera ditangani, tetapi keputusan seperti menjual rumah, memindahkan aset dalam jumlah besar, atau mengubah seluruh rencana keuangan dapat dipertimbangkan setelah keadaan lebih tenang.
Membuat daftar pekerjaan juga dapat membantu. Tandai mana yang mendesak, mana yang bisa dilakukan beberapa minggu kemudian, dan mana yang dapat didelegasikan kepada orang lain.
Pada akhirnya, mengurus berbagai persoalan setelah pasangan meninggal merupakan proses yang membutuhkan waktu. Selain menyelesaikan administrasi, berikan pula ruang bagi diri sendiri untuk berduka, mengenang kehidupan bersama, dan menerima bahwa pemulihan setiap orang memiliki waktunya masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News