MOMSMONEY.ID - Padel, tenis, Pilates atau home gym? Ini perbandingan biaya olahraga Moms di tahun 2026 yang bisa bantu pilih lebih hemat pengeluaran.
Buat Moms yang ingin mulai rutin olahraga, biaya sering kali menjadi pertimbangan sebelum memilih aktivitas. Bukan cuma soal harga kelas atau sewa lapangan, tetapi juga peralatan, frekuensi latihan, sampai biaya tambahan yang kadang tidak terasa di awal.
Pada tahun 2025 hingga 2026, padel, tenis, Pilates, dan home gym menjadi beberapa pilihan yang menarik dengan karakter pengeluaran berbeda.
Melansir dari padeldrops, kalau dihitung untuk pemakaian rutin, olahraga yang terlihat murah belum tentu paling hemat dalam setahun.
“Pilihan olahraga yang efisien sangat bergantung pada frekuensi latihan, akses fasilitas, dan kebutuhan masing-masing orang,” dikutip dari padeldrops.
Baca Juga: 5 Keterampilan Charlie Munger untuk Meraih Financial Freedom yang Bisa Dicoba
Padel bisa hemat kalau punya teman satu grup
Padel cukup menarik untuk Moms yang ingin olahraga sambil bersosialisasi. Salah satu alasannya adalah lapangan biasanya digunakan empat orang sehingga biaya sewa bisa dibagi bersama.
Dalam data 2025–2026, biaya lapangan di sejumlah negara berada sekitar Rp310 ribu hingga Rp930 ribu per jam. Jika dibagi empat pemain, pengeluaran per orang bisa berada di kisaran Rp77,5 ribu sampai Rp232,5 ribu.
Namun, ada biaya awal yang perlu disiapkan. Raket pemula dan sepatu membuat modal awal berada sekitar Rp1,55 juta hingga Rp3,88 juta. Bola juga menjadi pengeluaran tambahan jika sering bermain.
Untuk pemain rekreasi, estimasi biaya tahunan berada sekitar Rp9,3 juta sampai Rp27,9 juta. Besarnya tentu bergantung pada kota, tarif lapangan, dan seberapa sering bermain.
Tenis punya pilihan biaya yang lebih fleksibel
Tenis bisa menjadi pilihan bagi Moms yang tidak ingin terikat pada satu jenis fasilitas. Lapangan publik dapat memiliki tarif rendah, bahkan di beberapa tempat tersedia tanpa biaya sewa, sedangkan klub atau lapangan indoor tentu membutuhkan anggaran lebih besar.
Peralatan awal seperti raket, sepatu, dan bola dapat membutuhkan sekitar Rp1,55 juta hingga Rp4,65 juta. Jika kemudian ditambah les, pengeluaran tahunan bisa meningkat cukup banyak, terutama untuk latihan privat.
Melansir dari racquetsports, stimasi pemain rekreasi dalam data berada sekitar Rp7,75 juta sampai Rp38,75 juta per tahun. Rentangnya lebar karena pilihan fasilitas dan metode latihan sangat berpengaruh.
Buat yang baru mencoba, tenis punya keuntungan karena bisa dimulai dari fasilitas sederhana. Jadi, tidak harus langsung mengeluarkan banyak uang untuk menikmati olahraganya.
Pilates mat lebih ringan dibanding reformer
Pilates punya dua pilihan yang cukup berbeda dari sisi biaya, yaitu mat dan reformer. Pilates mat tidak membutuhkan banyak perlengkapan sehingga lebih mudah disesuaikan dengan anggaran.
Kelas mat di studio dalam data berada sekitar Rp232,5 ribu hingga Rp542,5 ribu per sesi. Jika dilakukan dua kali seminggu, pengeluaran tahunan bisa mencapai sekitar Rp12,09 juta sampai Rp27,9 juta.
Berbeda dengan reformer yang menggunakan mesin khusus. Biayanya berada sekitar Rp387,5 ribu hingga Rp930 ribu per sesi. Dengan frekuensi dua kali seminggu, pengeluaran setahun dapat mencapai sekitar Rp20,15 juta hingga Rp48,05 juta.
Karena itu, Moms yang mengejar olahraga low-impact dengan biaya lebih terkendali bisa mempertimbangkan Pilates mat. Sementara reformer lebih cocok bagi yang memang menyukai format latihan tersebut dan siap dengan biaya kelas yang lebih tinggi.
Baca Juga: pengaturan Waktu dan Keuangan biar Orang Tua Bisa Kurangi Jam Kerja Demi Keluarga
Home gym perlu modal, tetapi hemat setelahnya
Home gym mempunyai pola pengeluaran yang cukup berbeda. Biaya terbesar biasanya justru muncul ketika pertama kali membeli peralatan.
Untuk setup dasar yang terdiri dari matras, resistance band, dumbbell, dan kettlebell, dana sekitar Rp3,1 juta sampai Rp7,75 juta sudah masuk dalam kisaran data yang digunakan.
Setelah itu, biaya latihan bisa hampir nol. Langganan aplikasi atau video latihan sifatnya opsional dan dapat berada sekitar Rp155 ribu hingga Rp465 ribu per bulan.
Home gym lengkap tentu membutuhkan anggaran jauh lebih besar. Peralatan seperti power rack, barbell, bench, treadmill, dan rowing machine dapat membuat investasi awal mencapai sekitar Rp23,25 juta hingga Rp77,5 juta atau lebih.
Mana yang paling hemat untuk Moms?
Kalau hanya melihat biaya jangka panjang, home gym dasar menjadi salah satu pilihan yang paling menarik. Setelah peralatan tersedia, tidak ada biaya sewa lapangan atau pembayaran kelas setiap kali latihan.
Padel bisa menjadi pilihan ekonomis jika dimainkan bersama tiga teman lain secara rutin. Sistem berbagi biaya lapangan membuat pengeluaran per sesi lebih masuk akal.
Tenis berada di tengah dengan keunggulan berupa pilihan fasilitas yang luas. Moms yang menggunakan lapangan publik tentu mempunyai pola pengeluaran berbeda dengan mereka yang rutin mengikuti les privat.
Sementara itu, Pilates mat di rumah bisa menjadi alternatif bagi Moms yang ingin latihan low-impact tanpa harus terus membayar kelas studio.
Cara sederhana menghitung biaya olahraga
Supaya tidak salah menentukan pilihan, jangan hanya membandingkan harga satu sesi. Hitung biaya berdasarkan kebiasaan yang benar-benar akan dilakukan. Caranya cukup mudah banget:
- Tentukan berapa kali ingin olahraga dalam seminggu.
- Hitung perkiraan jumlah sesi selama satu tahun.
- Tambahkan biaya peralatan awal.
- Masukkan biaya kelas atau sewa tempat.
- Perhitungkan biaya tambahan seperti bola, perlengkapan, atau aplikasi.
- Bandingkan totalnya dengan olahraga lain.
Dari sini akan terlihat mana yang benar-benar sesuai dengan kemampuan anggaran.
Baca Juga: Pengaturan Keuangan di Tengah Biaya Hidup Naik, Ini 5 Tonggak yang Diperlukan
Strategi paling masuk akal bukan selalu memilih satu olahraga
Moms sebenarnya tidak harus terpaku pada satu aktivitas. Kombinasi beberapa jenis olahraga justru bisa menjadi pilihan yang lebih fleksibel.
Latihan kekuatan bisa dilakukan di rumah menggunakan peralatan dasar. Sesekali, padel atau tenis dapat menjadi pilihan untuk aktivitas bersama teman. Pilates mat juga bisa digunakan sebagai latihan tambahan tanpa harus selalu mengikuti kelas studio.
Menggunakan pola seperti ini, biaya olahraga berbayar dapat dikendalikan tanpa membuat rutinitas gerak menjadi membosankan.
Padel, tenis, Pilates, dan home gym sama-sama punya kelebihan, tetapi pola biayanya berbeda. Padel menarik untuk olahraga bersama, tenis unggul dalam fleksibilitas fasilitas, Pilates mat relatif sederhana, sedangkan home gym membutuhkan modal awal tetapi biaya rutinnya sangat rendah.
Jadi, olahraga paling hemat untuk Moms bukan semata-mata yang punya harga sesi paling murah. Pilihan terbaik adalah aktivitas yang sesuai anggaran, mudah dilakukan, nyaman, dan bisa dipertahankan secara konsisten.
Sebab, peralatan mahal atau kelas murah sekalipun tidak akan banyak berarti jika akhirnya jarang digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News