M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Valspar’s Prediksi Tren Warna Cat Dinding 2024 Jatuh pada Biru Terang

Valspar’s Prediksi Tren Warna Cat Dinding 2024 Jatuh pada Biru Terang
Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Tren warna cat dinding tahun 2024 adalah biru terang. Valpar’s memilih produknya yang bernama Renew Blue. 

Tren warna cat dinding 2024 Renew Blue ini mendefisikan suasana menenangkan dan cocok untuk meditasi.

Warna Renew Blue ini bisa Anda gunakan di kamar mandi hingga halaman belakang rumah. 

Baca Juga: Ini Lo, 7 Benda yang Bisa Anda Daur Ulang dan Jual Kembali 

Teras depan rumah biru muda Renew Blue
Teras depan rumah biru muda Renew Blue

Warna biru muda klasik ini terbuat dari warna abu-abu dan hijau laut yang memberikan kesan memberi semangat, terinspirasi dari alam, dan cocok untuk segala gaya, mulai dari elegan hingga pantai. 

Terinspirasi dari elemen seperti kabut, awan dan danau gletser, Renew Blue meningkatkan suasana hati sehari-hari. Mendorong ekspresi diri dan membangkitkan perasaan seimbang dan tenang dengan sentuhan spontanitas yang unik. 

Baca Juga: 9 Cara Menghilangkan Bau Kaki yang Tidak Sedap, Kenali Juga Penyebabnya 

“Biru adalah warna klasik yang menjadi warna netral baru di rumah masa kini dan dapat dipadukan dan dipadankan sesuai degan gaya desain apapun,” ungkap Direktur Pemasaran Warna Valspar Sue Kim, dilansir dari Better Homes & Gardens.

Desain rumah yang cocok untuk merawat diri sendiri telah menjadi tren yang banyak diminati beberapa tahun terakhir. Seluruh rumah didesain untuk meningkatkan semangat beraktivitas.

Nah, menggunakan tren warna cat dinding dari Valspar ini membuat rumah Anda serasa jadi tempat untuk membangkikan semangat untuk bekerja di rumah atau sekedar bersantai. 

Menggunakan tren warna cat dinding 2024 dari Valspar ini cocok menciptakan ruangan seperti di tempat SPA jika digunakan di kamar mandi Anda.

Warna Renew Blue menambahkan keceriaan dan semangat di kamar bayi Anda. Juga menciptakan suasana ramah di pintu utama Anda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Asisten Perjalanan AI Jojo the Rabit Bantu Pilih Paket Konektivitas Untuk Liburan

RoaminRabbit baru saja memperkenalkan Jojo the Rabbit, asisten virtual berbasis AI yang membantu wisatawan menemukan paket eSIM sesuai kebutuhan.

Berikut Kebiasaan Cara Bayar Masyarakat Indonesia, QRIS Paling Sering Digunakan

Laporan dari Xendit menunjukkan bahwa alasan utama konsumen membatalkan pembelian adalah tidak tersedianya metode pembayaran yang mereka inginkan.

Udara Kabur Mendominasi Sumatera Selatan Besok (21/10), Suhu Tertinggi Capai 37°C

BMKG memprakirakan cuaca Sumatera Selatan besok (21/10) didominasi udara kabur. Suhu tertinggi mencapai 37 derajat Celsius. Cek selengkapnya!

Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah, Pantau Cuaca Bali Besok (21/10)

BMKG memprakirakan cuaca di wilayah Bali cerah hingga cerah berawan pada Rabu (21/10). Suhu tertinggi mencapai 33 derajat Celsius.

Sumatera Barat Didominasi Udara Kabur Besok (21/10), Simak Prakiraan Lengkapnya

BMKG memprakirakan cuaca Sumatera Barat besok (21/10) didominasi udara kabur. Suhu udara berkisar 17–31 derajat Celsius. Cek prakiraan lengkapnya

Waspada Hujan di Sejumlah Wilayah, Pantau Cuaca Sumatera Utara Besok (21/10)

BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Sumatera Utara diguyur hujan ringan besok (21/10). Suhu udara mencapai 33 derajat Celsius.

Gunungkidul hingga Sleman Berawan, Cek Prakiraan Cuaca Yogyakarta Besok (21/10)

BMKG memprakirakan cuaca Yogyakarta besok (21/10) didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34°C. 

Prakiraan Cuaca Besok di Jawa Barat Mayoritas Cerah, Cek Selengkapnya

Cuaca Jawa Barat pada Rabu (21/10) didominasi cerah, sedangkan pada Kamis (22/10) didominasi berawan.

IHSG Selasa (20/10) Rebound 5,6%, Cek Saham Penghuni Top Gainers

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 282,28 poin atawa 5,65% ke level 5.278. Saham BBCA naik 7%.

Harga Buyback Emas Terkini, HRTA Turun Rp 20.000, Antam Masih Tertinggi

Harga buyback emas hari ini, Selasa (20/10), turun pada seluruh produk yang dipantau. HRTA mencatat penurunan terbesar.