MOMSMONEY.ID -Saham PT Visi Media Asia Tbk Visi Media Asia Tbk (VIVA) kembali mencuri perhatian pelaku pasar seiring potensi katalis dari gelaran World Cup yang secara historis kerap mendorong lonjakan belanja iklan dan traffic media.
Kondisi ini dinilai dapat menguntungkan emiten berbasis konten dan penyiaran melalui peningkatan pendapatan iklan dari sektor FMCG, otomotif, hingga digital.
Selain faktor sentimen event global, VIVA juga dinilai menarik dari sisi valuasi. Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 850 miliar, pasar disebut belum sepenuhnya merefleksikan kepemilikan VIVA di PT Intermedia Capital Tbk Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang mencapai 83,2%, atau setara nilai implisit sekitar Rp 4,5 triliun. Kondisi ini memunculkan indikasi holding discount yang cukup lebar.
Analis Rudy Setiawan dari MNC Sekuritas menilai secara teknikal saham VIVA mulai menunjukkan penguatan.
Baca Juga: Rusia Siapkan Piala Dunia Tandingan untuk Negara yang Tak Lolos ke World Cup 2026
"Secara teknikal, VIVA mulai mengindikasikan potensi breakout, ditopang oleh peningkatan volume transaksi dalam beberapa periode terakhir. Ini biasanya menjadi early signal akumulasi,” ujarnya dalam keterangan resmi Senin (27/4).
Ia menambahkan, selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, peluang kenaikan masih terbuka.
"Risk-reward menjadi cukup menarik, terutama bagi trader jangka pendek yang mencari momentum berbasis sentimen event seperti World Cup,” tambahnya.
Kombinasi sentimen event global, potensi rerating valuasi, serta sinyal teknikal yang mulai menguat membuat VIVA dinilai layak dicermati untuk jangka pendek hingga menengah, terutama oleh investor dengan profil risiko agresif.
Harga VIVA pada Senin, 27 April 2026 pada sesi I melesat 9,62% ke Rp 57. Dalam sepekan, harganya sudah naik 29,55%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News