MOMSMONEY.ID - La Roche-Posay resmi meluncurkan Effaclar Supramolecular, pelembab harian terbaru yang dirancang untuk kulit berminyak.
Mengadaptasi teknologi Supramolecular berukuran nano yang telah dipatenkan, inovasi ini memberikan 48 jam Matte Hydration untuk menyamarkan tampilan pori besar dan kilap.
Pandu Brodjonegoro, Marketing Director L’Oréal Dermatological Beauty Indonesia, menerangkan, produk baru ini diluncurkan lantaran banyak orang yang mengalami masalah lantaran kulit berminyah. Di Indonesia saja, 64% masyarakat Indonesia memiliki profil kulit berminyak.
“Sebenarnya produksi minyak itu adalah normal di kulit wajah, tapi pada saat berlebihan itu akan menjadi permasalahan, terutama mengganggu kepercayaan diri,” katanya dalam peluncuran La Roche-Posay Effaclar Supramolecular, Kamis (17/9).
Dia juga menerangkan, teknologi Supramolecular ini telah dipatenkan dan hanya dimiliki oleh La Roche Posay. Dengan teknologi ini, molekul yang ada di dalam pelembah bisa digabungkan sehingga bisa bekerja lebih presisi secara bersamaan.
“Supramolecular ini memungkinkan untuk menggabungkan micro molecule dari ingredients. Jadi kita bisa menggabungkan dua atau tiga ingredients untuk menjadi molekul baru yang bekerja bersama-sama,” lanjutnya.
Baca Juga: 5 Bahaya Kebanyakan Nonton Film Porno yang Bisa Picu Kesehatan Mental
Bila dilihat lebih lanjut, kandungan bahan aktif unggulan yang ada pada pelembab kulit berminyak adalah Salicylic Acid (SA) dan Niacinamide (Vitamin B3). Pada Effaclar Supramolecular kedua kandungan ini hadir.
Berbeda dengan formula lain, teknologi Supramolecular di dalamnya mampu mengikat dua bahan aktif SA B3 melalui mekanisme temporary bonding yang membantu keduanya bekerja secara sinergis dan optimal, serta berukuran nano-sized, sehingga dapat bekerja presisi pada area produksi sebum.
Dengan teknologi Supramolecular, Salicylic Acid dapat bekerja lebih optimal dalam membantu mengeksfoliasi kulit, membersihkan pori yang tersumbat, serta mengontrol minyak berlebih dan menghasilkan tampilan wajah matte.
Sementara itu, Niacinamide membantu menenangkan kulit (anti-inflammatory) dan menjaga tekstur kulit terasa lebih halus. Teknologi Supramolecular juga membantu meningkatkan penetrasi Salicylic Acid lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kombinasi Salicylic Acid dan Niacinamide konvensional, serta sekitar enam kali lipat dibandingkan Salicylic Acid tunggal.
Selain melalui temporary bonding, kandungan Effaclar Supramolecular memiliki ukuran nano yang membantu bahan aktif bekerja lebih dalam hingga menjangkau pusat produksi minyak atau pilosebaceous unit. Perpaduan temporary bonding dan struktur berukuran nano tersebut menciptakan kemampuan hyperselective targeting, yaitu mekanisme penargetan presisi yang membantu bahan aktif bekerja lebih efektif pada area produksi sebum.
Adapun, kulit berminyak banyak ditemukan pada rentang usia 15-39 tahun, dengan produksi sebum berlebih yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari hormon, jenis kelamin, etnis, hingga pola tidur. Ketika produksi sebum tidak dikontrol dengan baik, pori dapat terlihat semakin besar dan wajah juga terlihat lebih greasy/ mengkilap.
Stanley Setiawan, Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi, dan Estetika yang juga Indonesia Board Certified Dermatologist bilang, kunci menjawab masalah ini adalah dengan memahami cara kerja pori-pori di kulit, yaitu bukaan kecil pada kulit yang menjadi jalur tumbuhnya rambut halus maupun kelenjar minyak (sebaceous gland).
“Seringkali, keluhan konsumen dengan oily skin disebabkan oleh produksi sebum berlebih dari dalam kelenjar minyak yang membuat pori menjadi lebih stretched dari bawah permukaan kulit,” ujarnya.
Stanley pun menyebut masih banyak konsumen yang masih memiliki miskonsepsi terhadap pori mulai dari menganggap temperatur air dapat mempengaruhi tampilan pori, hingga asal atau bahkan menghindari pemakaian pelembab harian.
Dia melanjutkan, tmpilan pori lebih dipengaruhi oleh penggunaan skincare yang dapat menjaga kebersihan pori. P”enggunaan pelembab harian, yang mengandung Salicylic Acid dan Niacinamide misalnya, sangat penting untuk menjaga hidrasi kulit juga yang dapat menyeimbangkan produksi minyak berlebih,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News