MOMSMONEY.ID - Tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat membuat kebutuhan hidup sehari-hari semakin sulit dipenuhi. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, biaya energi, hingga daya beli yang belum sepenuhnya pulih mendorong sebagian orang mencari tambahan penghasilan. Namun, tidak semua memiliki kesempatan atau keterampilan untuk memperoleh pemasukan ekstra.
Dalam kondisi seperti ini, berutang kerap menjadi jalan keluar tercepat untuk menutupi kebutuhan yang mendesak. Kemudahan akses layanan keuangan digital juga membuat masyarakat semakin mudah memperoleh pinjaman, terutama melalui layanan pinjaman online (pinjol).
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026 menunjukkan outstanding pembiayaan pinjaman online telah mencapai Rp 102,07 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya pemanfaatan layanan pinjaman digital oleh masyarakat.
Meski dapat membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, utang tetap perlu dikelola secara hati-hati agar tidak menjadi beban keuangan di kemudian hari. Perencanaan yang matang sebelum mengajukan pinjaman menjadi kunci agar kondisi keuangan tetap sehat.
Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk Eri Budiono mengatakan, pinjaman atau kredit merupakan instrumen keuangan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dan tujuan finansial. Namun, penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan membayar di masa mendatang.
"Yang terpenting adalah memastikan bahwa pinjaman digunakan secara bijak, sesuai kebutuhan, dan disesuaikan dengan kemampuan membayar di masa depan," ujar Eri dalam keterangannya, Jumat (19/6).
Menurutnya, masyarakat juga perlu memastikan bahwa layanan pinjaman yang digunakan berasal dari lembaga keuangan yang legal, berizin, dan berada di bawah pengawasan OJK. Hal ini penting untuk menghindari risiko yang kerap muncul dari praktik pinjaman ilegal.
Eri menambahkan, meningkatnya pilihan layanan pinjaman saat ini harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat dan risikonya. Literasi keuangan yang baik akan membantu masyarakat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berutang
Sebelum mengajukan pinjaman, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar utang tidak menjadi masalah keuangan di kemudian hari:
-
Pahami tujuan berutang
Pastikan pinjaman digunakan untuk kebutuhan yang jelas. Utang produktif seperti modal usaha atau biaya pendidikan umumnya lebih bermanfaat dibanding utang konsumtif untuk kebutuhan yang tidak mendesak.
-
Sesuaikan dengan kemampuan membayar
Banyak perencana keuangan menyarankan total cicilan utang tidak melebihi 30%-35% dari penghasilan bulanan. Batas ini penting agar kebutuhan pokok lainnya tetap dapat terpenuhi.
-
Pilih lembaga keuangan yang legal
Pastikan pinjaman diperoleh dari bank, layanan Buy Now Pay Later (BNPL), atau perusahaan teknologi finansial yang telah berizin dan diawasi OJK.
-
Kelola utang secara disiplin
Gunakan dana pinjaman sesuai tujuan awal dan sisihkan dana cicilan segera setelah menerima penghasilan agar pembayaran tidak terlewat.
-
Bayar tepat waktu
Keterlambatan pembayaran dapat menimbulkan denda dan memperburuk kondisi keuangan. Jika memungkinkan, bayarlah cicilan lebih besar dari jumlah minimum agar utang lebih cepat lunas.
Di tengah kemudahan akses pinjaman digital saat ini, memahami risiko dan kemampuan finansial menjadi langkah penting sebelum mengambil utang. Dengan pengelolaan yang tepat, pinjaman dapat membantu memenuhi kebutuhan tanpa mengganggu kesehatan keuangan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News