M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Nutricia Berbagi Informasi Soal Penanganan yang Tepat untuk Atasi Alergi Susu Sapi

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Dalam rangka memperingati World Allergy Week 2024, Nutricia berbagi soal penanganan alergi susu sapi (ASS) yang tepat.

ASS terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein dalam susu sapi yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

ASS adalah alergi makanan yang paling umum pada awal masa kanak-kanak, dengan insidensi 2-3% pada tahun pertama kehidupan. Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa prevalensi ASS pada anak Indonesia sekitar 2- 7,5%, dengan protein susu sapi menjadi alergen kedua yang paling umum setelah telur.

Oleh sebab itu, penanganan cepat dan tepat sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya dampak jangka panjang ASS dan memastikan pertumbuhan serta perkembangan anak tidak terganggu.

Baca Juga: Ini 5 Sumber Makanan Pengganti Susu Sapi untuk Anak Penderita Alergi Laktosa

Dampak ASS dapat bervariasi dari ringan hingga berat, dan dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh. Dalam jangka pendek, ASS dapat menyebabkan ketidaknyamanan, serta kesulitan makan dan tidur.

Dampak jangka panjangnya dapat mencakup berat badan yang tidak optimal, malnutrisi, dan keterlambatan pertumbuhan. Selain itu, sifat alergi yang persisten dapat meningkatkan risiko perkembangan kondisi atopik lain, seperti asma atau eksim, di kemudian hari.

Budi Setiabudiawan, Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi mengatakan bahwa gejala ASS pada anak dapat berbeda, tapi beberapa yang paling umum meliputi ruam pada kulit, gatal- gatal, bahkan diare.

Selain itu, ASS juga dapat menyebabkan masalah pernapasan yang serius, seperti anafilaksis. Umumnya, anak yang mengalami alergi susu sapi dapat mengatasi alergi (mengalami remisi) seiring bertambahnya usia, biasanya antara usia tiga hingga lima tahun.

Baca Juga: Mengenal Jenis Susu Sapi Berdasarkan Jumlah Lemak dan Nilai Gizi

"Namun, ada sebagian kecil anak yang mungkin tetap memiliki alergi hingga dewasa. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah dampak buruk yang lebih serius dan memastikan anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal,” papar Budi. 

Budi juga menekankan pentingnya mengenali gejala-gejala tersebut sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Menurutnya, tata laksana dan langkah penting lain yang harus dilakukan oleh orang tua adalah menghilangkan susu sapi dari diet anak, mencari sumber nutrisi alternatif yang memiliki kandungan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta kandungan gizi mikro seperti vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam fase
pertumbuhan anak.

Langkah selanjutnya termasuk membaca label makanan dengan cermat, dan memantau pertumbuhan anak secara rutin.  "Strategi penanganan ini harus dilakukan dengan cepat dan tepat untuk mengurangi dampak negatif ASS, sehingga anak-anak dengan ASS dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bekembang secara optimal,” tambah Budi  dalam acara Bicara Gizi yang diselenggarakan oleh Nutricia yang berkolaborasi dengan PrimaKu, dengan tema Tangani Alergi Susu Sapi (ASS) pada Anak dengan Cepat dan Tepat sebelum Terlambat.

Baca Juga: Berkat Dampingan BRI, Usaha Olahan Susu Sapi dan Apel Malang Bisa Naik Kelas

Nutricia sendiri merupakan perusahaan yang fokus pada pemenuhan gizi pada tahap awal kehidupan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan perkembangan anak melalui nutrisi yang optimal. Nutricia juga berinvestasi dalam riset dan pengembangan dengan berbagai mitra global, termasuk orang tua, praktisi kesehatan, universitas, dan lembaga pemerintah.

Corporate Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin megatakan sebagai perusahaan yang berfokus pada nutrisi di Indonesia, Nutricia menyadari bahwa ASS menjadi alergen makanan kedua dan paling umum yang dialami oleh anak Indonesia, sehingga penanganannya harus dilakukan secepat dan setepat mungkin untuk menghindari dampak yang terjadi di kemudian hari.

"Sesuai komitmen Nutricia yang hadir untuk membawa kesehatan kepada masyarakat, program Bicara Gizi ini secara konsisten kami lakukan untuk memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya nutrisi dan pola asuh untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia.” papar Arif. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Makanan yang Lebih Sehat Dimakan Mentah daripada Dimasak

Tahukah bahwa ada beberapa makanan yang lebih sehat dimakan mentah daripada dimasak, lho. Apa sajakah itu?  

6 Mitos tentang Karbohidrat yang Tidak Perlu Dipercaya

Ini dia beberapa mitos tentang karbohidrat yang tidak perlu dipercaya. Apa sajakah itu?             

5 Rekomendasi Minyak Paling Sehat untuk Saus Salad Anda

Yuk, coba beberapa rekomendasi minyak paling sehat untuk saus salad Anda. Ada apa saja?                  

Ruangan Sempit Terasa Sesak? Coba 6 Trik Cat Ini biar Rumah Tampak Lebih Luas

Trik pengecatan sederhana ini bisa membuat ruangan kecil terlihat lebih luas, nyaman, dan estetik tanpa renovasi besar.  

Ini Hal yang Disesali Pemilik Rumah saat Beli Meja Dapur Quartz Sebelum Renovasi

Sebelum memilih meja dapur quartz, yuk pahami dahulu kelebihan, kekurangan, dan pengalaman nyata pasca renovasi.​

Rumah Ramah ADHD Dewasa Makin Dicari, Ini Ide Desain yang Direkomendasikan

Berikut ini inspirasi rumah ramah ADHD yang bantu aktivitas lebih teratur, fokus meningkat, dan rutinitas harian terasa ringan.​

7 Efek Samping Serius Konsumsi Minuman Energi secara Rutin

Ada beberapa efek samping serius konsumsi minuman energi secara rutin, lho. Yuk, intip pembahasan lengkapnya di sini!  

3 Cara Magnesium Menjaga Kesehatan Jantung Anda

Begini cara magnesium menjaga kesehatan jantung Anda. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!       

10 Rekomendasi Kacang Tinggi Serat untuk Dikonsumsi

 Intip beberapa rekomendasi kacang tinggi serat untuk dikonsumsi berikut ini, yuk! Ada apa saja?           

7 Makanan yang Bisa Berinteraksi dengan Obat, Jangan Dikonsumsi Bersamaan!

Ini dia beberapa makanan yang bisa berinteraksi dengan obat yang Anda konsumsi. Cek daftarnya di sini, yuk!