MOMSMONEY.ID - Pernah mendengar istilah microsleeping? Sudah tahu apa penyebab dan gejalanya? Yuk, ketahui bahaya microsleep di sini.
Mengantuk merupakan tanda bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat. Ketika mengantuk tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak yang membuat tubuh merasa ngantuk.
Kondisi mengantuk lainnya adalah microsleeping yang bisa terjadi di mana pun dan kapan pun.
Menurut laman Sleep Foundation, microsleep mengacu pada episode tidur yang sangat singkat, biasanya berlangsung selama 15 detik atau kurang, di mana seseorang mungkin berhenti memproses apa yang terjadi di sekitarnya untuk sementara.
Tanda-tanda microsleep dapat berupa mata terkulai atau tertutup, kepala mengangguk, kehilangan perhatian, dan berkurangnya respons terhadap suara atau rangsangan lainnya.
Disebut sebaga microsleeping karena durasinya yang hanya sebentar.
Baca Juga: Ibu Hamil Masih Perlu Olahraga, Ketahui Cara Amannya di Sini
Gejala terjadinya microsleeping ini termasuk susah untuk di identifikasi. Karena jangka waktunya yang singkat dan respons cepat untuk kembali sadar setelah tertidur secara singkat.
Namun, beberapa gejala bisa disadari ketika seseorang mengalami microsleeping. Tidak memberikan respons saat diajak berbicara, melamun, dan menjatuhkan kepala secara singkat adalah beberapa gejala microsleeping yang bisa disadari.
Selain itu ada juga kondisi atau tanda tanda bahwa tubuh sedang berada dalam kondisi microsleeping. Seperti sering mengedipkan mata untuk tetap bisa tersadar, sering menguap, kesusahan untuk membuka mata, dan gerakan tubuh seperti tersentak adalah tanda yang bisa dilihat ketika mengalami kondisi microsleeping.
Kondisi ini bisa menimpa siapa pun dan di mana pun. Menurut laman Healthline, kondisi microsleeping biasa terjadi pada saat jam-jam tubuh mendapatkan istirahat atau tidur. Kondisi lain yang bisa menyebabkan microsleeping adalah kekurangan tidur yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Baca Juga: LDR Dikenal Sulit, Ternyata Ini 7 Keistimewaan Hubungan Jarak Jauh
Microsleep sendiri tidak selalu berbahaya, namun apa yang terjadi selama beberapa detik tersebut bisa saja berbahaya.
“Saat otak Anda berupaya secara proaktif membuat Anda tertidur, hal itu bisa terjadi dalam situasi yang berbahaya,” ujar spesialis pengobatan tidur Samuel Gurevich, MD kepada Cleveland Clinic.
Sebab, rasa kantuk menjadi penyebab sejumlah besar kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja.
Menurut laman Healthline, ada baiknya untuk mulai beristirahat saat sudah mengalami beberapa hal yang menunjukkan tanda kantuk seperti menguap berkali kali, mata yang terasa berat, dan oleng saat menyetir.
Sehingga tentu saja kondisi microsleeping atau mengantuk saat mengemudi bisa dihindari. Selain itu, pastikan untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik sehingga tubuh tidak merasa kekurangan waktu untuk beristirahat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News