MOMSMONEY.ID - Beberapa dari Anda mungkin sering mendengar istilah panic attack dan anxiety attack. Namun, apakah sudah tahu perbedaannya?
Baik panic attack maupun anxiety attack sama-sama membuat perasaan menjadi tidak nyaman, tegang, dan diliputi banyak emosi.
Kendati gejala yang ada pada panic attack dan anxiety attack memiliki beberapa kesamaan, namun keduanya memiliki perbedaan dalam intensitas dan durasinya.
Keduanya sama-sama mengirimkan sinyal ke bagian otak untuk mengaktifkan mode yang disebut dengan “fight or flight” yang menyebabkan munculnya gejala dalam segi emosional dan fisik.
Menurut Cleveland Clinic, perbedaan utamanya adalah bahwa faktor pemicu stres tertentu sering kali menimbulkan kecemasan, dan dampaknya dapat menumpuk secara bertahap. Sebaliknya, serangan panik biasanya terjadi secara tak terduga dan tiba-tiba.
Untuk itu, penting mengetahui lebih jauh mengenai perbedaan antara panic attack dan anxiety attack. Berikut ini adalah beberapa perbedaannya.
Baca Juga: 4 Tanda Butuh Detoks Media Sosial Demi Kesehatan Mental yang Lebih Baik
Panic attack
Serangan panik adalah serangan ketakutan dan kegelisahan hebat yang bisa terjadi tanpa peringatan.
Gangguan ini sering kali terjadi sebagai respons terhadap peristiwa yang membuat stres. Misalnya, jika Anda memiliki fobia terbang, naik pesawat bisa memicu serangan panik.
"Respons “fight or flight” tubuh terpicu pada saat yang tidak semestinya," ujar Psikolog Klinis Regina Josell, PsyD kepada Cleveland Clinic. "Tubuh mengira sedang dalam bahaya, padahal sebenarnya tidak".
Serangan panik memang menakutkan, namun tidak berbahaya dan biasanya hanya berlangsung selama 15 hingga 20 menit.
Laman Medicine Net menyebutkan, gejala fisik juga bisa muncul pada serangan ini. Seperti detak jantung yang berdebar dengan cepat, nafas menjadi lebih pendek, keringat berlebih, tubuh gemetar, dan mual.
Panic attack lebih mudah menyerang orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan mental seperti bipolar, depresi, dan bahkan gangguan kecemasan. Trauma pada masa lalu juga bisa menjadi penyebab munculnya serangan ini.
Sayangnya, jika Anda mengalami satu serangan panik, biasanya akan terjadi serangan panik lainnya.
Soalnya, orang-orang sering menjadi begitu khawatir jika hal itu terjadi lagi, sehingga menjadi sebuah ramalan yang terwujud dengan sendirinya, kata Dr. Josell.
Baca Juga: Mengapa ASMR Populer? Ternyata Ada Hubungan dengan Kesehatan Mental
Anxiety attack
Dalam kebanyakan kasus, serangan kecemasan digunakan sebagai istilah awam untuk serangan panik, mengutip Cleveland Clinic.
Anxiety dapat muncul ketika adanya pemicu yaitu rasa takut terus-menerus akan perasaan kewalahan yang tidak diketahui secara pasti.
Ada faktor-faktor tertentu yang dapat menyebabkan kondisi ini, seperti:
1. Cara otak mengelola stres
2. Riwayat keluarga dengan anxiety
3. Pengalaman hidup yang penuh tekanan atau menantang
Anxiety attack ini diklasifikasikan dalam kelas mild, moderate, dan severe, tergantung dari penyebab dan trigger yang ditunjukkan.
Gangguan kecemasan memiliki gejala intens seperti menegangnya otot, dada terasa menjadi sesak, pusing dan mual, gemetar, merasakan perasaan yang tidak bisa dikontrol, hingga gangguan tidur.
Diagnostik dari ahli atau psikiater memang bisa memberikan hasil akurat untuk mengetahui serangan apa yang mungkin Anda rasakan.
Sebagai rangkuman, kecemasan atau anxiety terjadi karena rasa khawatir yang berkepanjangan, sementara serangan panik cenderung datang secara tidak terduga. Tapi keduanya bisa diobati.
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke ahlinya agar bisa memperoleh perawatan dan pengobatan yang sesuai.
Nah, itulah tadi beberapa tanda dan penjelasan singkat tentang perbedaan anxiety dan panic attack.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News