MOMSMONEY.ID - Berikut membahas biaya tersembunyi mobil listrik yang jarang disadari, mulai dari listrik rumah hingga baterai, agar keputusan beli lebih tepat.
Mobil listrik semakin populer di Indonesia karena dianggap hemat dan ramah lingkungan. Banyak orang tertarik beralih karena biaya operasionalnya dinilai lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar fosil.
Namun, di balik citra efisien tersebut, ada sejumlah biaya tambahan yang sering luput dari perhitungan awal. Jika tidak dipahami sejak awal, biaya ini bisa memengaruhi kondisi keuangan dalam jangka panjang.
Melansir dari OCBC, kepemilikan mobil listrik idealnya disiapkan dengan perencanaan finansial yang matang, bukan hanya fokus pada harga beli.
“Mobil listrik menawarkan efisiensi, tetapi tetap membutuhkan kesiapan biaya agar manfaatnya benar-benar terasa,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari Reels Facebook, Ikuti Panduan Langkah Demi Langkahnya
Mobil listrik dan perubahan pola biaya kepemilikan
Pengalaman pengguna menunjukkan bahwa mobil listrik memang mengurangi pengeluaran untuk bahan bakar. Namun, biaya kepemilikan tidak berhenti di situ.
Harga beli mobil listrik umumnya masih lebih tinggi karena teknologi baterai dan sistem kelistrikan yang digunakan.
Di Indonesia, harga mobil listrik sangat beragam, dari ratusan juta rupiah hingga miliaran rupiah, tergantung merek dan spesifikasi.
Kondisi ini membuat calon pembeli perlu melihat gambaran biaya secara menyeluruh, bukan hanya penghematan harian.
Instalasi charger rumah jadi pengeluaran awal
Salah satu biaya yang sering tidak diperhitungkan adalah pemasangan charger di rumah. Mobil listrik idealnya diisi daya di rumah agar lebih praktis dan efisien.
Proses instalasi bisa melibatkan penyesuaian daya listrik, pemasangan kabel khusus, dan perangkat charger sesuai standar kendaraan.
Jika daya listrik rumah belum mencukupi, pemilik perlu menyiapkan biaya tambahan untuk peningkatan kapasitas. Persiapan teknis sejak awal membantu mencegah masalah saat pengisian daya.
Tagihan listrik bulanan ikut bertambah
Meski tidak lagi membeli bensin, penggunaan mobil listrik tetap berdampak pada tagihan bulanan. Semakin sering mobil digunakan, semakin besar konsumsi listrik yang dibutuhkan.
Perhitungan biaya per kWh menjadi penting agar pengeluaran tetap terkendali. Dengan pola penggunaan yang teratur dan pengisian daya yang efisien, kenaikan biaya listrik masih bisa dikelola dengan baik.
Baca Juga: Cara Membuat Anggaran Bulanan Realistis biar Keuangan Terkendali di Tahun 2026
Perawatan komponen elektrik tetap diperlukan
Banyak orang mengira mobil listrik hampir bebas perawatan, padahal tidak sepenuhnya benar. Memang tidak ada penggantian oli mesin, tetapi sistem baterai, pendingin, rem, dan perangkat elektronik tetap perlu dicek secara berkala.
Biaya servis bisa terasa lebih mahal karena teknologi mobil listrik masih tergolong baru dan membutuhkan teknisi khusus. Perawatan rutin justru menjadi kunci agar performa kendaraan tetap optimal dan terhindar dari kerusakan besar.
Baterai mobil listrik dan risiko biaya besar
Baterai adalah komponen termahal dalam mobil listrik. Umur pakainya umumnya berkisar antara lima hingga delapan tahun, tergantung pola penggunaan dan cara pengisian daya.
Seiring waktu, kapasitas baterai bisa menurun dan memengaruhi jarak tempuh kendaraan. Menyiapkan dana cadangan untuk kemungkinan penggantian baterai adalah langkah bijak. Dengan kebiasaan charging yang tepat, usia baterai bisa lebih panjang sehingga biaya besar ini dapat ditunda.
Biaya charging publik dan parkir khusus
Stasiun pengisian daya publik memang membantu mobilitas, terutama saat perjalanan jauh. Namun, tidak semua fasilitas bersifat gratis.
Beberapa lokasi menerapkan tarif tertentu, ditambah biaya parkir khusus kendaraan listrik di area tertentu. Jika sering digunakan, biaya ini bisa terkumpul cukup besar.
Mengombinasikan penggunaan charger rumah dan charging publik menjadi strategi yang lebih efisien.
Baca Juga: Tabungan Ideal di Usia 30 Tahun? Cek Panduan Realistis Amankan Finansial
Kredit mobil listrik dan pertimbangan keuangan
Bagi masyarakat yang memilih membeli mobil listrik secara kredit, perhitungan cicilan perlu dilakukan dengan cermat. Besarnya cicilan dipengaruhi oleh uang muka, tenor, dan bunga yang berlaku.
Pengalaman banyak konsumen menunjukkan bahwa simulasi cicilan sejak awal membantu menjaga keseimbangan keuangan. Dengan perencanaan yang tepat, kredit mobil listrik tetap bisa dijalani tanpa membebani kebutuhan lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News