M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Ternyata Ini 5 Sejarah Unik Terciptanya Tradisi Memajang Pohon Natal

Penulis: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Tahukah Anda, setiap dekorasi Natal yang Anda pasang di rumahmu ternyata punya asal usul dan sejarah panjang pada berabad-abad sebelumnya?

Seluruh dekorasi Natal tersebut ada yang tercipta karena kesengajaan, ada pula yang hadir karena ketidaksengajaan.

Jangan sampai ketinggalan informasi, yuk simak beragam sejarah unik terciptanya tradisi natal klasik, berikut ini.

Baca Juga: 5 Film Natal dari Korea Beragam Genre Mulai Romantis sampai Thriller

Pohon natal

Tradisi memasang pohon natal di bulan Desember ternyata dimulai dari sini.

Melansir dari Better Home and Garden, masyarakat Inggris sejak abad ke-15 telah memasang pohon cemara tanpa dekorasi di perayaan Natal. Namun di abad ke-16, tepatnya di Jerman, barulah pohon tersebut dihias dengan aneka macam dekorasi.

pohon natal, perayaan natal
pohon natal, perayaan natal

Ceritanya dimulai dari umat Kristiani yang membawa pohon cemara ke dalam rumah mereka untuk merayakan Natal & menghiasnya dengan lilin yang melambangkan bintang di atas Betlehem.

Di tahun-tahun berikutnya, popularitas pohon Natal meningkat pesat & orang-orang menghiasnya dengan aneka makanan seperti apel, permen, kue jahe, dan aneka manisan lainnya.

Baca Juga: 7 Festival Perayaan Natal di Seluruh Dunia yang Unik dan Meriah

Tinsel

Tinsel, Sejarah Unik Terciptanya Tradisi Natal Klasik
Tinsel, Sejarah Unik Terciptanya Tradisi Natal Klasik

Dekorasi Natal kurang meriah jika tak ada tinsel atau rumbai-rumbai pada pohon natal. Tinsel merupakan dekorasi untaian memanjang yang berasal dari kertas perak, mas, dan timah.

Melansir dari Bobvila, tinsel di masa lalu menunjukkan simbol status seseorang. Pada tahun 1610, perak menjadi komoditas berharga bagi orang Jerman. Lantas mereka memajang untaian perak yang kemudian dikenal dengan nama tinsel.

Tinsel tak cuma menunjukkan kekayaan seseorang, tetapi juga memantulkan cahaya lilin yang ditempatkan di pohon Natal.

Baca Juga: 7 Inspirasi Model Rambut Cantik untuk Rayakan Natal, Mudah Dikreasikan

Lampu pohon natal

perayaan Natal
perayaan Natal

Lampu pohon natal ternyata ada kaitannya dengan sejarah penemuan lampu pijar oleh Thomas Alfa Edison.

Dirangkum dari Tribunnews dan Bobvila, dikatakan bahwa Thomas Edison menciptakan rangkaian lampu pertamanya di tahun 1880 & meletakkannya di sekitaran kantor.

Di tahun 1882, rekan Edison, yakni Edward H. Johnson kemudian merangkai 80 bohlam berwarna merah, putih, dan biru untuk hiasan pohon natal listrik. Lampu yang dibuat pun berukuran kecil, hanya sebesar biji kenari.

Baca Juga: 6 Lagu Natal Legendaris yang Masih Populer Sampai Sekarang

Gingerbread House

Gingerbread House, Sejarah Unik Terciptanya Tradisi Natal Klasik
Gingerbread House, Sejarah Unik Terciptanya Tradisi Natal Klasik

Asal usul tradisi Natal klasik, yakni kue jahe berbentuk rumah, ternyata sudah ada sejak abad ke-16 di Jerman.

Kisah dongeng Hansel & Gretel lah yang mempopulerkan kue jahe ini di awal tahun 1800-an hingga saat ini.

Baca Juga: 6 Ide Kegiatan Untuk Mengisi Liburan Natal Hingga Tahun Baru

Dekorasi Natal bernuansa merah & hijau

Merah & hijau telah sangat lama menjadi simbol warna Natal.

Asal usulnya 2 warna Natal ini diyakini terjadi pada zaman Romawi kuno. Dahulu kala di bulan Desember, rumah-rumah dihiasi tanaman hijau yang berbuah beri merah.

Tradisi Unik Perayaan Natal di Negara-negara Asia
Tradisi Unik Perayaan Natal di Negara-negara Asia

Baca Juga: 5 Tips Menghias Pohon Natal Menurut Feng Shui, Menarik Energi Positif

Ada juga kepercayaan dari bangsa Celtic kuno yang mempercayai bahwa merah & hijau merupakan simbol kemakmuran di tengah musim dingin.

Sementara itu di zaman Victoria, warna merah dan hijau dipakai sebagai dekorasi Natal.

Kemudian pada abad ke-20, Coca Cola menggunakan kedua warna ini dalam iklan Natal mereka, sehingga hingga kini kedua merah dan hijau dikenal sebagai warna khas Natal.

Itulah asal usul terciptanya aneka tradisi Natal klasik yang perlu Anda ketahui.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ingin Merangsang Kolagen Alami Kulit? Kenali Perawatan Berbasis PLLA

​Stimulasi kolagen menjadi salah satu pendekatan dalam perawatan estetika untuk membantu menjaga elastisitas dan kekencangan kulit.

8 Barang di Ruang Tamu yang Perlu Disingkirkan biar Rumahmu Betah Seharian

8 barang di ruang tamu ini ternyata bisa membuat rumah terasa sempit dan kurang nyaman lo. Simak apa saja yang perlu disingkirkan.

5 Target Kebebasan Finansial yang Bisa Dipersiapkan Buat Masa Depan Nanti

Bukan cuma soal banyak uang, lima target ini bisa membantu Anda membangun kebebasan finansial secara bertahap dan praktis.

Angkat Potensi Lokal ke Kelas Dunia, Roemah Koffie Hadirkan Konsep Omakase

Konsep omakase dihadirkan di Roemah Koffie berakar dari keyakinan Indonesia memiliki kekayaan komoditas kopi yang luar biasa.

Viva Cosmetics Perbarui Tampilan, Ini Produk yang Lebih Dulu Berubah

​Milk Cleanser dan Face Tonic menjadi produk pertama yang tampil dengan identitas baru Viva Cosmetics setelah rebranding.

Tren Kuliner Asyik tapi Mengancam, Kenali 5 Bahaya Mukbang bagi Kesehatan Anda

Suka menonton aksi makan porsi besar? Waspadai bahaya mukbang yang dapat memicu masalah pencernaan, obesitas, hingga gangguan fungsi otak.

Era AI, Pekerja Perlu Terus Asah Keahlian agar Tetap Relevan

​Perkembangan AI membuat kebutuhan skill pekerja ikut berubah. Kemampuan analitis, berpikir kritis, hingga literasi AI makin dibutuhkan

5 Cara Menimbang Berat Badan yang Tepat agar Hasilnya Akurat, Disarankan Pagi Hari

Hasil timbangan sering berbeda setiap hari? Pelajari cara menimbang berat badan yang benar mulai dari waktu terbaik hingga pemilihan alatnya.

Komunitas Bisa Menjadi Ajang Perkuat Ekonomi Kreatif

Mempertemukan komunitas dengan para pelaku ekonomi kreatif dan penggemar seperti Pesta Warga Duniaku bisa perkuat ekonomi kreatif.

6 Daerah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (29/9)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Selasa (29/9), Waspada hujan lebat di daerah Jabodetabek berikut ini.