MOMSMONEY.ID - Keterampilan menganyam yang dilakukan dari rumah bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Hal itu dirasakan para perajin purun di Kalimantan Selatan yang kini mengembangkan keterampilannya menjadi produk yang digunakan sehari-hari.
Peluang tersebut dikembangkan melalui Gaia Weave, wirausaha sosial yang didirikan Alexandra Christy Untono, siswi kelas 12 ACS Jakarta, pada 2025. Ia mengolah rumput purun menjadi berbagai produk, seperti tas, aksesori, tech organizer, document pouch, dan kebutuhan rumah tangga.
“Purun tumbuh subur di lingkungan yang basah. Dengan menciptakan nilai ekonomi dari purun, kami ingin membantu membangun insentif agar masyarakat tetap melihat nilai dari lanskap tempat purun tumbuh,” ujar Alexandra dalam keterangan Senin (6/9).
Yang menarik, kegiatan menganyam dapat dilakukan perajin tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama. Bagi sebagian perajin yang bekerja sebagai petani, misalnya, menganyam dapat dilakukan setelah pulang dari sawah.
Salah satunya Ibu Idang. Sebelumnya, ia mengandalkan pekerjaan tani musiman dengan penghasilan sekitar Rp 40.000–Rp 50.000 per hari.
Baca Juga: Tarot Reader Jadi Peluang Cuan, Penghasilannya Bisa Hampir Dua Digit
Setelah bergabung sebagai perajin Gaia Weave, ia mendapat tambahan penghasilan sekitar Rp 80.000–Rp 100.000 per hari dari menganyam purun.
“Setelah pulang dari sawah, saya biasanya melanjutkan dengan menganyam di rumah. Sekarang keterampilan yang sudah kami miliki bisa menjadi tambahan penghasilan, dan hasil anyaman kami digunakan menjadi produk yang dipakai lebih banyak orang,” ujar Ibu Idang.
Saat ini, Gaia Weave bermitra dengan 126 perajin di 15 desa di Kalimantan Selatan. Kemitraan tersebut disebut meningkatkan pendapatan perajin sekitar 100% hingga 150%, dari sebelumnya Rp 1 juta–Rp 1,5 juta menjadi sekitar Rp 2,7 juta–Rp 3 juta per bulan.
Bagi Alexandra, peningkatan penghasilan tersebut tidak terlepas dari bagaimana keterampilan dan material lokal diberi nilai lebih.
“Ekonomi sirkular bukan hanya tentang material yang dapat digunakan kembali atau terurai. Yang tidak kalah penting adalah memastikan orang-orang dalam rantai pasok mendapatkan manfaat yang adil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News