MOMSMONEY.ID -Nahdlatul Ulama (NU) resmi mengumumkan penetapan awal bulan Syaban 1447 Hijriah pada hari ini, Selasa, 20 Januari 2026 Masehi. Penetapan tersebut berdasar pada hasil rukyah, di mana 1 Syaban 1447 Hijriah dimulai sejak malam Selasa.
Adanya keputusan ini menjadi hal yang penting, terutama bagi umat Islam dalam menyusun agenda ibadah serta mempersiapkan diri menyambut bulan berikutnya.
Baca Juga: Muhammadiyah Resmi Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026
Setelah Syaban berakhir, umat Islam akan segera memasuki bulan Ramadhan, yakni bulan suci yang dinanti-nantikan. Karena di bulan inilah, setiap umat Islam akan menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat untuk bersiap diri dari sisi spiritual, meningkatkan amal ibadah, hingga memperbaiki diri.
Baca Juga: Sah! Jamaah Haji DIY Bisa Berangkat dari YIA Mulai 2026
Dikutip dari Instagram @falakiyahnu, penetapan awal bulan Syaban 1447 Hijriah berdasarkan pada Surat Keputusan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 008/SK/LF-PBNU/VII/2024 lampiran butir 1 poin (h), maka Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengumumkan:
I. Telah dilaporkan penyelenggaraan rukyatul hilal pada Senin Legi 29 Rajab 1447 Hijriah / 19 Januari 2026 Masehi. Laporan lokasi yang menyelenggarakan rukyatul hilal terlampir. Terdapat lokasi yang melihat hilal.
II. Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Syaban 1447 Hijriah bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026 Masehi (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah.
III. Mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan partisipasi Nahdliyin dalam rukyatul hilal ini.
IV. Jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU se-Indonesia diharapkan bertindak aktif untuk menyebarluaskan pengumuman awal bulan Syaban 1447 Hijriah ini kepada warga Nahdlatul Ulama khususnya jajaran pengurus di wilayah/cabangnya masing-masing.
Baca Juga: Berencana Umrah Mandiri, Siiru dan BPKH Jalin Kerjasama Hadirkan Layanan Ini
Perkiraan awal Ramadhan 2026
Penetapan awal Ramadhan atau awal puasa di Indonesia berdasarkan pada keputusan pemerintah yang merujuk dari dua organisasi Islam besar, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Keduanya memiliki metode yang berbeda. Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni perhitungan astronomi yang tidak menunggu hasil dari rukyatul hilal.
Berdasarkan pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sedangkan NU berpegang pada prinsip Rukyatul Hilal untuk menentukan penentu utama awal bulan Hijriah. Pengamatan hilal akan dilakukan pada 29 Syaban pada beberapa titik di Indonesia.
Sehingga, keputusan awal Ramadhan akan diumumkan setelah melalui proses rukyat dan hasilnya telah melalui verifikasi.
Selanjutnya: Realme Neo 8: Layar 165Hz Pertama Dunia, Mata Aman Saat Main Game
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News