MOMSMONEY.ID - Bagi yang ingin berkunjung ke Dubai untuk pertama kali, tentu banyak pertanyaan yang muncul. Mulai dari apakah perlu mengurus visa? atau perlukah menyewa mobil atau mana lokasi yang tepat untuk menginap?
Dalam keterangan tertulis Sabtu (5/9), Departemen Ekonomi dan Pariwisata Dubai (DET) memberikan sejumlah panduan, mulai dari cara mengurus visa, transportasi, beragam makanan, hingga lokasi menginap.
Cara mengurus visa untuk wisatawan Indonesia
Pemegang paspor Indonesia dapat mengajukan visa turis untuk Uni Emirat Arab secara daring melalui laman resmi General Directorate of Residency and Foreigners Affairs (GDRFA). Apabila seluruh dokumen telah lengkap, proses pengajuan dapat selesai dalam waktu sekitar 48 jam.
Dokumen yang umumnya diperlukan antara lain:
- Paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan sejak tanggal keberangkatan
- Pasfoto berwarna terbaru
- Tiket pesawat yang telah dikonfirmasi
Biaya visa turis sekali masuk untuk 30 hari adalah AED 252 atau sekitar Rp 1.217.560, sedangkan visa 60 hari dikenakan biaya AED 352 atau sekitar Rp 1.700.775, belum termasuk PPN sebesar 5%. Seluruh proses dilakukan secara digital.
Untuk ke Dubai tersedia beberapa penerbangan langsung Emirates setiap hari dari Jakarta dan Bali menuju Dubai. Bagi Anda yang berencana melanjutkan perjalanan ke negara lain, Dubai International Airport (DXB) juga terhubung dengan lebih dari 150 destinasi di seluruh dunia.
Baca Juga: Visa Dubai: Pelancong Indonesia Kini Lebih Mudah Masuk UEA 14 Hari!
Keliling Dubai dengan transportasi umum
Bagi Anda yang baru pertama kali datang, Anda bisa menggunakan transportasi umum untuk menjelajahi kota. Dubai Metro menghubungkan berbagai destinasi populer, termasuk Downtown Dubai, Dubai Marina, hingga Dubai International Airport (DXB).
Sementara itu, jaringan trem, bus umum, dan transportasi air juga memudahkan perjalanan ke berbagai kawasan lain. Cukup dengan satu Nol Card, Anda dapat menggunakan metro, trem, bus, hingga beberapa layanan feri.
Untuk destinasi yang tidak terjangkau oleh jaringan transportasi umum, taksi maupun layanan transportasi daring seperti Careem dan Uber tersedia hampir di seluruh penjuru kota.
Jika Anda memasukkan Palm Jumeirah dalam agenda perjalanan, Anda juga dapat mencoba Palm Monorail yang baru kembali beroperasi setelah program pemeliharaan selama enam bulan.
Jalur sepanjang 5,5 kilometer ini menghubungkan Palm Gateway dengan sejumlah objek wisata seperti Nakheel Mall dan Atlantis Aquaventure.
Makanan halal khas Emirat hingga makanan Indonesia
Dubai jadi salah satu destinasi yang ramah wisatawan Muslim, apalagi dengan makanan halal sangat mudah ditemukan. Pilihannya pun beragam, mulai dari restoran khas Emirat, restoran internasional, hingga masakan Indonesia yang sudah familiar.
Dubai memiliki lebih dari 30 restoran Indonesia, mulai dari rumah makan kasual hingga restoran berkonsep modern. Bagi Anda yang mencari hidangan rumahan dengan harga terjangkau, Dapoer Kita menjadi salah satu pilihan populer dengan menu favorit seperti rendang dan ayam penyet.
Sementara itu, bagi yang menginginkan pengalaman bersantap yang lebih istimewa, Andaliman Restaurant menghadirkan cita rasa Indonesia dengan sentuhan kontemporer.
Tentu mencicipi kuliner khas Emirat pun jadi hal wajib. Hidangan seperti machboos dan luqaimat, serta tradisi menikmati gahwa (kopi Arab), menjadi cara yang menarik untuk mengenal budaya dan keramahan masyarakat setempat.
Baca Juga: Camilan Dubai Chewy Cookie Viral, Ini Alasannya
Pilih kawasan menginap untuk berbagai gaya liburan
Setiap kawasan di Dubai menawarkan suasana dan pengalaman yang berbeda, sehingga memilih area yang sesuai dapat membuat perjalanan menjadi lebih berkesan.
Bagi Anda yang baru pertama kali berkunjung dan ingin menjelajahi berbagai ikon kota dalam satu perjalanan, Downtown Dubai bisa menjadi pilihan yang tepat. Burj Khalifa, Dubai Mall, dan Dubai
Fountain dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Tersedua beragam pilihan hotel di lokasi yang strategis dan rentang harga yang bervariasi.
Untuk liburan dengan suasana yang lebih santai, Jumeirah atau Kite Beach dapat menjadi pilihan. Deretan hotel butik, resort tepi pantai, dan kafe dengan suasana yang santai menjadikan kedua kawasan ini tempat yang ideal untuk bersantai sekaligus merasakan sisi Dubai yang lebih tenang.
Sementara, jika ingin menjelajahi sisi lain Dubai, Old Dubai layak masuk dalam agenda. Kawasan bersejarah Deira dan Bur Dubai menawarkan kesempatan untuk melihat lebih dekat warisan budaya kota.
Di sini, Anda dapat berjalan menyusuri Al Fahidi Historical Neighbourhood, menjelajahi pasar tradisional seperti Gold Souk dan Spice Souk, atau menyeberangi Dubai Creek menggunakan perahu tradisional atau abra, dengan tarif hanya AED 1 atau sekitar Rp 4.800.
Kawasan ini cocok bagi Anda yang ingin menikmati perjalanan dengan lebih santai sekaligus mengenal Dubai yang lebih dekat dengan sejarah dan budaya lokal.
Memilih kawasan menginap yang tepat juga dapat menghemat waktu perjalanan, sekaligus memberikan kesempatan bagi Anda untuk menikmati sisi Dubai yang paling sesuai dengan minat dan gaya liburan masing-masing.
Baca Juga: Daftar Negara Bebas Visa untuk WNI, Pegang Paspor Indonesia Bisa Kunjungi
Lakukan perencanaan dan bepergian dengan bijaksana
Bagi yang pertama kali ke Dubai, lakukan perencanaan perjalanan dengan cerdas. Misalnya, memilih menggunakan transportasi umum dan mencari akomodasi dekat stasiun serta memesan tiket atraksi lebih awal.
Bukan hanya itu, perencanaan lainnya adalah membawa sejumlah uang tunai dalam mata uang dirham meski pembayaran nontunai telah diterima secara luas di berbagai tempat. Uang tersebut bisa digunakan untuk keperluang transaksi kecil maupun untuk memberikan tip.
Bepergian dengan bijak juga berarti menghormati adat istiadat setempat. Mengenakan pakaian yang sopan saat mengunjungi masjid dan situs warisan budaya, mengikuti etika lokal, serta memperhatikan norma budaya dapat membuat pengalaman perjalanan terasa lebih bermakna.
Bagi wisatawan Muslim, fasilitas ibadah juga tersedia di sebagian besar pusat perbelanjaan, bandara, dan berbagai tempat wisata, sehingga waktu ibadah tetap dapat dilakukan dengan nyaman di tengah agenda perjalanan.
Kunjungan pertama ke Dubai tidak harus selalu berfokus pada kunjungan ke tempat-tempat wisata terkenal. Anda bisa menyeberangi Dubai Creek dengan abra tradisional, menikmati secangkir gahwa, berjalan menyusuri kawasan bersejarah, atau menjelajahi keragaman kuliner yang menjadi bagian dari kehidupan kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News