MOMSMONEY.ID - Menampilkan minuman lokal untuk bekal berbisnis bisa menjadi salah satu pilihan. Ini seperti yang ditempuh oleh Kombucha Ruma Papua, label minuman kombucha asal Papua milik dari Dian Lestari.
Untuk bisa membuat konsumen tertarik, praktik langsung di ajang pameran untuk bisa merasakan sensasi dari kombucha perlu diterapkan. Inilah yang dilakukan Kombucha Ruma Papua saat melakukan pameran Pangan Nusa Expo 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Center (ICE) BSD City akhir pekan ini.
"Cara minumnya pelan-pelan. Coba sedikit-sedikit, sambil mulutnya dimajukan. Setelah itu, coba minum seperti biasa. Rasanya bisa berbeda,” ujar Dian Lestari, pemilik usaha kombucha Ruma Papua, saat membimbing pengunjung Pangan Nusa Expo 2026 mencicipi produknya dalam keterangan, Minggu (18/10).
UMKM asal Jayapura ini berhasil mencuri perhatian pengunjung melalui cara unik menikmati kombucha. Tak hanya menyajikan edukasi rasa, Ruma Papua juga sukses meraih penghargaan Kategori Produk Minuman Kemasan melalui varian Kombucha Lemon dalam UKM Pangan Award 2026 di pembukaan Pangan Nusa Expo 2026 pada Rabu, (14/10).
Baca Juga: Kaya Probiotik! Ini 7 Manfaat Teh Kombucha yang Sehatkan Usus & Jaga Imunitas
Mengusung identitas Taste of Papua, kombucha Ruma Papua meramu kekayaan alam daerah menjadi minuman fermentasi modern.
Kreativitas tersebut melahirkan 12 varian rasa, mulai dari lemon, kelapa mint, bunga telang, sarang semut, kembang sepatu, lavender, hingga racikan tradisional kunyit, asam jawa, serta beras kencur. Ruma Papua juga menghadirkan varian kopi dan pinang untuk menjangkau selera konsumen yang beragam.
“Salah satu varian unik yang menjadi ciri khas produk kami memanfaatkan sarang semut, dan merupakan tanaman herbal yang dikenal luas dalam tradisi masyarakat Papua untuk menjaga imunitas tubuh,” ujar Dian.
Di balik beragam racikannya, tersimpan perjalanan usaha yang berawal dari kebutuhan keluarga. Saat itu, ia berinisiatif mencari solusi minuman probiotik nonsusu pascapandemi yang masih sulit ditemui di Papua demi menjaga kesehatan pencernaan keluarga.
Baca Juga: 4 Minuman Tinggi Probiotik Selain Kombucha, Coba yuk!
“Siapa sangka, berawal dari penjualan perdana yang hanya delapan botol pada Januari 2023, pesanan kombucha Ruma Papua melejit hingga 1.000 botol pada Maret dan menembus 5.000 botol pada pertengahan tahun yang sama,” ucap Dian haru.
Lebih dari sekadar bisnis minuman, kombucha Ruma Papua membangun ekosistem usaha yang inklusif dengan melibatkan perempuan asli Papua. Melalui usahanya, Dian membuka ruang bagi perempuan untuk terlibat dan berkembang. Inisiatif ini sekaligus membangun dukungan antarsesama perempuan di Papua serta mendorong gaya hidup sehat.
Seiring berkembangnya usaha, kombucha Ruma Papua terus menjaga mutu produknya. Izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi halal yang diperoleh pada September 2026 lalu semakin memperkuat posisi Ruma Papua sebagai produsen kombucha yang memenuhi persyaratan legalitas produk.
Dalam memperluas pasar, Dian menjadikan kedekatan dengan konsumen sebagai bagian penting dari strategi bisnis. Ruma Papua rutin mencatat varian yang dibeli pelanggan untuk membantu tim promosi mengenali preferensi konsumen dan merekomendasikan produk yang sesuai.
“Semua varian kami punya persona pembeli masing-masing. Varian bunga telang, misalnya, lebih disukai konsumen gaya old school atau klasik, sementara varian lemon lebih diminati mereka yang aktif dan gemar berolahraga. Kami mencatat preferensi tersebut, lalu menyusunnya menjadi panduan untuk tim penjualan. Jadi, saat konsumen datang, kami bisa langsung menawarkan varian yang paling sesuai dengan selera mereka,” cerita Dian antusias.
Selain interaksi langsung, kombucha Ruma Papua memanfaatkan media sosial melalui akun Instagram @rumapapua.id untuk memperkenalkan produknya kepada lebih banyak konsumen. Strategi ini melengkapi inovasi berbasis bahan lokal dan pemahaman terhadap pasar dalam mengembangkan usaha dari skala rumahan.
Kisah dari delapan botol pertama menjadi mendistribusi ke lebih seratus gerai membuktikan kebutuhan sederhana dapat berkembang menjadi usaha yang mengangkat kekayaan lokal. Upaya ini sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News