MOMSMONEY.ID - Sebanyak 458 anak di Aceh dan Sumatra Utara akhirnya bisa kembali belajar dalam ruang yang layak setelah Save the Children Indonesia bersama Super Indo merampungkan pembangunan tiga ruang belajar sementara (RBS) di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Tapanuli Tengah pada periode Maret-April 2026.
Hal tersebut merupakan bentuk upaya memulihkan hak atas pendidikan anak-anak yang terdampak banjir dan longsor yang melanda Sumatra sejak akhir 2025.
Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatra pada akhir 2025 tidak hanya merampas tempat tinggal, tetapi juga memutus akses pendidikan ribuan anak.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, ribuan satuan pendidikan terdampak, memaksa proses belajar mengajar berlangsung di tenda pengungsian dengan fasilitas yang jauh dari memadai.
Dua RBS dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang pada Maret 2026, sementara satu RBS lainnya selesai dibangun di Kabupaten Tapanuli Tengah pada April 2026.
Baca Juga: Gandeng Save the Children, Super Indo Bantu Akses Belajar Anak Terdampak Bencana Aceh
Seluruh fasilitas dilengkapi dengan sanitasi dan akses air bersih, serta disertai distribusi paket perlengkapan sekolah berisi tas, buku, dan alat tulis bagi anak-anak penerima manfaat.
"Ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga memulihkan rasa aman, semangat belajar, dan harapan anak-anak untuk kembali menata masa depan mereka," ujar Wiwied Trisnadi, Senior Humanitarian Program Manager Save the Children Indonesia, dalam keterangan resmi, Kamis (14/5).
Wiwied menambahkan, Save the Children Indonesia telah hadir sejak fase tanggap darurat dan berkomitmen untuk terus mendampingi proses pemulihan bagi anak-anak, keluarga, dan komunitas terdampak di wilayah tersebut.
"Melalui kolaborasi bersama Save the Children Indonesia, kami ingin membantu anak-anak terdampak bencana agar dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman, karena pendidikan merupakan fondasi penting bagi masa depan," terang Yuvlinda Susanta, General Manager Corporate Affairs & Strategic Event Management Super Indo.
Kolaborasi ini menegaskan, pemulihan hak pendidikan anak pascabencana tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif sektor swasta dan lembaga kemanusiaan yang bekerja bahu-membahu di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News