MOMSMONEY.ID - Setiap orang punya gaya berbeda dalam menikmati liburan. Ada yang senang menjelajahi tempat-tempat lokal dan mencicipi kuliner dengan harga terjangkau, sementara yang lain lebih memilih pengalaman mewah, seperti menginap nyaman hingga mencoba aktivitas premium. Perbedaan pilihan ini tentu turut memengaruhi bujet perjalanan.
Dalam Annual Media Briefing 2026 di Jakarta, Selasa (3/11), Switzerland Tourism memperkenalkan dua persona wisatawan Indonesia, yakni Chris dan Quinn, yang menggambarkan perbedaan gaya perjalanan tersebut.
Ferani Atmadja Heng, Market Representative Indonesia untuk Switzerland Tourism, menjelaskan bahwa Chris mewakili wisatawan yang mencari pengalaman lokal dengan biaya lebih hemat, seperti membeli makanan di supermarket atau mencoba kuliner kaki lima. Sementara itu, Quinn menggambarkan wisatawan yang menyukai pengalaman mewah, mulai dari berbelanja jam tangan dan pakaian hingga membeli perlengkapan musim dingin dan mengunjungi resor ski.
Baca Juga: Bosan Liburan ke Mal? Coba Jelajahi 11 Desa Wisata Indonesia Ini yuk
Perbedaan kebiasaan tersebut membuat pengeluaran wisatawan tidak bisa disamaratakan. Switzerland Tourism pun belum memiliki angka pasti mengenai rata-rata belanja wisatawan Indonesia karena kebutuhan setiap pelancong berbeda.
Karena itu, penting untuk menyesuaikan anggaran dengan gaya liburan dan pengalaman yang ingin dinikmati.
Lantas, bagaimana mengatur bujet agar liburan tetap menyenangkan tanpa membuat pengeluaran berlebihan?
1. Tentukan pengalaman yang paling ingin dinikmati
Sebelum berangkat, coba tentukan hal yang paling ingin dilakukan selama perjalanan. Apakah ingin lebih banyak menjelajahi tempat wisata, mencoba kuliner lokal, berbelanja, atau menikmati fasilitas premium?
Dengan menentukan prioritas sejak awal, anggaran bisa dialokasikan untuk pengalaman yang benar-benar diinginkan. Cara ini juga membantu menghindari pengeluaran impulsif hanya karena mengikuti agenda atau gaya liburan orang lain.
2. Sesuaikan pilihan makan dan aktivitas
Biaya makan dan aktivitas bisa menjadi bagian penting dari pengeluaran selama traveling. Jika ingin lebih hemat, wisatawan dapat mempertimbangkan pilihan makanan dari supermarket atau gerai lokal, seperti contoh yang digambarkan dalam persona Chris.
Bukan berarti harus melewatkan semua pengalaman kuliner. Wisatawan tetap bisa menyisihkan anggaran untuk mencoba makanan khas atau restoran tertentu, tetapi tidak harus memilih tempat makan mahal setiap hari.
Baca Juga: Sasar Pencinta Kuliner Pedas, Mie Sedaap Cup Tambah Varian Baru
3. Pisahkan anggaran belanja dari biaya perjalanan
Bagi wisatawan yang senang berbelanja, seperti gambaran persona Quinn, anggaran khusus untuk membeli jam tangan, pakaian, atau perlengkapan liburan sebaiknya disiapkan sejak awal.
Pisahkan kebutuhan belanja dari biaya utama seperti tiket pesawat, penginapan, makan, dan transportasi. Dengan begitu, pengeluaran untuk belanja tidak mengambil porsi dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan selama perjalanan.
4. Jangan paksakan semua aktivitas masuk dalam satu perjalanan
Melihat banyak tempat sekaligus memang menggoda, apalagi ketika berlibur ke destinasi yang menawarkan beragam pengalaman. Namun, terlalu banyak memasukkan aktivitas ke dalam jadwal bisa membuat biaya perjalanan ikut bertambah.
Pilih beberapa kegiatan yang paling sesuai dengan minat dan anggaran. Sisakan pula ruang untuk menikmati suasana sekitar tanpa harus selalu mengeluarkan uang untuk aktivitas tambahan.
Baca Juga: Check-in 24 Mengubah Aktivitas Ponsel Menjadi Sinyal Kepedulian
Tentunya, liburan tidak harus selalu identik dengan pengeluaran besar. Mau menjelajahi tempat-tempat lokal dengan bujet hemat atau menikmati pengalaman mewah, semuanya bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial.
Dengan menentukan prioritas sejak awal, kamu tetap bisa menikmati perjalanan tanpa khawatir pengeluaran membengkak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News