MOMSMONEY.ID - Mirae Asset Sekuritas membagikan tiga rekomendasi saham pilihan untuk hari ini, Jumat, 20 Februari 2026. Ketiga saham pilihan atau stock pick pagi ini yaitu PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Pada ulasan teknikal ini, investor bisa mempertimbangkan pembelian saham di area entry level. Jika target harga (TP) tersentuh, terbuka peluang harga saham menuju level berikutnya.
Namun, rekomendasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Pemilihan saham ini harus disertai pertimbangan matang karena setiap keputusan investasi mengandung risiko yang ada di tangan investor masing-masing.
M. Nafan Aji Gusta, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan untuk mengakumulasi saham pilihan dengan fundamental solid, fokus terhadap saham bervaluasi murah, Fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen resiko dengan efektif.
Berikut pilihan sahamnya:
1. BBTN – Escalating
ACTION: ADD (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area around 1,305 – 1,395.
TP1: 1.405 (+2.93%)
TP2: 1.450 (+6.23%)
TP3: 1.555 (+13.92%)
Support: 1.305 & 1.260
2. RALS – Uptrend
ACTION: ADD (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area around 484 – 510.
TP1: 515 (+3.00%)
TP2: 545 (+9.00%)
Support: 484 & 472
3. TLKM – Channeling up
ACTION: BUY (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area around 3.440 – 3.540.
TP1: 3.560 (+2.30%)
TP2: 3.740 (+7.47%)
TP3: 4.240 (+21.84%)
Support: 3.440 & 3.260
Proyeksi IHSG
Adapun Nafan melihat, secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi membentuk fase bullish consolidation setelah berhasil uji MA20. Di sisi lain, indikator Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume.
Jika menguat, IHSG menguji level resistance 8.376 & 8.408. Support kuat untuk indeks hari ini di 8.210 & 8.171.
Sejumlah sentimen yang patut dicermati pasar antara lain Notulen Fed terbaru yang lebih hawkish, menunjukkan bahwa The Fed tidak terburu-buru menurunkan Fed Funds Rate (FFR) karena inflasi AS yang masih bertahan di atas target 2%.
Serta, tensi geopolitik AS-Iran yang semakin memanas menjadi sentimen penghambat bagi indeks.
Sementara itu, investor akan menantikan laporan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dan Produk Domestik Bruto (PDB) AS, serta data transaksi berjalan Indonesia.
Kemarin Kamis (19/2), IHSG melemah 0,43% ke level 8.274,08.
Selanjutnya: Board of Peace: Ini Rincian Bantuan dari Negara-Negara Anggota Termasuk Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News