MOMSMONEY.ID - Brand Ambassador Charm Syifa Hadju mengajak perempuan mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dari kebiasaan sederhana, seperti membawa tumbler, menggunakan tote bag, hingga memilih produk yang lebih ramah lingkungan.
Ajakan tersebut disampaikan dalam program edukasi menstruasi dan lingkungan yang digelar Charm dari PT Uni-Charm Indonesia Tbk untuk lebih dari 2.000 siswi SMP dan SMA di Jakarta dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Di sela-sela kesibukan yang padat, Syifa Hadju mengungkapkan, selalu usahakan bawa tumbler dan tote bag sendiri buat mengurangi plastik sekali pakai.
Selain itu, dia juga mulai mengurangi penggunaan kertas dengan beralih ke skrip digital, misalnya, dengan tablet daripada harus di-print tebal-tebal.
Untuk urusan pemilihan produk, ia sebisa mungkin selalu pilih produk yang ramah lingkungan, salah satunya Charm yang sudah bertahun-tahun meluncurkan pembalut ramah lingkungan.
"Lewat hal-hal ini, aku percaya bahwa perubahan besar buat bumi dan lingkungan bisa dimulai dari keseharian kita," ujar Syifa dalam keterangan resmi Rabu (8/7).
Melalui program School to School Extra Maxi yang berlangsung sejak April 2026, Charm mengajak para siswi memahami dampak konsumsi produk sehari-hari terhadap lingkungan sekaligus membiasakan penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).
Program ini harapannya dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia remaja.
Baca Juga: 7 Kunci Hidup Irit Tanpa Menyiksa Gaya Hidup, Hindari Sering Nongkrong
Sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Charm juga meluncurkan edisi terbatas Charm Extra Maxi Bio Materials Eco Friendly Package ukuran 23 cm.
Produk ini menggunakan bio material yang berasal dari organic cotton, botanical oil, dan tebu pada lapisan yang bersentuhan langsung dengan kulit.
Sementara kemasannya berbahan kertas sehingga lebih mudah didaur ulang dan dirancang agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai wadah penyimpanan pembalut atau barang-barang kecil lainnya.
Peluncuran produk ini juga didukung hasil riset Unicharm pada 2025 yang menunjukkan kepedulian remaja terhadap lingkungan terus meningkat.
Hampir 30% responden siswi SMP menyatakan bersedia membayar lebih untuk pembalut yang lebih ramah lingkungan, sementara 25% menjadikan aspek ramah lingkungan sebagai salah satu pertimbangan utama saat memilih pembalut untuk penggunaan siang hari.
Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk Yasutaka Nishioka mengatakan, program edukasi tersebut tidak hanya bertujuan membantu remaja memilih pembalut yang sesuai kebutuhan, tetapi juga menginspirasi mereka membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.
Menurutnya, program edukasi School to School Extra Maxi hadir bukan sebatas memberikan pemahaman bagi siswi SMP dan SMA dalam memilih pembalut yang tepat sesuai kebutuhan.
"Kami membawa misi yang lebih besar, yaitu menginspirasi generasi muda untuk membiasakan gaya hidup ramah lingkungan sejak dini demi melestarikan masa depan bumi," ujar Yasutaka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News