M O M S M O N E Y I D
Santai

Moms, Ini 6 Keuntungan Masuk Daycare buat Persiapan Anak Sebelum Sekolah

Penulis: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Simak beberapa keuntungan masuk daycare atau penitipan anak di sini.

 Bagi para ibu yang bekerja dan punya waktu minim untuk merawat anak, tentu daycare menjadi pilihan untuk menitipkan anak-anak.

Tapi, kini daycare pun menjadi pilihan bagi kebanyakan orang tua pada umumnya untuk memberikan pendidikan dini untuk anak-anak mereka.

Walau kerap menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran di awal, memilih untuk menitipkan anak di daycare punya manfaat bagi anak-anak, loh, Moms. Ini beberapa di antaranya:

Baca Juga: 4 Penyebab Konsentrasi Menurun, Salah Satunya Kebanyakan Kerja

Mempersiapkan diri untuk sekolah

Seorang anak tentu tak akan berdiam diri di rumah selamanya, mereka tentu akan pergi ke sekolah untuk mendapatkan pendidikan. Anak-anak yang pernah bersekolah di daycare akan lebih mudah melakukan transisi ke sekolah formal.

Tempat penitipan anak bisa digunakan sebagai sarana mempersiapkan anak-anak untuk bersekolah. Nantinya mereka akan memiliki kepercayaan diri untuk menjelajah lebih jauh.

Memahami struktur dan rutinitas

Anak-anak di daycare mempelajari dasar-dasar rutinitas dan jadwal. Di mana hal itu bisa membantu mereka mengembangkan kebiasaan baik di kemudian hari.

Membiasakan diri dengan rutinitas dan aturan adalah bagian penting dari perkembangan kognitif yang bermanfaat baik bagi anak-anak saat di sekolah maupun di rumah.

Hal ini mengajarkan anak-anak untuk memenuhi harapan dan memperkuat perilaku yang baik. Lebih jauh lagi, anak-anak akan mendapatkan kepercayaan diri dan tetap teguh selama masa perubahan atau stres.

Baca Juga: Calon Orangtua Baru Wajib Baca 4 Buku Parenting Ini ya

Mengembangkan kemampuan sosial dan emosional

Dengan memasukkan anak ke daycare, kemungkinan untuk berkembang dalam segi kemampuan sosial dan emosional bisa didapatkan. Selama anak-anak di daycare, mereka harus membiasakan diri untuk bersosialisasi dengan anak-anak sebayanya.

Melansir laman Procare, sosialisasi dini memberi anak-anak kesempatan untuk mempraktekkan berbagai keterampilan kognitif dan sosial, mulai dari ekspresi diri hingga penyelesaian konflik, pemecahan masalah, dan kerja tim.

Mengembangkan keterampilan bahasa dan komunikasi

Sosialisasi yang terjadi selama di daycare memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan komunikasi di usia dini.

Laman Children Central menyebutkan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health America menunjukkan, anak-anak yang dititipkan di daycare atau penitipan anak memiliki perkembangan kognitif yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang tidak masuk daycare.

Tempat penitipan anak pun tentu juga telah melatih para profesional yang memiliki teknik untuk membantu komunikasi dan perkembangan bahasa anak, meliputi alfabet, angka, bentuk, dan warna.

Baca Juga: Perlukah Punya Rekening Bareng Pasangan? Cari Tahu Jawabannya di Sini

Membangun kemandirian

Daycare memberi anak-anak waktu jauh dari orang tua mereka untuk mengembangkan kesukaan, ketidaksukaan, dan rasa kemandirian mereka. Anak-anak dihadapkan pada aktivitas, pengalaman baru dan berbeda yang mungkin tidak mereka dapatkan di rumah.

Dengan lingkungan belajar yang berpusat pada anak, mereka akan mendapatkan kebebasan untuk mengarahkan beragam aktivitas sendiri, mencoba hal-hal baru dan mengisi waktu mereka tanpa arahan orang dewasa.

Pengalaman menghadapi situasi baru, membuat pilihan, dan mempelajari konsekuensi perilaku, membantu anak-anak mengembangkan pengendalian diri dan kemandirian.

Membangun keterampilan seumur hidup

Sebuah studi yang dilakukan oleh National Institutes of Health menemukan, remaja memiliki prestasi kognitif dan akademik yang lebih tinggi jika mereka pernah masuk di daycare berkualitas tinggi.

Kualitas yang dimaksud yaitu, penitipan dengan rasio staf-anak yang lebih rendah, staf yang suportif, dan aktivitas yang meningkatkan kognitif.

Itulah, tadi beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari menitipkan anak di daycare atau tempat penitipan anak. Tak perlu ragu lagi ya, Moms.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.

Melepas Penat di Pulau Dewata, Dari Mendaki Gunung Batur Hingga Melukat di Ubud

Data Airbnb yang menunjukkan, nature dan outdoor menjadi kategori Experience paling populer di Bali.  

Cerah di Semua Wilayah, Cek Cuaca Yogyakarta Besok (22/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah DIY cerah pada Kamis (22/10). Suhu tertinggi mencapai 33°C di Kota Yogyakarta.  

Ebola Bundibugyo Menyebar di 5 Negara, Afrika dalam Tingkat Kesiapsiagaan Tinggi

Nigeria menjadi negara kelima yang mendeteksi Ebola Bundibugyo sejak wabah penyakit ini dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo.

Hujan Ringan Akan Turun di Wilayah Ini, Cek Cuaca Jawa Tengah Besok (22/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 36°C.  

Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (22/10) Didominasi Udara Kabur, Suhu Mencapai 37°C

Cuaca Sumatera Selatan besok diprakirakan didominasi udara kabur. Suhu di sejumlah daerah berpotensi mencapai 37°C. Simak prakiraan lengkapnya

Waspada Hujan Petir Wilayah Ini, Cek Cuaca Sumatera Barat Besok (22/10)

BMKG memprakirakan hujan petir di Pasaman Barat pada Kamis (22/10). Sejumlah daerah lain berpotensi hujan ringan dan udara kabur.

Menekan Limbah Tekstil, Setali Indonesia Dorong Pengolahan dan Daur Ulang Pakaian

CEO Setali Indonesia, Gema Minang mengungkapkan bahwa meningkatnya daya beli masyarakat turut mendorong konsumsi pakaian.