M O M S M O N E Y I D
Santai

Nasib Xabi Alonso di Real Madrid: Bukti CV Sempurna Belum Cukup Jadi Pelatih

Nasib Xabi Alonso di Real Madrid: Bukti CV Sempurna Belum Cukup Jadi Pelatih
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Berikut kisah Xabi Alonso di Real Madrid, cek pelajaran penting soal tekanan, kepemimpinan, dan realita klub elite dunia.

Xabi Alonso sempat dipandang sebagai sosok paling ideal untuk memimpin Real Madrid di era baru. Latar belakangnya sebagai mantan pemain elite, ditambah prestasi luar biasa sebagai pelatih muda, membuat ekspektasi publik melambung tinggi. 

Banyak pengamat menilai jalannya menuju kursi pelatih Santiago Bernabéu nyaris tanpa celah. Namun sepak bola level tertinggi selalu punya cerita berbeda dari teori di atas kertas. 

Melansir dari New York Times, perjalanan Alonso justru menjadi cermin betapa rumitnya mengelola klub dengan tuntutan paling ekstrem di dunia.

“Jika semua pengalaman itu digabungkan, Xabi memiliki potensi menjadi pelatih yang sangat baik,” ujar Jose Mourinho.

Baca Juga: Denda 3% Menanti! Waspada Risiko Fatal Lewat Batas Bayar Tagihan

Latar belakang Xabi Alonso dan modal kepelatihan kuat

Dari sisi pengalaman dan keahlian, Xabi Alonso berada di level atas. Ia tumbuh di lingkungan sepak bola profesional, bermain di Spanyol, Inggris, dan Jerman, serta dilatih oleh nama besar seperti Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, Jose Mourinho, dan Rafael Benítez. 

Semua itu membentuk pemahaman taktik yang matang dan cara pandang modern terhadap permainan.

Kredibilitasnya sebagai mantan pemain top juga memberinya otoritas alami di ruang ganti. Inilah unsur experience dan expertise yang membuat banyak orang yakin Alonso adalah paket lengkap sebagai pelatih elite.

Sukses besar bersama Bayer Leverkusen

Nama Alonso benar-benar melejit saat menangani Bayer Leverkusen. Ia mengubah klub yang lama dicap hampir juara menjadi penguasa Bundesliga. Leverkusen menjuarai liga untuk pertama kalinya, tampil konsisten tanpa kekalahan, dan hampir meraih treble.

Keberhasilan ini terasa istimewa karena mematahkan dominasi Bayern Munich yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade. 

Dari sisi bisnis, nilai klub ikut melonjak dengan penjualan pemain yang mencapai sekitar Rp3,9 triliun. Ini memperkuat reputasi Alonso sebagai pelatih visioner yang tidak hanya mengejar trofi, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang.

Keputusan bertahan yang dinilai matang

Di tengah minat klub besar Eropa, Alonso memilih bertahan satu musim lagi di Leverkusen. Keputusan ini dianggap tidak biasa, tetapi justru menunjukkan kedewasaan dan kesadaran diri. Ia ingin merasakan tekanan mempertahankan gelar, bermain di Liga Champions, dan belajar dari tantangan baru.

Langkah tersebut memperkuat kepercayaan bahwa ketika akhirnya menerima tantangan yang lebih besar, ia akan datang dengan persiapan maksimal.

Baca Juga: Gaji Belum Naik? Ini 5 Strategi Jitu Agar Permintaan Disetujui Atasan

Real Madrid bukan klub biasa

Masalahnya, Real Madrid memiliki logika sendiri. Klub ini hidup dari sejarah, mitos kemenangan, dan ekspektasi tanpa kompromi. Menang adalah kewajiban, bukan bonus. Proses sering kali kalah oleh tuntutan hasil instan.

Alonso sebenarnya mengenal Madrid luar dan dalam. Ia paham tekanan media, ekspektasi suporter, hingga karakter ruang ganti. 

Namun mengenal tidak selalu berarti mampu mengendalikan. Di sinilah perbedaan besar antara sukses di klub besar dan bertahan di klub terbesar.

Mengapa persiapan panjang tetap bisa gagal?

Hanya dalam hitungan bulan, perjalanan Alonso di Bernabéu berakhir. Bagi banyak orang, ini terasa mengejutkan. Namun jika dilihat lebih dalam, kegagalan ini bukan semata soal taktik atau kualitas melatih.

Real Madrid menuntut pelatih yang bukan hanya cerdas secara teknis, tetapi juga tangguh secara politik dan mental. Mengelola ego pemain bintang, ekspektasi presiden klub, dan tekanan global adalah ujian harian. 

Dalam konteks ini, kisah Alonso lebih menggambarkan kerasnya ekosistem Madrid dibandingkan keterbatasan dirinya.

Model sukses Madrid dan peran presiden

Kesuksesan Real Madrid selama puluhan tahun kerap dikaitkan dengan kepemimpinan presidennya. Model ini terbukti menghasilkan gelar Liga Champions terbanyak dan pendapatan fantastis. Namun konsekuensinya, posisi pelatih menjadi sangat rentan.

Hubungan antara presiden dan pelatih sering terlihat harmonis, tetapi tidak selalu seimbang. Inilah tantangan unik yang membuat banyak pelatih hebat datang dan pergi dengan cepat.

Baca Juga: Keuntungan Tersembunyi NFC Payment yang Bikin Pengeluaran Terkontrol Rapi

Pelajaran penting dari kisah Xabi Alonso

Bagi publik sepak bola, termasuk masyarakat Indonesia, kisah ini memberi pelajaran berharga. Sepak bola modern tidak hanya soal strategi dan statistik. 

Kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan membaca dinamika kekuasaan sama pentingnya. Xabi Alonso tetaplah pelatih dengan reputasi tinggi dan masa depan cerah. 

Pengalamannya di Real Madrid justru menambah nilai pada perjalanan kariernya, karena tidak semua pelajaran datang dari kemenangan.

Perjalanan singkat Xabi Alonso di Real Madrid menunjukkan bahwa klub terbesar di dunia menuntut lebih dari sekadar CV sempurna. 

Di level ini, kesiapan sejati diuji oleh tekanan konstan dan ekspektasi tanpa akhir. Cerita Alonso bukan akhir, melainkan bab penting yang menegaskan satu hal di Real Madrid, bahkan pelatih paling siap pun harus siap menghadapi realita paling keras.

Selanjutnya: 6 Manfaat Konsumsi Makanan Fermentasi bagi Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

15 Menu Diet untuk Sarapan agar Berat Badan Turun

Ada beberapa rekomendasi menu diet untuk sarapan agar berat badan turun. Yuk, intip selengkapnya di sini!  

ROMAN Luncurkan 11 Koleksi Granit Premium Xtra 100x100 cm, Ada Tiga Special Effect

​ROMAN meluncurkan 11 koleksi granit premium terbaru seri Xtra berukuran 100x100 cm, ada tiga spesial effect

Ada Diskon 20% hingga Rp1 Juta, Ini Promo Indodana di Planet Sports Run

Indodana PayLater menghadirkan sejumlah promo untuk peserta Planet Sports Run 2026, mulai dari cicilan 0% hingga diskon hingga Rp1 juta.​  

10 Cara Bikin Berat Badan Bertambah yang Efektif dalam Seminggu

Ternyata begini, lho, cara bikin berat badan bertambah yang efektif dalam seminggu. Mau coba?             

Bukan Nggak Ngemil! Ini 10 Snack untuk Diet yang Rendah Kalori Wajib Coba

Ada beberapa rekomendasi snack untuk diet yang rendah kalori, lho. Yuk, intip selengkapnya di sini!   

7 Tips Diet agar Berat Badan Turun Cepat secara Alami

Yuk, ketahui beberapa tips diet agar berat badan turun cepat secara alami berikut ini! Apa saja ya?   

5 Fitur Aplikasi Lark Untuk Efisiensikan Kinerja Perusahaan

5 cara aplikasi Lark mendorong kinerja perusahaan lebih cerdas dan produktif di era digital, tidak lagi pindah-pindah aplikasi. 

15 Makanan Diet yang Mengenyangkan untuk Menggantikan Nasi

Apa saja makanan diet yang mengenyangkan untuk menggantikan nasi, ya? Intip daftarnya di sini, yuk! 

13 Makanan Rendah Kalori yang Bagus Dikonsumsi saat Diet

Mari intip beberapa makanan rendah kalori yang bagus dikonsumsi saat diet berikut ini. Apa saja, ya?

12 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari jika Ingin Berat Badan Turun

Intip sejumlah makanan dan minuman yang harus dihindari jika ingin berat badan turun. Apa sajakah itu?