MOMSMONEY.ID - Menerapkan gaya hidup berkelanjutan alias sustainability kerap dianggap sulit dan rumit. Padahal, menurut Cinta Laura Kiehl, seorang figur publik yang juga Changemaker Partner Langkah Membumi, upaya menjaga linkungan bisa dilakukan dari berbagai kebiasaan kecil.
Cinta bercerita, salah satu langkah nyata yang dilakukannya adalah dengan tidak sembarangan membeli baju atau membuang baju yang dimilikinya.
“Pakai baju berulang kali enggak apa-apa. Kalian bisa lihat di media sosial aku, celana ini sudah dipakai berkali-kali,” ujar Cinta Laura sambil menunjukkan celana putih yang dikenakannya dalam Opening Ceremony Langkah Membumi Market 2026, Kamis (8/10).
Bukan hanya itu, dia juga bilang dia kerap mendonasikan baju-baju yang dimilikinya. Bukan hanya untuk orang-orang yang membutuhkan, dia bilang baju-baju tersebut pun bisa di-upcyle alias mengubahnya menjadi barang baru dengan nilai yang lebih baik.
Selain itu, akses air bersih rupanya jadi hal yang menjadi perhatian Cinta Laura. Melihat masih banyak orang lain yang belum bisa mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari, hal sederhana yang Cinta lakukan adalah dengan menghabiskan air minum yang dimilikinya.
“Biasanya aku kalau minum menggunakan botol minum sendiri. Tetapi aku selalu menghabiskan air bersih tersebut,” tambah Cinta.
Baca Juga: Tayang 16 Oktober, Heartlake The Musical Jadi Live-Action Pertama Lego Friends
Cinta juga lebih bijak menggunakan air dengan mematikan keran saat tidak langsung digunakan. Misalnya, ia mematikan air ketika sedang keramas atau bersabun, dan baru menyalakannya kembali saat hendak membilas.
Langkah Cinta selanjutnya adalah menerapkan penghematan energi listrik dengan memastikan lampu dan pendingin ruangan (AC) tetap mati ketika ia tidak berada di dalam ruangan atau saat fasilitas tersebut memang tidak dibutuhkan.
Ia berupaya semaksimal mungkin untuk meninggalkan penggunaan plastik sekali pakai demi mencegah ancaman mikroplastik.
“Sebisa mungkin aku tidak menggunakan plastik atau plastik sekali pakai,” katanya.
Cinta turut menyarankan agar masyarakat lebih cermat dan bijak dalam menggunakan transportasi atau layanan pesan-antar daring.
Dia menyarankan, agar setiap orang memikirkan dan mengevaluasi frekuensi pemakaiannya agar tak berlebihan, lataran emosi karbon yang ditimbulkan bisa berdampak buruk bagi lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News