M O M S M O N E Y I D
Santai

Survei Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas Ungkap Rapor Merah Kinerja Pemerintah

Survei Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas Ungkap Rapor Merah Kinerja Pemerintah
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Masyarakat belum puas terhadap kinerja pemerintah. Begitulah, kesimpulan dari laporan yang bertajuk National Kawula17 Survey (NKS) pada kuartal kedua 2025 oleh Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas (PP17). 

Isu ekonomi dan korupsi mendominasi prioritas utama masyarakat dalam memberikan rapor merah kepada kinerja pemerintah. Temuan ini menyajikan gambaran yang tajam mengenai sentimen publik di tengah dinamika kebijakan dan berbagai kasus yang mencuat belakangan ini.

Ekonomi Tetap Jadi Isu Krusial, Korupsi Menanjak Tajam

Sejak awal tahun, ekonomi konsisten menempati posisi teratas sebagai isu paling penting yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah. Pada Q2 2025, 52% masyarakat menganggap isu ini krusial, walaupun angka ini menurun dibandingkan Q1 2025 (60%). Fokus terhadap isu ekonomi ini secara signifikan dirasakan oleh masyarakat di Jawa (62%) dibandingkan pulau lainnya.

Di balik angka-angka tersebut, tersembunyi kekhawatiran mendalam. Dua permasalahan paling mendesak yang disorot publik erat kaitannya dengan ekonomi, yaitu meningkatnya pengangguran (49%) dan mahalnya harga bahan pokok (43%). 

Kedua isu ini konsisten menempati posisi teratas sejak Q1 2025, mengindikasikan belum adanya perbaikan signifikan terkait isu pengangguran dan bahan pokok dalam beberapa bulan terakhir, bahkan cenderung memburuk di mata publik.

Selain ekonomi, isu korupsi juga mendapatkan kenaikan perhatian dari kuarter sebelumnya. Maraknya praktik korupsi (48%) disorot dan menjadi isu yang dianggap masyarakat perlu segera diselesaikan oleh pemerintah. 

Baca Juga: Keyakinan Konsumen Turun, Pemerintah: Dampak dari Ketidakpastian Ekonomi Global

Fenomena ini disinyalir merupakan respons terhadap maraknya pemberitaan dan pengungkapan kasus-kasus korupsi yang membanjiri ruang publik beberapa bulan terakhir.

Transparency International Indonesia menilai temuan ini perlu diwaspadai. Pemberitaan dan pengungkapan kasus korupsi seharusnya dapat menyakini publik akan keseriusan pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Namun, ketika pemberitaan dan pengungkapan kasus korupsi justru disorot negatif, maka hampir pasti ada kesalahan dalam cara pemerintah memberantas korupsi.

Ekonomi dan Korupsi: Pekerjaan Rumah Penting bagi Pemerintah

Sejak awal tahun ini, ekonomi dan korupsi konsisten menempati posisi atas sebagai isu paling penting yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah. Kedua isu ini menjadi perhatian utama masyarakat, yang mempengaruhi persepsi mereka terhadap kinerja pemerintah. Ekonomi dan penanganan korupsi perlu menjadi perhatian pemerintah untuk segera secara efektif dan tuntas ditangani sehingga dapat meningkatkan persepsi kinerja pemerintah dari mata masyarakat.

Survei NKS Q2 2025 mencatat bahwa 43% masyarakat khawatir dan menganggap mahalnya harga bahan pokok menjadi prioritas untuk segera diselesaikan pemerintah. Permasalahan pengangguran (49%) juga dirasakan, terutama oleh masyarakat di Jawa (65%) dan mereka yang berusia 25-34 tahun (59%).

Kondisi ekonomi yang belum stabil ini, dengan harga bahan pokok dan angka pengangguran yang kian meningkat, berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang yang serius. Jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan yang efektif, kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat terus menurun. Oleh karena itu, pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini dan memulihkan kepercayaan masyarakat.

Berkaitan dengan isu korupsi, Transparency International Indonesia beranggapan bahwa upaya pengungkapan kasus korupsi oleh pemerintah belum menyelesaikan persoalan korupsi dari akarnya. Misalnya, karena pemerintah tidak kunjung mengundangkan RUU Perampasan Aset, RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal, RUU Pengadaan Barang dan Jasa, dan berbagai aturan maupun kebijakan lain yang pro terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Di sisi lain, publik juga dipertontonkan dengan praktik yang identik dengan perilaku korupsi, seperti pengisian jabatan yang jauh dari standar meritokrasi dan bahkan kriminalisasi terhadap whistleblower kasus korupsi.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Laptop Kemendikbud Rp 9,9 Triliun, Pengamat Hukum Soroti Hal Ini

Program Manager Kawula17, Maria Angelica, menekankan pentingnya upaya-upaya yang secara konsisten dapat mengawal kebijakan Selain rutin menyelenggarakan survei yang datanya dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, Kawula17 baru saja meluncurkan Kawal Prolegnas, sebuah platform di mana publik dapat men-track beberapa RUU yang masuk dalam daftar Prolegnas, termasuk RUU Perampasan Aset. 

"Pengawasan atas kebijakan pemerintah sangat penting, supaya kita bisa selalu tahu sikap dan posisi pemerintah di berbagai isu, termasuk dalam penanganan korupsi,” kata Maria dalam keterangan tertulis, Kamis (12/6). 

Sejalan dengan tanggapan ini, Transparency International Indonesia menekankan bahwa keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi harus lebih dari sekadar pengungkapan korupsi oleh penegak hukum. “Jika pemerintah abai, bukan tidak mungkin pemerintah justru dianggap gagal dalam soal pemberantasan korupsi,” lanjut Transparency International Indonesia.

Survei Nasional Kawula17 (NKS) merupakan survei per kuartal untuk melihat kinerja pemerintah dari perspektif masyarakat. Survei dilakukan dengan metode Computer- Assisted Self Interviewing (CASI) atau survei daring. Periode pengumpulan data survei dilakukan pada tanggal 12-15 Mei 2025 dengan sampel representatif sebesar 417 responden dari seluruh Indonesia dan diikuti oleh responden berusia 17-44 tahun dengan margin of error 5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Zodiak Besok Jumat 24 April 2026, Sinyal Anda dapat Keberuntungan

Simak ramalan zodiak besok Jumat 24 April 2026, cek peruntungan cinta, karier, dan keuangan 12 bintang yang lengkap di sini.​

Katalog Promo JSM Alfamidi Spesial Gajian Periode 23-26 April 2026, Hanya 4 Hari!

Cek dan manfaatkan promo JSM Alfamidi periode 23-26 April 2026 untuk belanja hemat selama akhir pekan ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (24/4), Siaga Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Jumat 24 April 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi berikut ini.

Belajar Tak Lagi Membosankan, Oreo Dorong Joyful Learning di Wilayah 3T

Oreo salurkan alat pembelajaran yang seru ke 7.000 siswa di tujuh provinsi, termasuk wilayah 3T serta daerah marginal.

Prakiraan Cuaca Besok (24/4) dan Lusa di Banten, Hujan Turun di Semua Daerah

​BMKG memperkirakan cuaca besok dan lusa di wilayah Banten akan diguyur hujan ringan hingga sedang, pastikan Anda membawa payung saat bepergian.

Hujan Lebat Turun di Mana? Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (24/4) Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Jumat (24/4) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat di wilayah berikut ini.

SoSoft Tawarkan Cara Baru Jaga Pakaian Tetap Segar dan Bebas Bau, Begini Caranya

​SoSoft + Tea Tree menawarkan cara baru membantu menjaga pakaian tetap bersih, segar, dan wangi tahan lama di tengah aktivitas padat.

Waspadai Turun Hujan, Ini Prakiraan Cuaca Besok (24/4) dan Lusa di DKI Jakarta

BMKG memperkirakan cuaca besok dan lusa di wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan ringan, jadi pastikan Anda membawa payung saat bepergian

Lebih dari Ibadah, Ini 7 Manfaat Puasa Senin Kamis yang Cegah Alzheimer dan Kanker

Studi ungkap puasa Senin Kamis mampu tunda Alzheimer dan turunkan risiko kanker. Pelajari bagaimana kebiasaan ini mengubah kesehatan Anda.

BSD Siapkan Accola Sport Centre, Gabungkan Olahraga dan Gaya Hidup

​BSD akan memiliki fasilitas olahraga baru lewat Accola Sport Centre yang ditargetkan beroperasi pada September 2026 dengan konsep terintegrasi.