MOMSMONEY.ID - Buat Moms yang ingin anaknya jadi pemain bola, kemampuan melihat pergerakan bola, membaca posisi lawan, dan menentukan arah operan menjadi bagian penting dalam permainan sepak bola.
Karena itu, kesehatan mata dan koordinasi penglihatan dengan gerak tubuh perlu diperhatikan sejak masa pembinaan pemain.
Dokter spesialis mata sekaligus Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, mengatakan, gangguan penglihatan dapat memengaruhi kemampuan pemain dalam mengamati bola dan kondisi lapangan.
“Dua mata pemain itu harus berfungsi optimal dan sangat jelas, untuk bisa dengan maksimal mengamati, lalu memperhitungkan ketepatan respons kepada bola yang hendak ia eksekusi selanjutnya,” ujar Tjahjono dalam siaran pers Selasa (3/11).
Baca Juga: Anak Makin Sering Main Gadget? Lakukan 5 Cara Mencegah Mata Minus Ini ya, Moms
Selain ketajaman penglihatan, pemain juga perlu memiliki kemampuan mengamati situasi sekitar atau scanning sebelum mengambil keputusan.
Hal ini mencakup pengamatan terhadap posisi rekan setim, pergerakan lawan, dan ruang yang dapat dimanfaatkan.
Dokter sekaligus analis sepak bola, dr. Tommy Desky menjelaskan, kemampuan tersebut dapat dilatih sejak pemain mengikuti sekolah sepak bola (SSB).
“Pemain perlu mengumpulkan informasi sebelum bola datang: posisi rekan, pergerakan lawan, dan ruang yang dapat dimanfaatkan. Penglihatan yang baik membantu pemain menangkap informasi tersebut dengan jelas untuk kemudian diolah menjadi keputusan,” jelas Tommy.
Pelatih sepak bola nasional Coach Indra Sjafri menambahkan, kemampuan membaca permainan perlu dibangun sejak dini dan berjalan bersama pengembangan teknik, fisik, serta mental pemain.
Baca Juga: Cara Jitu Untuk Mengistirahatkan Mata Setelah Lelah Nonton Gadget
“Kemampuan merespons dengan tepat berawal dari penglihatan yang baik. Dengan scanning, pemain lebih mudah membaca permainan dan menerapkan taktik yang diberikan pelatih,” ujar Indra.
Tjahjono menambahkan, pemeriksaan mata dapat membantu mendeteksi kelainan refraksi, gangguan kerja sama kedua mata, maupun kondisi lain yang membutuhkan penanganan.
“Pada anak, perhatian ini perlu dimulai sejak dini karena mereka belum tentu mampu menjelaskan keluhannya. Orang tua dan pelatih dapat membantu dengan memperhatikan kesulitan melihat dan memastikan tindak lanjut pemeriksaan,” jelasnya.
Pemeriksaan mata dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan pemain, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan usia, kondisi mata, dan kebutuhan masing-masing individu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News