MOMSMONEY.ID - Hati-hati karena ada beberapa makanan yang bikin asam urat naik, beberapa sering dikonsumsi saat sarapan lo.
Jika Anda menderita asam urat, hindari makanan yang tinggi purin seperti daging merah, beberapa jenis ikan dan jeroan.
Makanan-makanan ini dapat meningkatkan kadar asam urat dan menyebabkan penumpukan asam urat.
Rachel Meltzer Warren, dokter ahli gizi, menyampaikan, ada beberapa alternatif seperti biji-bijian utuh dan sayuran, produk susu rendah lemak, dan makanan yang kaya vitamin C.
Purin adalah senyawa kimia yang ditemukan secara alami dalam makanan dan dalam tubuh. Purin berasal dari makanan yang Anda makan. Ketika sistem pencernaan Anda memecah makanan ini, asam urat akan terbentuk sebagai produk sampingan.
Tubuh akan menyerap kembali sebagian besar asam urat, sedangkan sisanya dikeluarkan atau dibuang dari tubuh melalui urin dan feses. Namun, pada beberapa orang purin yang terlalu banyak menyebabkan penumpukan asam urat.
Baca Juga: Nyeri Sendi Hebat: Pria 31 Tahun Ini Idap Asam Urat, Begini Mencegahnya
Hiperurisemia dapat terjadi akibat mengonsumsi makanan tinggi purin, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit ginjal kronis, diabetes, hipertensi dan artritis psoriatik.
Makanan yang harus dihindari jika menderita asam urat
Dilansir dari Verywellhealth.com, hindari atau batasi makanan tinggi purin seperti berikut:
- Gula dan buah-buahan yang tinggi fruktosa.
- Makanan manis seperti kue dan roti.
- Makanan olahan.
- Daging merah dan jeroan.
- Ikan dan kerang.
Hindari atau batasi konsumsi jus buah
Jus buah memiliki kandungan gula fruktosa yang bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Fruktosa adalah bentuk gula alami yang ditemukan dalam beberapa makanan.
Fruktosa ditambahkan ke banyak produk sebagai sirup jagung tinggi fruktosa. Menghindari atau membatasi makanan tinggi fruktosa dapat membantu mengurangi gejala asam urat.
Jus buah dan minuman manis telah dikaitkan dengan hiperurisemia dan asam urat. Beberapa buah secara alami tinggi akan kandungan fruktosa, sehingga harus menghindari buah tinggi fruktosa seperti apel, pir, mangga, ara, semangka, dan buah kering.
Konsumsi ikan dan seafood pada pasien asam urat
Beberapa jenis seafood memiliki kandungan purin yang tinggi. Makanan jenis ini sebaiknya dihindari dalam diet ramah penderita asam urat, beberapa jenis ikan yang harus dihindari yakni:
- Ikan teri
- Ikan kod
- Ikan kembung
- Kerang
- Sarden
- Tuna
- Lobster
- Kepiting
- Udang
- Tiram
- Kerang
- Ikan salmon
Ikan berlemak seperti tuna dan salmon merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik dan umumnya dianggap sehat. Namun, kandungan purinnya cukup tinggi, pilih ikan yang kaya asam lemak omega-3 jenis lainnya.
Bumbu dan kecap yang mengandung ragi
Beberapa jenis ragi dan ekstrak ragi memiliki kandungan purin yang tinggi. Anda sebaiknya menghindari makanan dan suplemen yang mengandungnya. Ekstrak ragi biasanya ditemukan dalam:
- Beberapa jenis kecap.
- Sup dan semur kalengan.
- Makanan beku siap saji.
- Camilan asin.
Baca Juga: 5 Organ yang Terancam Rusak Akibat Asam Urat Tinggi, Waspada Gejala Diam-diam!
Makanan ramah asam urat yang bisa ditambahkan ke dalam diet
Beberapa makanan dapat membantu menurunkan kadar asam urat, meredakan serangan dan mencegah serangan di masa mendatang.
Makanan-makanan berikut dapat membantu meringankan asam urat dengan menurunkan kadar asam urat atau mengurangi asupan purin:
1. Ceri
Buah ceri bisa mencegah dan mengontrol kadar asam urat berlebih. Warna merah pekatnya berasal dari antosianin yang merupakan antioksidan dengan sifat antiinflamasi.
Meskipun tinggi fruktosa alami, ceri dapat membantu mengurangi asam urat dan menurunkan peradangan. Buah ceri umumnya dikonsumsi dalam bentuk segar, beku, jus, atau ekstrak.
Namun, tidak ada jumlah pasti yang harus dikonsumsi per hari untuk pencegahan asam urat. Untuk suplemen ekstrak ceri, sebaiknya ikuti dosis yang disarankan pada label nutrisi.
2. Makanan kaya vitamin c
Vitamin C adalah antioksidan yang terkenal, tetapi peran potensialnya dalam pengobatan asam urat dengan menurunkan kadar asam urat dalam darah kurang dikenal.
Asupan vitamin C yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena asam urat dengan risiko hingga 45% lebih rendah ketika mengonsumsi 1.500 miligram atau lebih vitamin C per hari.
Suplementasi vitamin C dengan dosis rata-rata 500 miligram per hari selama rata-rata 30 hari sedikit mengurangi kadar asam urat serum. Makanan yang kaya vitamin C antara lain:
- Buah-buahan sitrus seperti jeruk dan jeruk bali
- Buah Kiwi
- Stroberi
- Melon
- Paprika manis
- Brokoli, kembang kol dan kubis)
- Kentang panggang
- Tomat
3. Makanan rendah purin
Salah satu pendekatan diet yang direkomendasikan dalam mengelola asam urat adalah mengurangi asupan purin dari makanan. Makanan rendah purin meliputi:
- Buah beri dan buah jeruk.
- Produk susu tanpa lemak dan rendah lemak.
- Makanan protein nabati seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan.
- Telur dalam jumlah sedang.
- Roti dan pasta, nasi, kentang.
- Sayuran.
4. Biji-bijian utuh
Beberapa sayuran memiliki kandungan purin yang lebih tinggi. Namun, tubuh memproses purin nabati secara berbeda. Purin nabati tidak meningkatkan risiko asam urat dan bahkan dapat menurunkan risikonya.
Konsumsi makanan nabati dengan kandungan purin tinggi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari diet nabati dapat ditoleransi dengan aman. Itulah informasi menarik yang menjelaskan tentang beberapa makanan yang bikin asam urat naik.
Selanjutnya: Investor Panik, Duit Asing Kabur Rp 1,9 Triliun, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News