M O M S M O N E Y I D
Bugar

Waspada! Inilah Gejala Depresi yang Kerap Dialami Remaja

Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Inilah beberapa gejala depresi yang kerap dialami remaja dan sebaiknya orang tua harus mengetahuinya, agar bisa membantu mencari penanganan yang tepat.

Depresi remaja adalah masalah kesehatan mental serius yang dapat menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat secara terus-menerus. 

Kondisi ini memengaruhi cara remaja berpikir, merasakan, dan berperilaku, dan bisa menyebabkan masalah emosional, fungsional, dan fisik, dilansir dari Very Well Mind. 

Meskipun depresi dapat terjadi kapan saja dalam hidup, gejala depresi remaja mungkin berbeda dengan orang dewasa.  

Depresi pada remaja dapat menimbulkan konsekuensi serius dan membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Bagi kebanyakan remaja, gejala depresi dapat mereda dengan pengobatan, seperti pengobatan medis dan konseling psikologis.  

Depresi pada remaja bisa dipicu oleh beragam faktor, mulai dari lingkungan, perubahan hormon, pengalaman traumatis, hingga genetik atau faktor keturunan. 

Mengutip dari Very Well Mind, biasanya depresi pada remaja menimbulkan keluhan dan gejala berupa: 

Baca Juga: Waspada buat Generasi Milenial! Ini 5 Jenis Penyakit yang Sering Dialami Anak Muda

1. Mudah menangis, tersinggung, dan marah karena hal-hal yang sederhana 

2. Kehilangan minat dalam melakukan aktivitas sehari-hari 

3. Mudah menyalahkan diri sendiri 

4. Sulit berkonsentrasi, sering bolos, dan nilai pelajarannya turun 

5. Sulit tidur dan insomnia 

6. Mudah merasa lelah 

7. Sering sakit kepala atau sakit perut 

8. Tidak nafsu makan atau justru makan berlebihan 

Depresi pada remaja lebih sulit untuk terdeteksi, karena remaja memang sering mengalami perubahan mood.

Oleh karena itu, orang tua, keluarga, dan guru harus lebih peka terhadap perubahan perilaku remaja. 

Jika perubahan mood atau perilaku remaja terlihat berlangsung lama dan sampai mengganggu aktivitasnya, sebaiknya segera dibawa untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. 

Remaja yang mengalami depresi berisiko tinggi mengalami banyak masalah serius karena mereka bertujuan untuk mengatasi rasa sakit emosional yang dirasakan. 

Baca Juga: Moms, Inilah 5 Jenis Penyakit Autoimun pada Anak yang Perlu Anda Ketahui

Melansir dari Healthline, biasanya beberapa hal ini cenderung dilakukan oleh remaja yang mengalami depresi, antara lain: 

1. Menyakiti diri sendiri

Perilaku melukai diri sendiri yaitu secara sengaja dalam upaya untuk mencoba mengekspresikan atau mengendalikan rasa sakit batin. 

Tindakan ini seperti melukai diri sendiri, memukul diri sendiri, mencabut rambut, dan mencabut kulit. Perilaku impulsif ini dapat dilakukan berulang kali.  

2. Perilaku berisiko

Depresi juga meningkatkan perilaku berisiko pada remaja.

Tindakan tersebut seperti mengemudi sembarangan atau ugal-ugalan, melakukan hubungan seks bebas, atau terlibat dalam aktivitas ilegal. 

Konsekuensi dari tindakan ini sering kali dapat menghancurkan sekaligus mengubah hidup remaja.  

Baca Juga: Waspadai! Inilah Gejala Diabetes pada Wanita yang Perlu Anda Ketahui

3. Memiliki masalah sosial

Depresi dapat membuat remaja sulit berhubungan dengan orang lain. Ia akan sering merasa tidak berharga atau tidak layak diperhatikan orang lain. 

Remaja yang depresi juga cenderung menarik diri dari pergaulan, yang menyebabkan perasaan kesepian dan terisolasi.  

4. Merasa selalu bersaing dan mudah tersinggung

Kelelahan dan kekurangan energi adalah gejala umum depresi. Karena tingkat energi yang rendah, remaja mungkin merasa lebih sulit untuk berkompetisi dalam bidang akademis atau lainnya. 

Gejala umum lainnya, yaitu mudah tersinggung, kurang percaya diri, dan kesulitan bergaul dengan teman sebaya membuat partisipasi dalam bidang apapun menjadi tantangan.  

Jika anak menunjukkan gejala depresi, upayakan untuk mendekatinya, menenangkan, dan mencari solusi bersama. 

Itulah beberapa gejala depresi yang kerap dialami remaja dan sebaiknya orang tua harus mengetahuinya agar bisa membantu mencari penanganan yang tepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prediksi Ekuador vs Curacao (21/6): La Tri Wajib Menang Demi Jaga Asa Lolos

Prediksi Ekuador vs Curacao Piala Dunia 2026, duel Grup E pada 21 Juni pukul 07.00 WIB di Kansas City Stadium yang penuh gengsi.  

Tidak Boleh Asal, Ini 5 Cara Merawat Botol Parfum agar Aromanya Tahan Lama

Membeli parfum mahal ternyata belum tentu menjamin aroma awet. Simpan botol parfum di tempat gelap dan stabil suhunya.

Pilih Bra Biasa atau Sport Bra? Ketahui 4 Perbedaannya Sebelum Beli

Bingung mau beli bra biasa atau sport bra? Sebelum beli, ketahui dulu 4 perbedaan sport bra dan bra biasa ini.

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat