M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Resep Laksa Khas Jepara Berkuah Kental, Lengkap dengan Topping Udang Jerbung

Reporter: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Mumpung akhir pekan, mari memasak masakan khas Nusantara seperti Laksa Jepara dengan resep berikut ini, yuk

Ada banyak jenis laksa di Asia Tenggara mulai dari Laksa Malaysia, Laksa Singapura, hingga Laksa asli Indonesia.

Nah, pada resep yang satu ini, Moms akan disuguhkan menu Laksa khas Nusantara, yakni Laksa dari wilayah Jepara.

Seperti apa, sih, Laksa Jepara? Mari simak resep lengkapnya yang dilansir melalui laman Maggi selengkapnya.

Baca Juga: Resep Laksa Lemak Khas Malaysia, Lengkap dengan Udang, Bakso, dan Tahu Pong

Resep Laksa Jepara

Bahan:

  • 1/2 porsi ayam fillet, dipotong kotak
  • 100 gram udang jerbung, kupas & sisakan ekor
  • 1000 ml kaldu ayam dari rebusan tulang
  • 325 gram santan kental
  • 2 batang serai, digeprek
  • 5 lembar daun jeruk, buang tulangnya
  • 1 sdt bubuk kaldu ayam
  • 1,5 sdm garam
  • 500 ml santan
  • 1 sdm minyak goreng untuk menumis

Baca Juga: Resep Laksa Jakarta Berkuah Pekat Ala Chef Rudy Choirudin

Bumbu halus (haluskan):

  • 1 sdt gula pasir
  • 8 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit bakar
  • 2 cm jahe
  • ½ sdm ketumbar
  • ½ sdt merica
  • 4 buah cabai keriting
  • 1 sdt terasi bakar

Pelengkap:

  • 2 butir telur rebus, bagi 4 bagian
  • 1 batang daun bawang untuk taburan
  • 2 batang seledri iris
  • 2 batang kucai, potong 2 cm
  • 50 gram tauge, cuci bersih

Baca Juga: Resep Laksa Singapore Ala Kedai Singapura, Kuahnya Pekat Nikmat sampai Tetes Terakhir

Cara masak Laksa Jepara:

  1. Haluskan bumbu halus menggunakan blender atau ulekan.
  2. Tumis bumbu halus, serai, dan daun jeruk sampai harum. Masukkan ayam dan udang. Aduk sampai berubah warna. Tambahkan kaldu ayam. Masak sampai mendidih.
  3. Masukkan santan, bubuk kaldu ayam, garam, dan gula pasir. Masak sampai matang. Aduk satu arah agar santan tak pecah.
  4. Sajikan Laksa Jepara bersama telur rebus, tauge, dan kucai. Taburkan daun bawang dan seledri di atasnya.
  5. Semangkuk Laksa Jepara siap disantap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​