MOMSMONEY.ID - Upaya untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) naik kelas dan menciptakan pengusaha baru masih terus digalakkan. Beragam gagasan pun sudah bergulir.
Salah satunya adalah adanya kolaborasi antar pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha dan lainnya.
Selain upaya kolaborasi, Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza juga mendorong kelahiran pengusaha muda lewat kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Rabu (7/10).
Bursa wirausaha yang mengusung tema “Berani Memulai, Bertumbuh, dan Berdampak” menjadi salah satu upaya Kementerian UMKM untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi lahirnya wirausaha produktif, khususnya dari kalangan generasi muda.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi UMKM semakin kompleks seiring dengan meningkatnya persaingan di pasar domestik, regional, hingga global. Dus, upaya membawa UMKM naik kelas tidak dapat hanya mengandalkan cara-cara konvensional, tetapi perlu didukung pemanfaatan teknologi dan inovasi.
“Kalau ingin UMKM naik kelas, tentu membutuhkan sentuhan teknologi. Kampus adalah dapurnya teknologi dan inovasi, sementara pemerintah daerah memahami potensi serta kekayaan daerahnya. Tiga kekuatan inilah yang harus disatukan,” kata Wamen Helvi dalam keterangan, Kamis (8/10).
Baca Juga: Peluang Menembus Pasar Ritel Modern Hingga Ekspor Lewat Barcode
Ia menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam melahirkan wirausaha baru. Dari sekitar 678.000 mahasiswa aktif di 241 perguruan tinggi, terdapat sekitar 105.000 lulusan baru setiap tahun yang perlu memperoleh ruang dan kesempatan untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga tumbuh sebagai pencipta lapangan kerja.
“Jangan sampai surplus talenta hebat ini hanya menjadi pencari kerja. Kita harus mendorong mereka mengambil peran sebagai wirausaha produktif sehingga dapat menciptakan rantai ekonomi baru,” ujarnya.
Penguatan ekosistem kewirausahaan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang menjadi payung kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, inkubator, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pencapaian rasio kewirausahaan sebesar 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045.
Wamen Helvi juga menekankan pentingnya peran inkubator untuk memastikan calon wirausaha tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan, tetapi memperoleh pendampingan hingga mampu membangun usaha yang berkelanjutan.
Baca Juga: Jelang Wajib Sertifikat Halal, Ini yang Perlu Disiapkan UMKM
Saat ini, terdapat 757 lembaga inkubator yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan dapat menjadi penghubung bagi wirausaha untuk memperoleh pendampingan, membangun jejaring, serta mengakses pembiayaan dan pasar.
“Ekosistem ini tidak bisa dibangun pemerintah sendirian. Perguruan tinggi harus menghubungkan riset dengan kebutuhan pasar, lembaga pembiayaan menyediakan skema sesuai kebutuhan usaha, dunia usaha membuka rantai pasok dan kemitraan, sementara inkubator memastikan wirausaha terus didampingi,” tegas Wamen Helvi.
Ia berharap Bursa Wirausaha Unggulan menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai kekuatan dalam ekosistem kewirausahaan sehingga semakin banyak wirausaha baru yang mampu tumbuh, berkembang, serta bersaing di pasar domestik maupun global.
Senada, Rektor Universitas Diponegoro Suharnomo menyampaikan bahwa Undip ditunjuk sebagai hub koordinator pembinaan dan inkubasi kewirausahaan di Jawa Tengah.
Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan proses pendampingan yang berkelanjutan. Karena itu, keberadaan berbagai inkubator di perguruan tinggi perlu dioptimalkan sekaligus dihubungkan dalam sebuah jejaring yang mampu menjawab kebutuhan wirausaha.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki kekuatan pada penguasaan teknologi, riset, dan inovasi. Namun, diperlukan jembatan agar berbagai inovasi yang lahir dari kampus dapat bertemu dengan kebutuhan nyata pengusaha UMKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News