M O M S M O N E Y I D
Pendidikan

Peran Teknologi AI dalam Transformasi Pendidikan

Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Laju adopsi dan inovasi di era transformasi AI membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Arief Suseno, Education Lead Microsoft Indonesia mengatakan AI memiliki potensi besar dalam dunia pendidikan. Sebut saja untuk mempersonalisasi materi dan proses pembelajaran, membantu guru merancang rencana pelajaran, menyederhanakan proses administratif, serta menyediakan wawasan berbasis data tentang kinerja murid dan tren pendaftaran. Guna mewujudkan potensi tersebut, semua pihak perlu mengatasi tantangan seperti akurasi, efikasi, dan ketergantungan yang berlebihan serta memberikan dukungan yang cukup kepada para pendidik.

"Di Microsoft, kami berfokus untuk menempatkan para pendidik sebagai pakar yang memegang kendali, dan mengintegrasikan pengalaman AI ke dalam alur kerja mereka untuk benar-benar meringankan beban kerja,” ujar Arief dalam keterangan resminya.

Di Indonesia, guru dari berbagai daerah telah secara aktif mempelajari teknologi AI. Menembus zona nyaman masing-masing, para guru gigih belajar dan berinovasi dengan AI agar dapat menciptakan pembelajaran yang semakin menyenangkan bagi para murid, sembari mempersiapkan generasi penerus bangsa dalam memasuki dunia kerja yang kini memerlukan keterampilan AI. Berikut adalah tiga kisah inspiratif dari guru-guru Indonesia dalam memanfaatkan AI di ruang kelas, yang patut diapresiasi.

Baca Juga: Jelang Peringatan Hari AIDS, Sudah Tahu Beda HIV dan AIDS Belum?

Fafan Adisumboro, Suci Romadani, dan Sigit Hadi, asal Probolinggo, Jawa Timur, mengambil langkah inovatif dalam mengajarkan keterampilan berpikir kritis kepada murid melalui penerapan AI. Melalui konsep “AI MISS YOU” (Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Bernalar Kritis Siswa Yang Original dan Unik), para guru ini mengajarkan murid bukan hanya untuk menerima informasi, tetapi juga untuk menciptakan, berinovasi, dan memecahkan masalah.

Dari konsep tersebut, para murid diperkenalkan dengan metode pembelajaran “TEBALKAN” (Temukan, Bayangkan, Lakukan, dan Bagikan), di mana murid diajak menggunakan teknologi AI seperti Microsoft Copilot dan Designer, untuk mengeksplorasi topik pembelajaran tertentu, membayangkan ide secara kreatif, mengimplementasikan ide secara praktis, dan membagikan hasil karya mereka.

“Kami terinspirasi dari pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara yang menekankan bahwa setiap anak bukanlah ‘kertas kosong’ yang hanya menerima informasi, melainkan insan kreatif yang perlu diberdayakan. Dalam semangat ini, metode TEBALKAN mendorong siswa untuk aktif dan kritis,” kata Sigit.

Selama beberapa bulan terakhir, guru-guru visioner ini mempraktikkan langsung metode TEBALKAN pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), suatu pembelajaran multidisipliner untuk membangun karakter murid yang inovatif dan adaptif terhadap lingkungan sekitar mereka. Dalam proyek tersebut, para guru mengajak murid untuk mengolah daun mangga menjadi teh herbal, dan meminta murid menemukan resep serta cara terbaik pengolahannya dengan menggunakan AI.

“Kami memilih daun mangga karena mangga merupakan tanaman pangan khas daerah kami di Probolinggo. Menggunakan teknologi AI, para murid melakukan komparasi dari setiap percobaan agar mendapatkan cara bagaimana menghasilkan teh berbahan dasar daun mangga dengan cita rasa terbaik. Di sini, guru berperan dalam melakukan bimbingan serta memperkuat pemahaman mereka dalam berinovasi,” kata Suci.

Baca Juga: Buka Link Haji.kemenag.go.id, Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Pusat Dimulai Hari Ini

Menerapkan pendekatan inovatif dengan teknologi AI untuk membuat pelajaran matematika lebih menyenangkan adalah motivasi tersendiri bagi Mansur, seorang guru matematika di SMP Negeri 2 Pangsid, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Dengan pendekatan inovatif, Mansur mengajak para murid menggunakan Copilot untuk memahami elaborasi rumus jawaban dari soal-soal yang ia bagikan. Menurut Mansur, yang terpenting bukan hanya jawaban akhir murid, melainkan apakah murid bisa menjelaskan bagaimana mereka mendapatkan jawaban tersebut. Di sini lah AI berperan: mendampingi murid melatih penalaran dan pemahaman mereka akan tahapan pemecahan soal matematika, tanpa perlu merasa rendah diri jika perlu bertanya berulang kali, atau memiliki kecepatan pemahaman berbeda.

“Kami mengajak siswa-siswi untuk menggunakan AI sebagai sarana menyelesaikan soal matematika dengan cara yang menyenangkan dan menenangkan. Tentunya, kami juga meminta mereka menjelaskan alur rumus matematika yang mereka peroleh dari AI, untuk membentuk pemahaman dan penalaran yang bisa dipertanggungjawabkan,” ucap Mansur.

Dengan pendekatan ini, Mansur menginspirasi murid untuk melihat matematika bukan hanya sebagai kumpulan rumus, tetapi sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir analitis dan logis. Ia juga mengajak para guru untuk terbuka dalam pemanfaatan teknologi AI, dengan memberikan kesempatan bagi murid untuk mengeksplor cara baru dalam berteman dengan matematika.

Sejak 2016, Mansur telah aktif berperan sebagai anggota Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE), komunitas pendidik global yang menggunakan teknologi Microsoft secara inovatif untuk meningkatkan pengalaman belajar dan kolaborasi di kelas. Tidak hanya gebrakan di sekolah, Mansur juga mencatatkan pencapaian dalam mendirikan Komunitas Guru Inovatif Microsoft pada platform Merdeka Mengajar dan menjadi representasi guru dari Indonesia dalam Education Exchange di Singapura pada tahun 2018.

“Sudah setahun lebih kami mendirikan Komunitas Guru Inovatif Microsoft di platform Merdeka Mengajar. Sejauh ini sudah ada 4.000 anggota dan setiap minggu aktif mengadakan webinar untuk membahas topik AI dalam pendidikan serta topik-topik berbeda lainnya yang berbeda agar bisa menambah wawasan dan keterampilan pendidik," tambah Mansur.

Baca Juga: Prabowo Umumkan Gaji Guru ASN & Honorer Naik Mulai 2025, Cek Rincian & Gaji PNS & P3K

Di Semarang, Jawa Tengah, Marheni Widya Retna, guru kelas 6 di SD Negeri Sendangmulyo 04, menjadi salah satu guru SD yang berkesempatan untuk mengikuti pelatihan AI gelaran Microsoft Indonesia, Balai Pengembangan Teknologi dan Komunikasi (BPTIK) Jawa Tengah, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di tahap pertama.

Sebagai guru kelas 6 SD, Marheni khususnya memanfaatkan fitur Reading Progress pada Microsoft Teams untuk meningkatkan minat literasi dan keterampilan membaca murid terhadap teks berbahasa Inggris. Reading Progress pada Microsoft Teams didukung teknologi AI untuk membantu guru menilai perkembangan kemampuan membaca murid secara lebih akurat. AI menganalisis hasil rekaman video atau audio pada saat murid membaca sebuah teks, lalu memberikan data tentang performa membaca murid, sehingga membantu meningkatkan keterampilan membaca secara efisien.

Diketahui, fitur tersebut juga memiliki fungsi reading comprehension yang secara otomatis dapat membuat pertanyaan beserta kunci jawaban berdasarkan variasi teks yang dipilih. Hal ini memudahkan guru dalam menyusun materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan murid sesuai jenjang kelas. Marheni paham bahwa untuk meningkatkan minat baca murid sejak dini, guru perlu memberikan sebuah bacaan yang tidak hanya menarik, tetapi juga variatif dan sesuai dengan tingkat kemampuan murid.

“Dengan menggunakan Reading Progress, saya bisa memperoleh teks berbahasa Inggris yang lebih variatif untuk diperkenalkan kepada anak-anak, agar mereka mendapatkan suatu bacaan yang baru dan menarik, serta tidak membosankan. Itu berkat dari apa yang saya dapatkan selama pelatihan menggunakan Microsoft Teams,” jelas Marheni.

Melalui inisiatif ini, Marheni berharap agar murid lebih termotivasi dalam meningkatkan budaya literasi dan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Hal ini akan membantu murid untuk menyiapkan diri ke jenjang pendidikan berikutnya, sekaligus membuka wawasan mereka terhadap literatur dalam Bahasa Inggris yang lebih luas.

Baca Juga: 2025, Guru Honorer Dapat Tambahan Gaji Rp 2 Juta, Cek Syaratnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Harga Emas Hari Ini Fluktuatif, Sedikit Naik di atas US$ 4.500

Sempat turun pada perdagangan sesi pagi, harga emas kini menguji naik. Rebound terjadi setelah turun lebih dari 1% pada sesi kemarin.

Promo Tiket Trans Snow World Bekasi: Liburan Hemat Cuma Rp 50 Ribu, Hanya 3 Hari

Membeli tiket Trans Snow World Bekasi kini bisa lebih hemat. Hanya Rp 50.000 untuk liburan sekolah. Cek periode pembeliannya sekarang!

Baterai 7000mAh Motorola Edge 70 Fusion: Mampu Bertahan Seharian Penuh Tanpa Ngecas

Layar AMOLED 1.5K dengan 5200 nits peak brightness, bikin mata terpukau. Cari tahu fitur canggih lainnya dari Motorola Edge 70 Fusion.

Cek Puluhan Emiten Pembagi Dividen yang Punya Yield Menarik

Investor yang memburu pendapatan dividen masih memiliki peluang. Mulai hari ini, Selasa (2/6) beberapa emiten memasuki cum date dividen.

Katalog Promo Alfamidi Hemat Satu Pekan 1-7 Juni 2026, Mogu Mogu Beli 2 Diskon 40%

Promo Alfamidi Hemat Satu Pekan hadir 1-7 Juni 2026. Jangan sampai melewatkan diskon besar untuk produk favorit Anda.

Febby Rastanty Bagikan Tips Konsisten Berlari di Tengah Jadwal yang Padat

Febby Rastanty membagikan sejumlah tips konsisten berlari di tengah jadwal yang padat, berikut ulasannya.  

Kamera iPhone 17 Kini Pakai Fusion 48MP: Hasil Fotonya Bikin Terkejut

Kamera Fusion 48MP iPhone 17 hasilkan foto detail luar biasa. Temukan fitur Dual Capture dan peningkatannya di sini.

Simak 4 Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas Hari Ini (2/6)

BRI Danareksa Sekuritas membagikan sejumlah ide trading dan rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini Selasa (2/6/2026). Berikut ulasannya.

Saldo ATM Berkurang Tanpa Kamu Tahu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saldo ATM tiba tiba berkurang? Ketahui penyebab, cara mengecek transaksi, dan langkah cepat mengamankan rekening.

Nomor Tak Dikenal Suka Menelepon? Waspadai Spam Caller yang Ancam Keuangan Anda

Nomor asing terus menelepon? Kenali ciri spam caller dan cara melindungi data pribadi serta keamanan keuangan Anda.