M O M S M O N E Y I D
Bugar

Orang Tua Wajib Tahu! Waspadai Gejala Gaming Disorder pada Anak

Orang Tua Wajib Tahu! Waspadai Gejala Gaming Disorder pada Anak
Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Inilah beberapa gejala tentang gaming disorder pada anak yang perlu diketahui orang tua agar bisa mengatasinya dengan tepat. 

Kecanduan game online bisa dialami siapa saja, baik anak-anak hingga orang dewasa. Padahal bermain game bisa menjadi hal menyenangkan untuk mengatasi stres. 

Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi penderitanya.  

Gaming disorder adalah pola perilaku bermain game yang tidak terkendali hingga dapat mengganggu minat dan aktivitas sehari-hari. 

Kondisi ini kini telah dimasukkan ke dalam klasifikasi penyakit internasional keluaran terbaru (ICD-11). 

Tak sedikit orang yang menjadikan game online sebagai hobi untuk mengisi waktu luang. 

Untuk bisa disebut menderita gaming disorder, anak perlu mengalami lima atau lebih gejala-gejala di bawah ini dalam kurun waktu 12 bulan seperti dilansir dari Kids Health, antara lain:  

Baca Juga: Apa Penyebab Timbulnya Jakun pada Wanita? Ini Penjelasan Lengkapnya

1. Bermain game dijadikan sebagai kegiatan utama. Selalu teringat game yang telah dimainkan sebelumnya dan selalu tidak sabar untuk kembali melanjutkan bermain game.  

2. Saat tidak sedang bermain game, mulai muncul rasa marah, sedih, atau gangguan kecemasan.  

3. Merasa butuh bermain game, sehingga menghabiskan banyak waktu untuk melakukannya.  

4. Tidak dapat mengendalikan keinginan untuk main game.  

5. Tidak tertarik untuk berinteraksi dengan orang lain, melakukan hobi lain yang sebelumnya dimiliki, maupun kegiatan menyenangkan selain bermain game.  

6. Tetap bermain game secara berlebihan meski tahu bahwa kegiatan tersebut dapat menyebabkan kecanduan dan menimbulkan masalah psikososial.  

7. Tidak mendengarkan nasihat dari keluarga, terapis, maupun teman mengenai kebiasaan bermain game yang sudah sampai pada tahap yang meresahkan.  

8. Menggunakan game sebagai satu-satunya cara untuk mengembalikan suasana hati yang buruk.  

9. Kebiasaan bermain game sudah memberikan dampak buruk terhadap hubungan dengan orang lain, pekerjaan, maupun pendidikan.  

Baca Juga: Selain Merelaksasi, Ini Sederet Manfaat Teh Mawar untuk Kesehatan Tubuh

Penyebab dari gaming disorder belum diketahui secara jelas. Tidak hanya itu, faktor yang menyebutkan siapa saja yang lebih berisiko terkena gaming disorder pun belum jelas diketahui.  

Namun, ada beberapa langkah perawatan di bawah ini juga mungkin dapat digunakan sebagai pilihan perawatan gaming disorder, antara lain:  

1. Perawatan dijalankan dengan memberikan edukasi mengenai bahaya kecanduan games terhadap kesehatan mental. 

2. Perawatan untuk kecanduna ini umumnya membantu penderita mengontrol keinginan, serta belajar mencari solusi dari masalah yang dihadapi.  

3. Perawatan intrapersonal bisa membantu seseorang untuk menguasai identitas dirinya sendiri, membangun rasa percaya diri, dan meningkatkan kecerdasan emosional.  

4 Mengajari penderita memperbaiki kemampuan komunikasi mereka, membangun harga diri, meningkatkan kecerdasan emosional, serta berinteraksi dengan orang lain.  

5. Apabila kecanduan game yang dialami membuat hubungan dengan keluarga semakin memburuk, keluarga juga dianjurkan untuk berpartisipasi dalam terapi tersebut.  

6. Untuk mencegah terjadinya kecanduan bermain game, seseorang harus dapat mengenali kemampuan serta kelebihan yang dimilikinya dan menemukan kegiatan lain selain bermain game. 

Langkah-langkah perawatan di atas hanya merupakan saran dari banyak pilihan untuk mengatasi gaming disorder. 

Jika kondisi ini juga disertai kondisi lain, seperti gangguan kecemasan dan depresi, perawatan lanjutan perlu dilakukan.  

Itulah beberapa gejala tentang gaming disorder pada anak yang perlu diketahui orang tua agar bisa mengatasinya dengan tepat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Laba Bisnis Anda Bohong? EBITDA Ungkap Kekuatan Asli Operasional

Banyak pebisnis mengira laba bersih adalah uang tunai. Waspada, beban non-operasional bisa menekan kas. Kalkulasi EBITDA Anda sangat berpengaruh.

Bukan 50%, Ternyata Ini Batas Aman Cicilan Ideal dari Total Gaji Anda

Punya cicilan tapi gaji pas-pasan? Ketahui batas aman 30% dari total penghasilan Anda agar keuangan tetap sehat. Cek kalkulasi dan strateginya.

Tren Warna Kamar Mandi 2026: Ada Merah dan Kuning di Ruang Pribadi? Yuk Terapkan

Mencari inspirasi warna kamar mandi yang hangat dan menenangkan? Tren 2026 hadirkan palet natural yang bikin betah, lihat rekomendasinya di sini!

Makuku Luncurkan Comfort Fit, Popok Tipis Anti Bocor untuk Anak Aktif Sepanjang Hari

Makuku meluncurkan Comfort Fit, popok inovatif yang dirancang tipis dan cegah bocor untuk anak yang aktif sepanjang hari.

4 Cara Memilih Lipstik Warna Nude agar Tidak Pucat, Warna Bibir Berpengaruh Lho!

Tertarik coba lipstik nude? Berikut MomsMoney bagikan 4 cara memilih lipstik warna nude agar tidak pucat.

Saham Boleh Sampai 20% per Emiten, IFG Progress Ingatkan Soal Risiko

Porsi saham yang lebih besar bisa mendorong imbal hasil, asalkan tetap selaras dengan kewajiban pembayaran manfaat peserta.

Anti Pucat! Ini 4 Warna Lipstik yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat

Ingin tampil lebih percaya diri dengan kulit kuning langsat? 4 warna lipstik ini akan membuat Anda tampak segar dan menawan.

Fenomena Hyrox: Kenapa Olahraga Ini Mendadak Viral? Ternyata Ini Manfaatnya

Mulai dari Jerman 2017, Hyrox kini jadi tren global. Pelajari mengapa ribuan orang ketagihan olahraga hibrida ini segera.

7 Cara Paling Sehat untuk Minum Kopi yang Patut Anda Terapkan

Ini dia beberapa cara paling sehat untuk minum kopi yang patut Anda terapkan. Kira-kira apa saja, ya?

5 Makanan yang Harus Dihindari saat Mengonsumsi Obat Tekanan Darah

Tahukah bahwa ada beberapa makanan yang harus dihindari saat mengonsumsi obat tekanan darah lo. Apa sajakah itu?