MOMSMONEY.ID - Liburan tidak harus selalu ke pusat perbelanjaan, pantai populer, atau destinasi wisata yang ramai dikunjungi turis. Sesekali, mencoba pengalaman berbeda dengan menjelajahi desa wisata bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi waktu libur.
Selain menawarkan suasana yang lebih dekat dengan alam, desa wisata juga memungkinkan wisatawan mengenal budaya, tradisi, hingga kehidupan masyarakat lokal secara langsung.
Indonesia sendiri punya banyak desa wisata dengan keunikan masing-masing. Bahkan, sejumlah desa wisata kini mulai diperkenalkan ke pasar internasional agar semakin dikenal wisatawan mancanegara.
Salah satu upaya tersebut dilakukan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA. Mereka membawa 11 desa wisata binaannya ke ajang Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026.
Baca Juga: Inilah 6 Pilihan Desa Wisata Edukasi Yang Bisa Menjadi Pilihan Pelesir
Nah, buat Anda yang sedang mencari inspirasi destinasi liburan berikutnya, berikut 11 desa wisata yang bisa masuk daftar perjalanan:
1. Kampung Adat Sijunjung, Sumatera Barat
Bagi pencinta wisata budaya, Kampung Adat Sijunjung bisa menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dikenali. Desa ini menawarkan pengalaman mengenal kehidupan dan tradisi masyarakat adat Minangkabau.
2. Desa Wisata Dayun, Riau
Ingin mencoba suasana liburan di pedesaan? Desa Wisata Dayun di Riau bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengenal potensi wisata dan kehidupan masyarakat lokal.
3. Desa Wisata Limbongan, Belitung
Belitung tidak hanya terkenal dengan pantainya. Desa Wisata Limbongan juga menjadi salah satu destinasi yang diperkenalkan melalui program desa binaan BCA.
4. Bukit Peramun, Belitung
Masih di Belitung, Bukit Peramun menawarkan pilihan wisata berbasis alam. Destinasi ini cocok dimasukkan ke dalam daftar eksplorasi bagi wisatawan yang ingin mengenal kekayaan alam daerah.
5. Wisata Wayang Desa Wukirsari, Yogyakarta
Yogyakarta punya banyak pilihan wisata budaya. Salah satunya Wisata Wayang Desa Wukirsari yang memperkenalkan kekayaan seni wayang dan tradisi lokal kepada pengunjung.
6. Desa Wisata Edelweiss Wonokitri
Bagi pencinta wisata alam dan kekayaan flora, Desa Wisata Edelweiss Wonokitri bisa menjadi pilihan untuk mengenal potensi alam dan kehidupan masyarakat di kawasan pegunungan.
Baca Juga: Tren Wisata Bergeser, Turis Kini Cari Pengalaman Bukan Sekadar Destinasi
7. Desa Wisata Tamansari
Desa Wisata Tamansari menjadi salah satu desa binaan BCA yang turut diperkenalkan dalam ajang WITF 2026. Destinasi ini menambah pilihan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi potensi wisata berbasis desa.
8. Desa Wisata Taro, Bali
Bali bukan hanya soal pantai dan beach club. Desa Wisata Taro menawarkan alternatif untuk mengenal suasana pedesaan dan kekayaan budaya Pulau Dewata.
9. Desa Wisata Bilebante, Nusa Tenggara Barat
Desa Wisata Bilebante bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi potensi wisata pedesaan di Nusa Tenggara Barat.
10. Kampung Adat Prai Ijing/Tebara, Nusa Tenggara Timur
Untuk pengalaman wisata budaya, Kampung Adat Prai Ijing atau Tebara di Nusa Tenggara Timur bisa masuk daftar destinasi yang perlu dikenali. Kampung adat menjadi salah satu cara untuk melihat lebih dekat kekayaan tradisi masyarakat setempat.
11. Desa Wisata Pulau Derawan, Kalimantan Timur
Nama Pulau Derawan tentu menarik bagi pencinta wisata bahari. Destinasi ini menjadi salah satu desa wisata binaan BCA yang diperkenalkan kepada pasar internasional.
Baca Juga: Melepas Penat di Pulau Dewata, Dari Mendaki Gunung Batur Hingga Melukat di Ubud
Selain menjadi alternatif destinasi liburan, pengembangan desa wisata juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Lewat Program Bakti BCA, BCA berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan desa sekaligus memperluas akses pasar melalui promosi dan jaringan kemitraan.
Dalam ajang WITF 2026, misalnya, booth Desa Bakti BCA menarik minat 64 pelaku industri pariwisata untuk berdiskusi mengenai peluang kerja sama. Dari penjajakan tersebut, terdapat potensi kunjungan sekitar 124 wisatawan dan potensi pendapatan bagi desa mencapai Rp 242 juta.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, perluasan akses pasar menjadi salah satu hal penting untuk mendorong perkembangan desa wisata.
“Akses pasar menjadi satu hal penting yang perlu didorong dalam mengembangkan Desa Bakti BCA. Kami menyadari akses pasar yang luas dapat menjadi pintu gerbang untuk meningkatkan pertumbuhan sektor wisata di Indonesia," ucap Hera dalam keterangan resminya, Selasa (3/11).
Hera menambahkan, BCA berharap semakin banyak wisatawan mancanegara yang mengenal potensi desa wisata Indonesia.
Jadi, kalau sedang merencanakan liburan berikutnya, tidak ada salahnya melirik desa wisata sebagai alternatif. Selain mendapatkan pengalaman perjalanan yang berbeda, anda juga turut membantu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News