M O M S M O N E Y I D
AturUang

Yuk Mengenal Reksadana Saham

Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.ID – Moms ingin investasi di reskadana? Saat ini, reksadana menjadi pilihan investasi karena memiliki risiko yang dapat terukur. Produk reksadana ini ada tiga macam, yaitu reksadana saham, reksadana campuran, dan reksadana pendapatan tetap.

Salah satu yang akan dibahas kali ini adalah reksadana saham. Nah, reksadana ini adalah minimal terdiri dari 80% instrumen ekuitas (saham) dan sisanya diinvestasikan pada instrumen pasar uang atau obligasi. Oleh karena itu, reksadana saham cocok untuk investor dengan kebutuhan likuiditas rendah, profil risiko agresif, dan tujuan investasi memperoleh growth dalam jangka panjang. 

Meskipun reksadana saham berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan Instrumen pasar uang dan obligasi, potensi risiko juga lebih tinggi. Pasalnya, Manajer Investasi (MI) akan menempatkan dana investasi ke berbagai jenis saham mengikuti strategi yang paling optimal sesuai dengan ketentuan kebijakan investasi dan perkembangan pasar terkini. 

Ketika pertama kali berinvestasi di reksadana saham, investor dapat mempertimbangkan strategi akumulasi bertahap untuk meminimalisir volatilitas yang terlalu signifikan di portofolio.

Jenis-Jenis Reksadana Saham

Reksadana saham dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kategori berikut.

1. Cara Pengelolaan:

  • Aktif : reksadana yang dikelola dengan melakukan pemilihan saham secara aktif dengan tujuan mengungguli performa indeks acuan (misalnya IHSG atau LQ45) atau tolok ukurnya.
  • Pasif  reksadana yang kinerjanya menyerupai kinerja indeks acuan yang sudah ditentukan, biasa dikenal dengan reksadana indeks. Artinya, MI hanya perlu mencapai performa mendekati indeks acuan dan tidak berinvestasi pada saham-saham di luar indeks walaupun saham tersebut dianggap memiliki prospek yang bagus.

2. Kapitalisasi Pasar:

Merupakan salah satu indikator dalam menentukan nilai perusahaan, dihitung dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga saham. Kapitalisasi pasar suatu perusahaan biasa dibagi menjadi 2 kategori, yaitu saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) dan saham berkapitalisasi pasar kecil-menengah (small-mid cap). Berikut merupakan karakteristik keduanya.

Big Cap

Small-Mid Cap

Kapitalisasi Pasar

Besar

(> IDR 100 triliun)

Kecil – Menengah

(≤ IDR 100 triliun)

Volatilitas*

Volatilitas harga berpotensi lebih tinggi karena volume yang diperdagangkan tinggi oleh investor luas

Volatilitas harga terkadang lebih rendah karena nilai perdagangan yang cenderung rendah. Saham ini seringkali diperdagangkan oleh jumlah investor yang lebih sedikit

Valuasi

Cenderung lebih tinggi

Cenderung lebih rendah 

Likuiditas

Lebih likuid

Kurang likuid

Potensi Pertumbuhan

Harga saham cenderung sudah tinggi sehingga potensi kenaikan harga lebih terbatas

Harga saham cenderung lebih rendah sehingga potensi kenaikan harga lebih besar 

Di Indonesia, investor dapat memantau pergerakan saham-saham big cap dengan melihat pergerakan indeks LQ45 & small-mid cap dengan melihat indeks IDX SMC Composite.

Baca Juga: Berikut Ini 5 Ciri Anda Investor Sukses

3. Alokasi Geografis:

  • Domestik : reksadana yang berinvestasi ke perusahaan-perusahaan yang berada di negara asal dari Reksadana tersebut.
  • Developed market: Reksadana yang berinvestasi ke perusahaan-perusahaan yang berada di negara maju (developed market) seperti AS, Eropa, Jepang, dan negara maju lainnya.
  • Emerging market: Reksadana yang berinvestasi ke perusahaan-perusahaan yang berada di negara berkembang (emerging market) seperti India, Indonesia, Tiongkok, dan negara berkembang lainnya.

4. Alokasi Sektoral:

Reksadana yang berinvestasi pada industri atau sektor tertentu seperti sektor teknologi, finansial, properti, energi, dan sektor-sektor lainnya. Apabila investor membeli reksadana sektoral, MI hanya akan menginvestasikan dana investor ke sektor tertentu yang diyakini memiliki prospek yang baik ke depannya. Perlu diperhatikan bahwa reksadana sektoral lebih berisiko karena hanya terfokus pada sektor tertentu.

Baca Juga: Transaksi Teknikal di Pasar Saham Dominasi Aktivitas Investor Ritel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil French Open 2026: Putri dan Raymond/Joaquin juga Melangkah ke 8 Besar

Hasil French Open 2026 babak 16 besar, tunggal putri Putri Kusuma Wardani dan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juga ke perempatfinal.

Hasil French Open 2026: 2 Tunggal dan 1 Ganda Campuran Indonesia ke Perempatfinal

Hasil French Open 2026 babak 16 besar, Kamis (22/10), dua tunggal dan satu ganda campuran Indonesia melaju ke perempatfinal.

Prakiraan Cuaca Jakarta Besok Jumat (23/10), Hujan Ringan Turun di 5 Wilayah Ini

Prakiraan cuaca besok Jumat (23/10) di Jakarta mengacu ramalan BMKG, sejumlah wilayah turun hujan pada sore hari.

Aromanya Unik Khasiatnya Ciamik! Ini 7 Manfaat Natto, Bagus buat Bantu Turunkan BB

Manfaat natto bagi tubuh ternyata sangat luar biasa. Simak rahasia superfood Jepang ini dalam menjaga pencernaan, imun, hingga kesehatan jantung.

Jaga Keamanan Siber saat Melamar Kerja, Simak Berberapa Tips Berikut

Pencari kerja juga harus memahami informasi apa saja yang aman untuk dibagikan dan bagaimana cara melindungi akun dan perangkat mereka.

Ingin Tampak Bugar & Segar? Ini 7 Rahasia Cara Hidup Sehat dan Awet Muda secara Alami

Penuaan dini bisa Anda cegah dengan gaya hidup yang tepat. Simak panduan cara hidup sehat dan awet muda secara alami di sini.

Praktis & Sehat! Ini Manfaat Protein Bar untuk Diet serta Tips Memilihnya yang Tepat

Protein bar adalah camilan sehat dan praktis yang bisa menjaga energi serta memberi rasa kenyang. Simak manfaat dan cara tepat memilihnya.

Daun Cincau Ternyata Punya Potensi Ekspor Yang Menyegarkan

Ekspor daun cincau kering asal Jawa Tengah sudah menyebar ke sejumlah negara di Asia Tenggara hingga Tiongkok. 

Sadar Lemari Dorong Tanggung Jawab Masyarakat atas Limbah Pakaian

Founder Sadar Lemari Sarah Ratu Satriavi mengatakan, pakaian berbahan sintetis jika tidak diolah dengan benar akan menghasilkan zat berbahaya.

11 Provinsi Ini Masih Hujan Lebat, Berikut Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (23/10)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Jumat 23 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.