MOMSMONEY.ID - Momentum Ramadan dan Lebaran kembali menjadi katalis bagi saham sektor ritel. Saham ERAA dinilai memiliki peluang menarik.
Secara historis, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) mendorong konsumsi rumah tangga, termasuk belanja non-primer seperti gadget dan produk lifestyle.
Pola musiman ini kerap tercermin pada peningkatan same-store sales growth (SSSG) dan pertumbuhan penjualan tahunan (YoY) yang lebih solid dibanding kuartal lain.
Di tengah momentum tersebut, saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dinilai memiliki peluang menarik.
Skala jaringan perusahaan telah bertumbuh 37,5% sejak akhir 2022, dengan diversifikasi bisnis yang menargetkan segmen active lifestyle dan lini pertumbuhan baru berkontribusi 25%–30% terhadap total pendapatan dalam beberapa tahun ke depan.
Abdul Azis, Analis Kiwoom Sekuritas, memproyeksikan, pertumbuhan pendapatan ERAA di atas 5% berdasarkan rata-rata pendapatan lima tahun terakhir.
Baca Juga: Diversifikasi Kuat, Saham ERAA Tetap Direkomendasikan Buy
“Peluncuran iPhone 17 kami pandang sebagai salah satu katalis kuat bagi ERAA, mengingat kontribusi smartphone dan tablet yang mencapai hampir 80% dari total pendapatan,” ujarnya dalam keterangan Senin (2/3).
Menurut dia, antusiasme terhadap produk flagship ini berpotensi meningkatkan volume penjualan dan product mix, sehingga mendukung ekspansi margin serta memperkuat momentum ekspansi jaringan ritel perusahaan.
“Untuk valuasi 5 tahun ke depan kondisi ekonomi dan geopolitik ke depan dapat dijadikan pertimbangan,” kata Abdul Azis dalam keterangan resmi Senin (2/3).
Dari sisi operasional, ekspansi tetap menjadi motor pertumbuhan. Melalui entitas anak PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), perusahaan membuka gerai JD Sports di Manado guna memperkuat posisi di segmen lifestyle dengan margin lebih tinggi.
Diversifikasi juga diperluas melalui pop-up store XPeng di Bandung untuk memperkenalkan kendaraan listrik, serta kemitraan distribusi dengan Belkin guna memperkuat portofolio aksesori premium.
Indrawijaya Rangkuti, Praktisi Trading sekaligus Board of Director International Federation of Technical Analyst (IFTA), menilai, ekspansi lini bisnis seperti ERAL (produk wearable dan olahraga) serta Erajaya Food & Nourishment membuat perusahaan mampu menangkap belanja THR di berbagai titik.
Baca Juga: Momentum Ramadan Berpotensi Angkat Saham Syariah, Ini Rekomendasi Analis
“Melihat langkah strategis manajemen, saya memproyeksikan, ERAA berada dalam fase pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,”
Perusahaan ini kerap menargetkan segmen non-telepon seluler (seperti gaya hidup aktif dan kendaraan listrik melalui XPENG) menyumbang sekitar 25% hingga 30% dari total pendapatan dalam beberapa tahun ke depan.
“Jika transisi ini mulus, ERAA tak lagi sekedar toko HP melainkan raksasa ritel gaya hidup modern,” jelasnya.
Model bisnis recurring demand juga diperkuat melalui kolaborasi Erafone dengan operator dalam program bundling perangkat dan layanan data untuk mendorong volume penjualan serta retensi pelanggan.
Penguatan layanan purna jual turut menjadi fokus, tercermin dari raihan Urban Republic sebagai Indonesia Customer Experience Champion dan penghargaan Indonesia Customer Service Quality Award oleh Erafone.
Dari sisi rekomendasi, Indrawijaya menyebut mayoritas analis memberikan rekomendasi BUY atau outperform. Target harga saham ERAA berada di kisaran Rp540–Rp585, dengan estimasi optimistis mencapai Rp680.
“Saat ini ERAA seringkali diperdagangkan dengan valuasi yang menarik dibanding rata-rata historisnya. Hal ini menjadikan pilihan investasi yang prospektif untuk jangka menengah hingga panjang,” sebut Indrawijaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News