MOMSMONEY.ID - Jika membayangkan liburan musim dingin di Swiss, banyak orang mungkin langsung teringat pegunungan Alpen yang tertutup salju dan aktivitas bermain ski. Padahal, ada banyak cara lain untuk menikmati musim dingin di negara tersebut, mulai dari menyaksikan karnaval tradisional hingga menjelajahi kota dengan kereta ikonik.
Pengalaman tersebut diperkenalkan Switzerland Tourism melalui tema Beyond the Snow: A Swiss Winter for the Senses dalam Annual Media Briefing 2026 di Jakarta, Selasa (3/11).
Melalui tema ini, Swiss ingin menunjukkan bahwa musim dingin bukan hanya tentang pemandangan salju. Wisatawan juga bisa menikmatinya lewat suara, sentuhan, rasa, dan aroma.
Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Konstantin Obolensky, mengatakan, Swiss memiliki banyak pengalaman menarik di luar pemandangan pegunungan yang selama ini identik dengan negara tersebut.
Baca Juga: Liburan Tak Harus Mahal, Kenali Gaya Traveling dan Prioritas Pengeluaran
Ia mencontohkan Basel, kota asalnya yang dikenal dengan kehidupan seni dan budaya. Salah satu tradisi yang menarik adalah Basler Fasnacht, karnaval yang digelar pada akhir musim dingin.
Karnaval ini dimulai pukul 04.00 pagi. Saat perayaan berlangsung, lampu-lampu di pusat kota dipadamkan dan jalanan diterangi lentera yang dibawa para peserta. Suara drum pun mengiringi parade kelompok masyarakat yang berjalan menyusuri kota.
“Sebagian masyarakat Swiss mungkin mengaitkan musim dingin dengan keheningan pegunungan yang tertutup salju. Namun, bagi kami yang berasal dari Basel, musim dingin justru bisa identik dengan suara yang riuh,” kata Obolensky.
Dari perjalanan kereta hingga kuliner khas
Pengalaman menikmati Swiss bahkan bisa dimulai sejak perjalanan menuju negara tersebut. Ferani Atmadja Heng, Market Representative Indonesia untuk Switzerland Tourism menjelaskan, Swiss International Air Lines turut menghadirkan pengalaman khas Swiss melalui aroma dan produk yang digunakan selama penerbangan.
“Swiss Air mengutamakan Swiss senses. Jadi, mereka mengutamakan pengalaman penumpang selama berada di pesawat, mulai dari sentuhan, aroma, hingga rasa,” jelas Ferani.
Setibanya di Swiss, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kereta ikonik seperti Bernina Express dan Glacier Express. Sepanjang perjalanan, penumpang dapat menikmati pemandangan pegunungan, danau, hingga desa-desa khas Swiss.
Untuk memudahkan perjalanan antarkota, tersedia Swiss Travel Pass yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai transportasi umum, termasuk kereta, bus, dan trem.
Baca Juga: Bosan Liburan ke Mal? Coba Jelajahi 11 Desa Wisata Indonesia Ini yuk
Urusan kuliner juga tak kalah menarik. Wisatawan bisa mencicipi keju, cokelat, dan fondue khas Swiss. Di Geneva, misalnya, ada Geneva Chocolate Pass yang memungkinkan wisatawan menjelajahi berbagai toko cokelat.
Pilihan lainnya adalah mengunjungi Christmas Market untuk mencicipi aneka hidangan khas musim dingin. Sementara itu, bagi yang ingin menikmati suasana danau, perjalanan menggunakan kapal uap di Lake Lucerne bisa menjadi pilihan. Wisatawan dapat bersantap sambil menikmati pemandangan danau, baik saat brunch maupun makan malam.
Beragam pilihan tersebut memperlihatkan bahwa liburan musim dingin di Swiss tidak harus selalu diisi dengan bermain ski atau menghabiskan waktu di pegunungan. Wisatawan juga bisa menikmati tradisi lokal, perjalanan kereta, hingga mencicipi kuliner khas yang memberikan pengalaman berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News