MOMSMONEY.ID - Pola makan memainkan peran penting terhadap kadar kolesterol normal. Untuk menjaga kadarnya tetap stabil, batasi makanan tinggi lemak jenuh, seperti mentega dan daging olahan.
Jane Leverich, dokter ahli gizi, memaparkan, penting untuk mengganti minuman manis dengan air putih untuk membantu menurunkan kolesterol LDL. Selain itu, pilih metode memasak yang ramah untuk jantung seperti memanggang atau membakar daripada menggoreng untuk mengurangi senyawa berbahaya.
Dilansir dari Pcrm.org, kolesterol tinggi tidak memiliki satu penyebab tunggal. Genetika, kondisi medis tertentu, merokok dan aktivitas fisik berperan dalam kadar kolesterol.
Baca Juga: Alternatif Obat Kolesterol Selain Statin yang Aman: Penurunan hingga 50%
Berikut ini pilihan pola makan yang memainkan peran penting terhadap kadar kolesterol normal:
1. Hindari memasak dengan mentega
Lemak padat seperti mentega, minyak kelapa dan lemak sapi termasuk dalam pilihan yang paling tidak ramah kolesterol. Sebagian besar efeknya disebabkan oleh lemak jenuh.
Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol LDL. American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi jenis lemak ini hanya hingga 6% dari kalori per hari.
Lemak jenuh berbentuk padat pada suhu ruangan, memberikan petunjuk yang berguna untuk mengetahui lemak mana yang perlu dibatasi. Jika lemak masak mempertahankan bentuknya di luar lemari es, kemungkinan besar kandungan nutrisinya tinggi.
Sebagai alternatif, gunakan minyak virgin oil, minyak alpukat, minyak canola, atau minyak wijen. Minyak-minyak ini menyediakan lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung.
2. Daging olahan
Daging olahan seperti sosis, hot dog dan kornet tidak begitu baik untuk kolesterol. Daging olahan seringkali tinggi lemak jenuh dan natrium yang memicu penyakit jantung.
Makanan ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular melalui beberapa jalur, termasuk lipid darah yang buruk, peradangan dan resistensi insulin. Jika menginginkan sumber protein yang praktis, cobalah ayam panggang tanpa kulit atau tuna kalengan sebagai gantinya.
3. Soda
Minuman manis seperti soda adalah sumber utama gula tambahan. Minuman manis memiliki hubungan erat dengan kenaikan kolesterol LDL. Cobalah mengganti soda dengan infused water atau air putih.
Soda prebiotik rendah gula juga bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada soda yang tinggi gula.
4. Ayam goreng
Ayam yang digoreng mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Ayam yang digoreng pada suhu tinggi dan kering dapat meningkatkan pembentukan produk akhir glikasi lanjutan (AGEs). Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada peradangan dan berdampak negatif pada kesehatan kardiovaskular.
Jika mencari pilihan yang lebih ramah jantung, cobalah untuk membakar atau memanggang ayam. Anda tetap akan mendapatkan banyak protein dan mengurangi lemak jenuh yang terbentuk selama penggorengan dengan suhu tinggi.
Baca Juga: Kolesterol Disebabkan Oleh Apa? Karbohidrat Olahan & Makanan Tinggi Lemak Jenuh
5. Es krim
Es krim tinggi itu lemak jenuh dan gula tambahan, kombinasi yang dapat meningkatkan kolesterol LDL dan kolesterol. Kolesterol sisa mengacu pada kolesterol yang ditemukan dalam partikel kaya trigliserida yang beredar di aliran darah setelah makan.
Pilihan yang lebih baik, konsumsi yogurt beku tanpa rasa dengan topping buah segar. Anda juga bisa membuat es krim sendiri dengan mencampur pisang beku dengan beri dan sedikit susu rendah lemak.
6. Kue dalam kemasan
Kue dalam kemasan memengaruhi kolesterol, banyak kue kemasan tinggi lemak jenuh dan gula tambahan. Selain itu, sebagian besar seratnya dihilangkan selama pemrosesan.
Serat, terutama serat larut adalah salah satu nutrisi terbaik untuk menurunkan kolesterol LDL. Hal tersebut dikarenakan LDL membantu mengikat kolesterol di saluran pencernaan hingga dikeluarkan dari tubuh.
Peran pola makan memainkan peran penting terhadap kadar kolesterol normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News