M O M S M O N E Y I D
Santai

Perut Kucing Kembung dan Keras? Pemilik Anabul Wajib Simak Penyebabnya

Penulis: Nur Afitria Cika  |  Editor: Nur Afitria


MOMSMONEY.ID - Kucing ahli dalam menyembunyikan penyakit hingga kondisinya menjadi parah. Pemilik anabul harus waspada ketika kucing menunjukkan gejala perut kucing kembung dan keras. 

Namun, apa penyebab kucing kembung dan keras? Nah, untuk mengetahuinya Anda perlu menyimak artikel ini yang akan membahas mengenai penyebab perut kucing kembung dan keras. 

Mengutip Wagwalking, kembung pada kucing merupakan suatu kondisi yang berpotensi mematikan. Kembung dapat terjadi jika kucing makan berlebihan atau terlalu banyak minum, atau mungkin disebabkan oleh salah satu dari beberapa penyebab medis yang mendasarinya. 

Baca Juga: Pecinta Anjing Wajib Tahu, Ini 4 Buah yang Dapat Membahayakan Kesehatan Anjing

Jika kondisi ini tidak terdeteksi sejak dini, bisa berakibat fatal karena organ tubuh kucing tertekan sehingga tubuh hewan sulit berfungsi normal. Jika perut kembungnya menjadi cukup besar, kucing mungkin mengalami kesulitan bernapas. 

Lalu, apa saja penyebab perut kucing kembung dan keras? Nah, simak detailnya. 

Kucing Makan
Kucing Makan

Meskipun jarang terjadi, anak kucing dan kucing mungkin mengalami perut kembung karena beberapa alasan berbeda:

1. Parasit usus (cacing gelang, cacing tambang, parasit protozoa)

2. Menahan terlalu banyak cairan (berkembang akibat gagal hati atau ginjal)

3. Makan berlebihan (Jika ini kronis, penyakit yang mendasari mungkin menjadi penyebabnya)

4. Sembelit

5. Gangguan pencernaan

6. Menelan terlalu banyak udara saat makan

Baca Juga: Mengapa Kucing Menjulurkan Lidah? Ketahui Alasan dan Penyebabnya

7. Katup tersumbat di ujung lambung

8. Dilatasi lambung dan volvulus (perut melilit, lalu membengkak)

9. Peritonitis menular pada kucing (FIP)

10. Penyakit ginjal

11. Penyakit hati

Pada anak kucing, perut kembung ringan hingga parah dapat disebabkan oleh salah satu penyebab berikut:

1. Infeksi pada kelenjar susu atau rahim induk kucing menyebabkan sindrom susu toksik

2. Campuran susu formula pengganti yang tidak tepat

3. Susu pengganti yang rusak atau susu kucing yang tidak normal

4. Terlalu banyak karbohidrat dalam makanan anak kucing (kering)

5. Cacat bawaan

6. Infeksi virus (diare virus corona enterik, panleukopenia)

7. Bakteri baik usus tidak mencukupi

8. Penyakit radang usus dikombinasikan dengan bakteri usus yang bermanfaat

Dokter hewan melakukan pemeriksaan fisik lengkap pada kucing yang perutnya kembung dan mencatat setiap tandanya. Untuk membantu proses diagnosis, dokter hewan mungkin juga akan melakukan rontgen, atau memeriksa sampel tinja atau urinalisis, yang dapat membantu menyingkirkan penyakit lain. 

Sampel tinja dapat memberi tahu dokter hewan apakah kucing tersebut menderita cacingan atau parasit. Hitung darah lengkap (CBC) dan pemeriksaan darah sistemik memungkinkan dokter hewan menentukan apakah kucing menderita penyakit lain.

Jika dokter hewan mulai mencurigai adanya penyakit mendasar yang memicu kembung, mereka mungkin perlu melakukan lebih banyak pengujian pada kucing untuk memastikan atau menyingkirkan kondisi ini, termasuk penyakit hati atau ginjal. 

Bahkan sembelit dapat mengarahkan dokter hewan ke penyakit lain yang lebih serius, seperti oklusi usus (penyumbatan) atau tumor.

Baca Juga: Apakah Kucing Bisa Rabies? Simak Penjelasan dan Ciri-ciri Kucing Terkena Rabies

Jika perut kembung pada kucing disebabkan oleh makan berlebihan, cacingan, atau parasit, kucing akan pulih dengan baik dan kembali menjalani kehidupan normal dan bahagia. 

Kucing yang terkena cacingan atau parasit mungkin perlu menerima perawatan pencegahan untuk menghindari serangan baru yang dapat menyebabkan kembung di kemudian hari.

Pemilik kucing harus mengubah beberapa rutinitas sehari-hari dan juga mengawasi kucingnya. Makan berlebihan dapat membuat perut kucing menjadi lebih besar, dan dapat membuat kemungkinan terjadinya kembung di kemudian hari. 

Mengetahui hal ini, pemilik hewan peliharaan harus memberi kucingnya beberapa kali makan dalam porsi kecil sepanjang hari daripada hanya memberikan dua atau tiga kali makan dalam jumlah besar.

Jika kucing dibiarkan berkeliaran di luar, mereka mungkin akan mencari makanan dari sumber lain, seperti tong sampah. Makanan baru tersebut dapat menyebabkan gejala usus, gas dan kembung. 

Jika pemilik kucing mengetahui bahwa kucingnya memiliki kecenderungan melakukan hal tersebut, kucing tersebut harus dilatih kembali untuk tinggal di dalam rumah. 

Nah, itulah beberapa penyebab yang membuat perut kucing kembung dan keras. Pemilik anabul perlu waspada dan memperhatikan kesehatan kucing Anda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil French Open 2026: 2 Tunggal dan 1 Ganda Campuran Indonesia ke Perempatfinal

Hasil French Open 2026 babak 16 besar, Kamis (22/10), dua tunggal dan satu ganda campuran Indonesia melaju ke perempatfinal.

Prakiraan Cuaca Jakarta Besok Jumat (23/10), Hujan Ringan Turun di 5 Wilayah Ini

Prakiraan cuaca besok Jumat (23/10) di Jakarta mengacu ramalan BMKG, sejumlah wilayah turun hujan pada sore hari.

Aromanya Unik Khasiatnya Ciamik! Ini 7 Manfaat Natto, Bagus buat Bantu Turunkan BB

Manfaat natto bagi tubuh ternyata sangat luar biasa. Simak rahasia superfood Jepang ini dalam menjaga pencernaan, imun, hingga kesehatan jantung.

Jaga Keamanan Siber saat Melamar Kerja, Simak Berberapa Tips Berikut

Pencari kerja juga harus memahami informasi apa saja yang aman untuk dibagikan dan bagaimana cara melindungi akun dan perangkat mereka.

Ingin Tampak Bugar & Segar? Ini 7 Rahasia Cara Hidup Sehat dan Awet Muda secara Alami

Penuaan dini bisa Anda cegah dengan gaya hidup yang tepat. Simak panduan cara hidup sehat dan awet muda secara alami di sini.

Praktis & Sehat! Ini Manfaat Protein Bar untuk Diet serta Tips Memilihnya yang Tepat

Protein bar adalah camilan sehat dan praktis yang bisa menjaga energi serta memberi rasa kenyang. Simak manfaat dan cara tepat memilihnya.

Daun Cincau Ternyata Punya Potensi Ekspor Yang Menyegarkan

Ekspor daun cincau kering asal Jawa Tengah sudah menyebar ke sejumlah negara di Asia Tenggara hingga Tiongkok. 

Sadar Lemari Dorong Tanggung Jawab Masyarakat atas Limbah Pakaian

Founder Sadar Lemari Sarah Ratu Satriavi mengatakan, pakaian berbahan sintetis jika tidak diolah dengan benar akan menghasilkan zat berbahaya.

11 Provinsi Ini Masih Hujan Lebat, Berikut Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (23/10)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Jumat 23 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Jumat (23/10), Cek Wilayah yang Berpotensi Hujan Sedang

Cuaca Jawa Barat besok Jumat (23/10) bervariasi, dari cerah hingga hujan sedang. Simak prakiraan cuaca 27 wilayah berikut.