M O M S M O N E Y I D
Bugar

Asam Urat Bukan Penyakit Tua Saja, Usia 20-an Wajib Waspada

Asam Urat Bukan Penyakit Tua Saja, Usia 20-an Wajib Waspada
Reporter: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Asam urat tidak hanya menyerang orang tua, tapi bisa menyerang anak muda di usia 20-an lo. Asam urat merupakan senyawa yang dihasilkan saat tubuh memecah purin.

Biasanya, asam urat larut dalam darah dan melewati ginjal ke dalam urin. Dr. Spencer T. Lowe, dokter reumatologi, menyampaikan, saat kadar asam urat terlalu banyak di dalam tubuh, maka akan membentuk kristal tajam di sendi atau jaringan sekitarnya. 

Hal ini menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri di area persendian. Dilansir dari Creakyjoints.org, berikut ini beberapa fakta mengenai asam urat yang penting untuk dipahami:

Baca Juga: Penderita Asam Urat Bisa Diet Keto? Cek Manfaat & Risikonya

1. Asam urat menyerang pria & wanita

Penyakit asam urat lebih umum terjadi pada pria muda daripada wanita muda, karena wanita cenderung memiliki kadar asam urat yang lebih rendah. Namun setelah menopause, kadar asam urat wanita bisa meningkat. 

Itulah mengapa wanita yang menderita asam urat cenderung menunjukkan tanda dan gejala setelah menopause. Sedangkan, pria bisa menderita kondisi ini lebih awal sejak usia usia 30 dan 50 tahun.

Meski asam urat lebih umum terjadi pada wanita yang lebih tua daripada wanita yang lebih muda, perlu diingat bahwa siapapun bisa terkena asam urat di usia berapa pun.

2. Orang dengan berbagai ukuran tubuh bisa terkena asam urat

Menurut penelitian yang diterbitkan di The Rheumatologist, kadar asam urat cenderung lebih tinggi pada orang yang kelebihan berat badan. Namun, berat badan bukanlah satu-satunya faktor risiko asam urat.

Orang dengan berbagai ukuran tubuh ternyata bisa menderita asam urat. Gen memainkan peran penting dalam kondisi asam urat ini, jadi asam urat bisa menyerang orang kurus dengan genetik asam urat di keluarga.

3. Asam urat dapat memengaruhi banyak persendian

Serangan asam urat sering kali menyerang sendi di pangkal jempol kaki. Tetapi, nyeri sendi akibat asam urat dapat terjadi di semua bagian sendi seperti siku, pergelangan tangan, dan jari. 

Sendi yang terkena akan terasa panas, bengkak, dan sangat nyeri. Rasa sakit kemungkinan paling terasa dalam empat hingga 12 jam pertama setelah serangan terjadi.

4. Asam urat sebabkan kerusakan permanen & masalah jantung

Penderita asam urat seringkali mengalami kesulitan tidur atau rasa sakit yang begitu parah. Ada beberapa komplikasi asam urat serius yang perlu diwaspadai. Pertama, asam urat yang semakin parah dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan kristal urat dan sel inflamasi yang dikenal sebagai tofi. 

Nodul ini dapat mengikis persendian dan kulit serta jaringan di sekitarnya, menyebabkan kerusakan sendi. Peradangan akibat asam urat juga dapat merusak jantung Anda. 

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di The Journal of the American Heart Association, para peneliti menilai orang-orang yang sedang menjalani pengobatan untuk penyakit arteri koroner juga memiliki risiko 15 persen lebih tinggi mengalami asam urat.

5. Diet membantu mengelola asam urat

Menurut American College of Rheumatology, pengobatan asam urat bertujuan untuk menurunkan kadar asam urat hingga 6 mg/dL dan mencegah pembentukan kristal. Pengobatan yang dibantu diet yang benar juga mampu menurunkan kadar asam urat dengan cepat. 

Olahraga, meningkatkan asupan cairan, dan menurunkan berat badan semuanya bermanfaat untuk mengurangi keausan dan tekanan pada persendian Anda.

Baca Juga: Penderita Asam Urat: Jaga Ginjal Optimal, Ini Cara Jitu Cegah Batu Ginjal

6. Produk susu membantu menurunkan kadar asam urat

Mengonsumsi susu rendah lemak, yogurt, dan produk susu lainnya mengurangi produksi asam urat dan meningkatkan pengeluaran asam urat dari tubuh. Sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam jurnal Current Rheumatology Reports menemukan bahwa asupan susu rendah lemak memiliki efek penurunan urat yang moderat.

Sekian informasi mengenai berbagai fakta seputar asam urat yang harus dipahami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil China Open 2026: Tambah 3, Ada 7 Wakil Indonesia ke Babak 16 Besar

Hasil China Open 2026 babak 32 besar hari kedua Rabu (22/7), tiga wakil Indonesia melenggang ke 16 besar. 

Ada Beasiswa dari Lotte, Mahasiswa di Kampus Ini Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan

Lotte Foundation kembali menghadirkan program beasiswa bagi mahasiswa S1 dan D4 yang berprestasi di 10 universitas mitra  

Disebut Silent Killer, Ini 7 Gejala Kanker Ovarium yang Sering Dianggap Kembung Biasa

Gejala kanker ovarium kerap diabaikan karena mirip masalah pencernaan. Waspadai tanda seperti perut kembung terus-menerus hingga nyeri panggul.  

4 Perbedaan Crocs Asli dan Palsu, Jangan Tergoda Harga Miring!

Crocs asli diproduksi menggunakan material eksklusif yang dipatenkan. Simak dan catat, ini 4 perbedaan Crocs asli dan palsu yang wajib Anda tahu  

Pilah Sampah dari Rumah, Gerakan Chandra Asri Kini Jangkau Lebih Banyak Masyarakat

​Chandra Asri mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah melalui program #AksiAsri Operasi Semut.  

5 Tren Liburan Akhir 2026: Wisatawan Makin Hemat, Pesan Tiket Jauh Hari

 Air Asia Move mengungkap wisatawan tetap gemar berlibur, namun kini lebih cermat mengatur anggaran dan merencanakan perjalanan.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Kamis (23/7): Mayoritas Wilayah Cerah, Suhu Capai 32°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Kamis (23/7) didominasi cerah dengan suhu udara 16-32 derajat Celsius.  

Tanpa Diet Ketat, Ini 5 Strategi Menurunkan Berat Badan yang Mudah Menurut Ahli Diet

Pelajari tips praktis menurunkan berat badan berbasis kesehatan pencernaan. Prioritaskan makanan utuh kaya serat ketimbang suplemen instan,  

Kenali 7 Gejala Jantung Lemah yang Wajib Diwaspadai, Termasuk Sering Mendengkur lo

Banyak orang tidak menyadari gejala jantung lemah sampai kondisinya parah. Dari mendengkur keras hingga sering lelah, kenali tanda-tandanya!  

APPNIA Ajak Orang Tua Perhatikan Gizi Anak Untuk Tumbuh Kembangnya

Hari Anak Nasional 2026, APPNIA Ingatkan Pentingnya Gizi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak