MOMSMONEY.ID - Lionel Messi mencatatkan sejarah lebih jauh di Piala Dunia dengan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen akbar ini saat Argentina menang 2-0 atas Austria di Grup J Piala Dunia 2026.
Mengutip situs FIFA, Messi bangkit setelah gagal mengeksekusi penalti lebih awal dengan menaklukkan kiper Austria Alexander Schlager menjelang akhir babak pertama melalui penyelesaian kaki kiri.
Satu sentuhan ini mencetak gol Piala Dunia ke-17 Messi, sekaligus melampaui mantan penyerang Jerman Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.
Kapten Argentina itu kemudian melengkapi penampilan pemecah rekornya dengan mengunci kemenangan untuk sang juara bertahan lewat gol kedua di masa injury time.
Memanfaatkan bola pantulan dari tembakan Julian Alvarez untuk menambah total golnya di Piala Dunia menjadi 18.
Baca Juga: Lionel Messi Pimpin Persaingan Awal Sepatu Emas Adidas di Piala Dunia 2026
Messi, yang akan berusia 39 tahun pada hari Rabu, juga memimpin daftar pencetak gol di Piala Dunia ini dengan lima gol setelah hat-trick gemilangnya pada laga pembuka sang juara bertahan melawan Aljazair.
Klose memegang status pencetak gol terbanyak Piala Dunia selama 12 tahun, dengan mencetak gol di setiap turnamen global antara 2002 dan 2014.
Menjelang turnamen, dan dengan antisipasi rekor tersebut akan dipecahkan Messi, Klose mengatakan kepada FIFA: Messi, ya Messi saja.
"Saya selalu mengagumi cara dia memecahkan masalah dan cara dia membawa dirinya sebagai pribadi, bahkan di lapangan," katanya.
Menurut Klose, Messi selalu menghidupkan timnya. Pada 2006, dia masih di bangku cadangan dan Juan Roman Riquelme bermain, sampai Messi diberi kepercayaan itu.
Baca Juga: Messi Hat-trick, Argentina Bungkam Aljazair di Piala Dunia 2026
"Apa yang kemudian dia lakukan dalam sepak bola, dan cara dia melakukannya, saya angkat topi untuk itu. Salut besar!" ungkap Klose.
Messi telah tampil di enam edisi Piala Dunia yang merupakan rekor bersama, dengan mencetak gol di lima di antaranya, dengan gol pertamanya di turnamen ini datang melawan Serbia dan Montenegro pada 2006.
Namun, ia tidak bisa memilih gol favorit dari 18 golnya, karena terlalu lelah setelah kembali mencatat sejarah.
"Saya tidak tahu, sejujurnya, saya tidak bisa mengingat sekarang," kata Messi.
"Saya lelah, energi saya hampir habis, dan saya kesulitan berpikir, jadi saya hanya akan menikmati momen ini, dan saya menantikan untuk merayakannya bersama rekan-rekan setim saya," imbuhnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News